Sepatu kanan Marisa sudah jatuh. Selangkah lagi dia maju, maka tamatlah kehidupannya. Matanya terpejam kuat-kuat. Mulutnya memaki manusia-manusia yang telah...
telah kuceritakan padamubait-bait puisi yang paling sendumeluncur seperti hujanyang membuatku tak ingin pelukan laindan puisi itulahir dari rahimmu Miranda berpaling....
“Mana mungkin bisa membungkam mulut orang tidak waras.” Seperti itu yang dipikirkan orang-orang di kampung itu. Orang gila seperti Bajul,...
Aku sepertinya telah meninggalkan sebagian dari diriku di sana. Saat di mana kusaksikan darahnya mengalir dari luka di dahi, ia...
Sebelum kiamat kecil itu terjadi di Distrik Seocho, Seoul. Saat ini aku berada di lantai dasar Sampoong Department Store, sambil menikmati...
Ia melihat bagaimana kuda-kuda kayu itu mendadak hidup bersikejar di padang rumput dengan puluhan atau mungkin ratusan prajurit yang berlarian...
Langkahnya tertatih tangisnya semakin lirih ketika mentari berdiri kokoh tepat menghujani ubun-ubunnya. Huwaida melangkah pelan menuju gubuk persembunyiannya di balik...
“Laki-laki itu makhluk logika jadi berpikir dengan kepala, sedangkan perempuan makhluk emosional jadi berpikir dengan hati. Tidak ada perempuan yang...
Handoko baru datang saat kedua penghuni rumah –orangtuanya– sudah tenang di bawah tanah. Duduk terpaku di kursi rotan yang renta....