Cerpen Talia Bara | Sawan
“Lelaki adalah sampah. Sungguh, tidak mungkin aku berdusta. Dengar, Nak. Aku adalah Ibumu, kau harus mematuhiku. Jika aku berkata lelaki...
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
“Lelaki adalah sampah. Sungguh, tidak mungkin aku berdusta. Dengar, Nak. Aku adalah Ibumu, kau harus mematuhiku. Jika aku berkata lelaki...
Kitab Salasilah ini hadir ke hadapan para pembaca setelah ratusan tahun tersimpan di atas "pagu" sebuah surau di Guguak, Kabupaten...
"Di musim paceklik begini, masih saja pergi jalan-jalan." Sebagaimana kebanyakan peradaban yang berkembang di daerah-daerah maju, Indonesia termasuk negara yang...
“Maek tidak hanya nagari kecil yang secara geografis dikelilingi oleh perbukitan sehingga membuatnya cukup terisolir, tapi juga dikelilingi beragam asumsi...
Pekanbaru (10/6) bertempat di Natura Coffe Panam sekitar empat puluhan anak-anak muda duduk serius menyaksikan layar mini yang disinari oleh...
“Mau merokok, Pak?” lelaki separuh baya itu mengambil sebatang rokok yang saya tawarkan, kemudian ia menyulutnya. Setiap persimpangan dan kalau...
Undangan turun mandi dari keluarga jauh Ayah datang dari daerah yang terkenal dengan oleh-olehnya, ya kacang tanah. Membuat Saya dan...
Perempuan penyulut dendam Perempuan bungkuk ituPunya sedikit kepandaian memantrai duniaMengembala itik sambil merancau ke sawah pusaka Dadar dari telur hijau...
Koko memakai sarungnya dan sebuah peci di kepala. Pemuda jangkung itu akan melanjutkan pekerjaan bapak di ladang. Selepas subuh, tanpa...