• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Rabu, Agustus 12, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Jaringan Teater Riau Gelar Diskusi Film Sineas Sumbar

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
11 Juni 2024
in Berita Seni Budaya
2.1k 21
0
Home Budaya Berita Seni Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Pekanbaru (10/6) bertempat di Natura Coffe Panam sekitar empat puluhan anak-anak muda duduk serius menyaksikan layar mini yang disinari oleh infocus dan menayangkan dua film. Film tersebut merupakan film asal Sumatra Barat yang digarap oleh Marewai Production. Rori Aroka yang merupakan sutradara film pendek “Sia” turut hadir dalam kegiatan bincang karya dan nonton bareng malam itu.

Jaringan Teater Riau bersama beberapa komunitas seperti UKM Batra, Komunitas Jejak Langkah, Teater Lorong, SS 412, Bahuwarna dan sineas muda pekanbaru turut hadir dalam gelaran sederhana tersebut. Gelaran ini juga dimeriahkan oleh pembacaan puisi oleh Ahmadi Satria (Kepsek Mts Tahfidz Cendikia), Husin (Dosen UIR) dan Farah (SS 412).

Film Sia bercerita tentang seorang pria bernama Leman, Murid kesayangan guru silat karena kemahirannya dalam ilmu beladiri. Ia juga rela mengembara untuk menamatkan kaji-nya ke pelosok negeri. Alih-alih mencari ujung dari kaji silat, akhirnya membuat ia menjadi buronan pemerintah kolonial Hindia Belanda. Pertemuan seorang intel pribumi dengan sosok Leman yang dikenal dengan julukan “pendekar mata merah” masa dulunya di sebuah kampung tersuruk bernama Langgai, memberi sadar kepada Leman dan Intel tentang pentingnya berilmu kepada akal. Pikiran lurus dan kebenaran yang hakiki adalah kaji terakhir dari sebuah silat di tanah minangkabau.

Lain lagi dengan film kedua “Tenju Langgai” yang mendapat hibah dari BPK bercerita tentang keahlian silek menggunakan tenaga batin, sampai saat ini masih disimpan oleh kalangan pandeka; terutama pada pesilat-pesilat tua. Silek di Minangkabau adalah kombinasi dari ilmu beladiri lokal, yang datang dari luar dan ajaran Islam sebagai intinya. Artinya, langkah silek (langkah tigo misalnya), di Minangkabau adalah sesuatu yang khas yang merupakan karya inovatif mereka. Jika hanya melihat sekilas tentu bisa dipandang bahwa langkah silek Minangkabau sederhana saja, namun di balik langkah sederhana itu, terkandung kecerdasan yang tinggi dari para penggagasnya (tuo silek).

Tenju Langgai bagai pisau tajam; setipis angin secepat kilat. Bila dilihat sekilas, jurus ini nampak tidak spesial. Sederhana dan tapi sulitditebak. Dalam silek Langgai, jurus ini tergolong gerakan mematikan; serangan langsung ke hulu hati. Tinju dikepal, pada bagian telunjuk agak menonjol dan sesaat dibuka layaknya memiuh/pelintir ketika mendarat di bagian hulu hati. Dalam pameonya Silek Langgai juga diungkapkan “kanai tiok manggarik”. Pandeka silek Langgai boleh saja belajar Silek bertahun-tahun, tapi jurus ini diwarisi hanya kepada orang terpilih. Namun semua pandeka boleh mempelajarinya.

Kegiatan ini diinisiasi sebagai bentuk bioskop mini serta menjadi event bulanan untuk memutar film-film lokal yang menjadi basis riset kebudayaan. Adapun mahasiswa yang hadir malam itu memberikan pertanyaan-pertanyaan seputar proses kreatif serta skema riset dari dalam film dokumenter. Rian Harahap sebagai inisiator bincang film ini juga menambahkan bahwa anak-anak muda sekarang apalagi gen z sudah terbiasa dengan dunia produksi film namun bagaimana caranya agar film tentang kearifan lokal tetap hadir di tengah gempuran industri tema nasional.


https://youtube.com/@marewaitv?si=aAHLgxvc_e2SphBt

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata - 4 Agustus 2026
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
Tags: Berita seni dan budayaBudayaPelesiranSastra

Related Posts

Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata

Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
4 Agustus 2026

"Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA" di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang.Oleh: Irawan...

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
17 Juli 2026

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung TeaterOleh: Irawan Winata Barangkali panggung memiliki ruhnya sendiri. Sedari awal ia dibentuk, dihiasi tata...

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
10 Juli 2026

Kepergian seorang maestro teater selalu menyisakan kekosongan yang sunyi, sebuah luka mendalam yang menggetarkan panggung pertunjukan. Bagi dunia seni...

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
22 Juni 2026

Marewai-Padang, pada era digital yang efek negatifnya memahat kedalaman berpikir, sebuah oase literasi hadir di Kota Padang. Bertempat di...

Next Post
MAEK: Misteri Peradaban Menhir dan Pengetahuan Astronomi di Kaki Bukit Barisan | Penulis: Sultan Kurnia AB (Mahasiswa Doktoral Kajian Budaya, Hiroshima University, Jepang)

MAEK: Misteri Peradaban Menhir dan Pengetahuan Astronomi di Kaki Bukit Barisan | Penulis: Sultan Kurnia AB (Mahasiswa Doktoral Kajian Budaya, Hiroshima University, Jepang)

Musim Paceklik Sejarah: Melihat Peradaban dari Geladak Kapal | Arif Purnama Putra

Musim Paceklik Sejarah: Melihat Peradaban dari Geladak Kapal | Arif Purnama Putra

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In