• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Sabtu, Juni 27, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

SEGERA TERBIT! BUKU ALIH BAHASA KITAB SALASILAH RAJO-RAJO DI MINANGKABAU

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
9 September 2024
in Budaya
1.2k 25
0
Home Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Kitab Salasilah ini hadir ke hadapan para pembaca setelah ratusan tahun tersimpan di atas “pagu” sebuah surau di Guguak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Alih-alih menglorifikasi Islam di Ranah Minang, naskah bertuliskan Arab-Melayu ini justru memuat banyak informasi penting pada masa Hindu-Budha. Terdiri atas delapan pasal, naskah ini diyakini sebagai salinan dari kitab-kitab terdahulu yang pencatatannya telah dimulai sejak era Malayu Kuno berpusat di Kualo Saba (Jambi). Menariknya, kitab ini menggambarkan dua sisi yang berbeda tentang sejarah raja-raja Minangkabau, yang elok sekaligus yang suram pada masanya. Cerita penuh konflik, kudeta dan parang basosoh terjadi silih berganti setelah masa perniagaan yang ramai (emas dan sutera) hingga ke negeri Campa dan Cina pada masa Adityawarman dan anaknya.

Pada akhirnya, naskah ini akan membuka mata kita tentang peradaban Minangkabau yang selama ini belum diketahui. Termasuk tentang bagaimana Islam masuk dan sistem Matrilineal diterapkan. Para peneliti perlu bersiap untuk data-data baru yang mencengangkan. Dan masyarakat Minangkabau bersiaplah untuk membaca sejarah Ranah Minang yang gamblang. Kitab Salasilah ini adalah satu dari empat naskah kuno yang menjelaskan sejarah dan raja-raja di Minangkabau. Ditulis ulang oleh orang kepercayaan Raja Pagaruyung, disimpan secara rahasia pada masa Perang Paderi, hingga akhirnya ditemukan dan digandakan Penulis pada 20 Juli 1989 di Guguak, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat.

Penulis:
Hendri Aldrat, Sultan Kurnia, Zera Permana
Ghio Vani Debrian Soares. Khudri. I.R, Adhiko E.A

Editor dan Proofreader:
Daratullaila Nasri
M. Hasbiansyah Zulfahri

Foto: Pusat Kajian Salimbado Buah Tarok Padang
Andhiko E.A, Sultan Kurnia, Ghio Vani Debrian Soares
Tata Letak: Wendy Junearto
Desain Sampul: Mathilda C.R.P
Jumlah Halaman: 547 hal
Ukuran: 15,5 x 23 cm
Diterbitkan oleh: Yayasan Arsari Djojohadikusomo

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei - 26 Juni 2026
  • Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata - 22 Juni 2026
  • Dari Ruang Temu ke Simpul: Kumpul IV Memperluas Percakapan Seni Rupa Sumatera - 14 Juni 2026
Tags: BudayaPelesiranPunago RimbunSastra

Related Posts

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
22 Juni 2026

Marewai-Padang, pada era digital yang efek negatifnya memahat kedalaman berpikir, sebuah oase literasi hadir di Kota Padang. Bertempat di...

Dari Ruang Temu ke Simpul: Kumpul IV Memperluas Percakapan Seni Rupa Sumatera

Dari Ruang Temu ke Simpul: Kumpul IV Memperluas Percakapan Seni Rupa Sumatera

Oleh Redaksi Marewai
14 Juni 2026

Padang, 14 Juni 2026 — Rangkaian Kumpul IV telah berlangsung pada 5–7 Juni 2026 di Medan. Tiga kegiatan utama...

GUA Lokal: Perkuat Ekosistem Seni Visual Sumatera melalui Kumpul IV

GUA Lokal: Perkuat Ekosistem Seni Visual Sumatera melalui Kumpul IV

Oleh Redaksi Marewai
14 Mei 2026

Medan, 10 Mei 2026 - Kumpul IV menandai keberlanjutan sebuah ruang yang diinisiasi oleh GUA lokal, yang dalam beberapa...

Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak – Irawan Winata

Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak – Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
25 April 2026

Tidak ada hukum wajib atau teori khusus yang mengharuskan sebuah komunitas teater memiliki penulis naskah tetap. Keberadaannya bukanlah sekadar...

Next Post
Cerpen Talia Bara | Sawan

Cerpen Talia Bara | Sawan

Cakap Film: Raayan – Kemelut Persaudara dan Peghianatan

Cakap Film: Raayan - Kemelut Persaudara dan Peghianatan

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In