• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Sabtu, Juni 27, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Pelesiran: Mitologi Dewa Babi dan Keberhasilan Masyarakat Tradisional | Arif Purnama Putra

Arif P. Putra Oleh Arif P. Putra
20 September 2023
in Budaya
1.4k 44
0
Home Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Negara Indonesia dengan banyak upaya konyolnya menjadikan kebudayaan sebagai sektor wisata, kerap lupa bahwa ia adalah salah satu negara terbelakang dalam pelestarian budayanya. Alih-alih menjadikan budaya sebagai sektor wisata guna menarik minat wisatawan, pada akhirnya tinggal lagu sumbang belaka. Meski banyak pencatat dan peneliti handal kerap menulisnya sebagai temuan-temuan sarat teoritis untuk dimuat bahkan dicetak sebagai buku panduan dengan label urgensi: sudah saatnya kita terbitkan. Tapi tidak dapat diakses publik. Mantap.

Sebagaimana kepercayaan masyarakat tradisional terhadap alamnya, hal-hal lain yang juga terus diwarisi adalah mitologi-mitologi, umumnya diwarisi secara lisan. Di Indonesia, Pesisir Barat Sumatra (Minangkabau) terdapat banyak mitologi yang sampai saat ini masih berkembang dikalangan masyarakat tradisionalnya. Sebut saja Cindaku, Hantu Aru-aru, Palasik dan Siluman Harimau. Sebutan-sebutan tersebut hanya segelintir, yang mungkin sempat tercatat secara luas. Namun, lebih dari itu, ada mitologi lain yang nyaris selalu digambarkan sebagai dewa oleh masyarakat tradisional di Minangkabau, semisalnya, Kuda Emas, Naga, Ular Besar, Raja Babi, Raja Tapir, Buaya Putih, dan lainnya. Tentu saja nama-nama tersebut tidak tersohor secara luas menjadi mitologi Minangkabau, tetapi cukup dikenal di masyarakat tradisional. Beberapa orang mengatakan itu hanya sebuah simbol untuk sesuatu hal yang disembunyikan oleh leluhur, sebagian lain tetap memercayai hanyalah mitos belaka.

Mitologi merupakan mitos-mitos kuno secara umum yang terdapat di suatu masyarakat, budaya tertentu sebagai mitos.  Selain itu, dalam mitologi juga diartikan sebagai ilmu mengenai mitos. Setiap negara mempunyai mitologi masing-masing, meski sebagian juga memiliki kesamaan, seperti; mitologi naga, ikan, dan binatang-binatang lainnya. Tak ayal beberapa peneliti juga sering berangkat dari sebuah mitologi untuk mencari tau seberapa lama peradaban suatu daerah. Di dunia, para peneliti memercayai peradaban tertua itu ada di wilayah Mesopotamia, lengkap dengan mitologi dan peninggalan kepercayaannya. Bukti peradaban tertua di dunia dapat dilihat dari peninggalan-peninggalan budaya dan artefak-artefak yang tersisa, seperti peradaban bangsa Sumeria yang awalnya dianggap sebagai peradaban tertua di wilayah Mesopotamia dengan usia 4000 SM, sekarang mereka hidup di wilayah yang disebut Irak modern. Peradaban Mesopotamia kemudian dikenal sebagai Babilonia, Sumeria dan Asyur.

Mitologi Dewa Babi di Sumatra Barat (Minangkabau)

Ke selatannya lagi, Pesisir Selatan, disebut juga sebagai daerah “rantau” di Minangkabau, Dewa Babi dipercayai oleh masyarakat tradisional sebagai jelmaan atau siluman yang diwaktu tertentu bisa berubah bentuk menjadi manusia. Peladang di Pesisir Selatan tak heran lagi dengan cerita ini, bagi masyarakat umum, mungkin ini terdengar mitos belaka, tetapi para penutur cerita dewa babi memanglah benar-benar pernah bertemu dengan babi besar itu. Babi dengan ukuran sebesar jawi jantan dewasa itu bukanlah hisapan jempol belaka. Ada klasifikasi jenis dewa babi yang berkembang di kalangan masyarakat di Pesisir Selatan. Bila di kelompok berburu babi diperkirakan sebesar rusa dewasa dan setinggi 1.8 meter. Nyaris setinggi orang dewasa. Dan punggung sang babi dapat terlihat jelas saat berlari di padang ilalang lebat. Begitu para pemburu babi kerap bercerita kalau sudah “gagal kejaran” (babi lepas atau babi tak mati).

Sedangkan dikalangan peladang, dewa babi dianggap sebagai sesuatu yang gaib. Kerap ditemui diwaktu tertentu, misalnya menjelang magrib atau subuh. Ia sering muncul di jam-jam peladang pulang atau pergi. Biasanya kemunculan babi tersebut sebagaimana mendekatnya seekor anjing meminta makanan. Dewa babi juga demikian. Namun ukuran tubuh yang tidak wajar jelas membuat peladang takut, tak heran bila akhirnya peladang berdiam lama di atas sebuah pohon demi menghindari amukan. Kalau itu menjelang petang, maka sial tak tertolong, tapi jika itu subuh, maka naas yang sepintas lalu saja. Dewa babi dipercaya tidak bisa terkena matahari menjelang naik (kurun waktu sejak terbit sampai turunnya matahari: pukul 07-12). Apabila terkena matahari, ia akan berubah menjadi setengah manusia. Aneh memang.

  • About
  • Latest Posts
Arif P. Putra
ikuti saya
Arif P. Putra
Penulis at Media
Pengelola & penulis di kanal Marewai, menulis Rubrik Pelesiran dan Budaya. Kami juga melakukan riset independen seputar kearifan lokal di Minangkabau, terutama Pesisir Selatan. Selain mengisi kolom di Marewai.com, saya juga menulis puisi dan cerpen dibeberapa media daring dan cetak di Indonesia. Karya-karya saya sering menggabungkan kepekaan terhadap detail kehidupan sehari-hari dengan kedalaman emosional yang membuat pembaca terhubung dengan karakter dan cerita yang diciptakan. Saya juga menulis di rubrik Pelesiran website www.marewai.com
blog;pemikiranlokal.blogspot.com,
Arif P. Putra
ikuti saya
Latest posts by Arif P. Putra (see all)
  • Cakap Film: Drishyam 3: Daya Magis dan Aktor Flamboyan | Arif P. Putra - 26 Juni 2026
  • Cakap Film – KARA: Karakteristik Film Tamil dan Isu Terdekat Mereka - 2 Juni 2026
  • The Bluff: Priyanka Chopra dan Peran Keterasingannya dalam Cerita, Dendam dan Pembalasan Masa Lalu - 27 Maret 2026
Page 1 of 3
123Next
Tags: Berita seni dan budayaBudayaMarewaiPelesiranSastra

Related Posts

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
22 Juni 2026

Marewai-Padang, pada era digital yang efek negatifnya memahat kedalaman berpikir, sebuah oase literasi hadir di Kota Padang. Bertempat di...

Dari Ruang Temu ke Simpul: Kumpul IV Memperluas Percakapan Seni Rupa Sumatera

Dari Ruang Temu ke Simpul: Kumpul IV Memperluas Percakapan Seni Rupa Sumatera

Oleh Redaksi Marewai
14 Juni 2026

Padang, 14 Juni 2026 — Rangkaian Kumpul IV telah berlangsung pada 5–7 Juni 2026 di Medan. Tiga kegiatan utama...

GUA Lokal: Perkuat Ekosistem Seni Visual Sumatera melalui Kumpul IV

GUA Lokal: Perkuat Ekosistem Seni Visual Sumatera melalui Kumpul IV

Oleh Redaksi Marewai
14 Mei 2026

Medan, 10 Mei 2026 - Kumpul IV menandai keberlanjutan sebuah ruang yang diinisiasi oleh GUA lokal, yang dalam beberapa...

Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak – Irawan Winata

Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak – Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
25 April 2026

Tidak ada hukum wajib atau teori khusus yang mengharuskan sebuah komunitas teater memiliki penulis naskah tetap. Keberadaannya bukanlah sekadar...

Next Post
Puisi-puisi Kiki Nofrijum | Magrib Macet

Puisi-puisi Kiki Nofrijum | Magrib Macet

Ananda Sukarlan dalam Musik, Puisi & Sastra di Payakumbuh Poetry Festival 2023

Ananda Sukarlan dalam Musik, Puisi & Sastra di Payakumbuh Poetry Festival 2023

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In