Puisi-puisi Fitri Wijaya | Masa Kecil Santi
Tepi Sungai Sekat-sekat dan ketiadaan cinta kemarin, mampukah menebus luka hari ini? Kerinduan menjulang meninggi di tepi sungai Bila angin kencang diterbangkan ...
Tepi Sungai Sekat-sekat dan ketiadaan cinta kemarin, mampukah menebus luka hari ini? Kerinduan menjulang meninggi di tepi sungai Bila angin kencang diterbangkan ...
Pembaringan. Letak lamunku berhenti menyeka bulan redupdimeja bergetah kata-katajalan terjal mengetuk hening sekat napaslelah bertangga menyingkap ganas irama melepuh dalam ...
“Mana mungkin bisa membungkam mulut orang tidak waras.” Seperti itu yang dipikirkan orang-orang di kampung itu. Orang gila seperti Bajul, ...
SELAMAT PAGI AKU selamat pagi akubagaimana kabarmu hari ini? di gerbang yang ke sekian ribupagi. kulihat diriku yang laludi mana-mana. ...
SAJAK UNTUK IBU Nasib membalut matalukis keriput mimpi jadi abadidan gores senyum,menyatu dengan senja yang tenggelamdi tepi Padangdi akhir pusaran ...
Aku sepertinya telah meninggalkan sebagian dari diriku di sana. Saat di mana kusaksikan darahnya mengalir dari luka di dahi, ia ...
Bertemu Malaikat di Tanah Dewa di pedamalan bandar sepuluhdi penghujung jumadil akhirkusambangi negeri selatantanah dewa dengan sambutan cerita sakral. "nak, ...
Sebelum kiamat kecil itu terjadi di Distrik Seocho, Seoul. Saat ini aku berada di lantai dasar Sampoong Department Store, sambil menikmati ...
Ia melihat bagaimana kuda-kuda kayu itu mendadak hidup bersikejar di padang rumput dengan puluhan atau mungkin ratusan prajurit yang berlarian ...
© 2026 Redaksi Marewai