• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Senin, Agustus 3, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi Elvina Oktavia | Rapuh

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
17 Desember 2023
in Sastra, Puisi
2.2k 91
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Makna Pendidikan Untukmu

Pagi itu terlihat jelas olehku
Wajah yang tenang, berhati riang
Datang tersenyum padaku
Sadarku membalas sapaan ramah sang guru
Ia berlalu dengan memasang wajah yang tak asing

Sederhana, ramah dan sabar
Seisi kelas paham bagaimana guru itu
Hanya saja, masih ada yang begitu mudahnya
melayangkan kalimat palsu
yang memang, menusuk kalbu

Sabar, menjadi amunisinya
Senyum.. pelipur laranya

Tiada lelah
tiada patah
Itulah prinsipnya
Meski untuk hidup pun susah
Ia lakukan demi masa depan cerah

Dan,
pagi itu terlihat olehku
senyuman yang dulu pernah ada untukku
terlihat samar diantara kelambu
suasana menjadi haru biru
guruku telah masuk ke lorong waktu

Dari senyum tulus itu
satu persatu generasi melangit nan membiru
mengingat elok bakti sang guru
hati terasa teriris sembilu
paham bagaimana perjuanganmu dulu

_Vina

Rapuh

Jarang kuingin dengarkan kau
yang ada hanya lirikan kosong
itu pun jika kumau

Jarang kupahami kau
yang ada hanya sedikit senyuman di lorong
itu pun jika bertemu

Mungkin kau bisa dengar,
dengarkan keinginan hati
mungkin kau bisa rasa,
rasakan sedihku ini

Tak perlu kau bangga
bangga hati yang sebenarnya tak kau miliki
tak perlu kau sedih,
bersedih hati yang akhirnya membuat kau mati

Bisakah kau berdamai dengan hati sendiri?
Saat kau cabik-cabik hati orang lain?

Bisakah kau tenang?
Tenang di saat malam,
setelah kau ucap kata tak pantas yang menikam

Boleh jadi kutersenyum kala itu
boleh jadi kau kusambut baik,
ya, seperti itu
tapi pantaskah kau seperti itu
patutkah?

Berilmu,
benar itu perlu
adab pun nomor satu

Tuhan pun tak pernah salah mengajarkan sesuatu,
tapi manusia sungguh banyak yang tidak tahu

_Vina


Penulis, Elvina Oktavia, Lahir di Kota Sawahlunto sejak awal januari 2022 menjadi pendidik di SMP Perguruan Islam Ar risalah. Sempat menyelesaikan pendidikan di salah satu Universitas di Kota Padang pada Jurusan Bimbingan dan Konseling. Aku senang melakukan hal yang baru, buktinya mulai mempelajari kegiatan menulis puisi ini. Ini puisi yang kesekian kalinya ku coba buat setelah jatuh bangun untuk menyelesaikannya. Salut untuk semua penulis, ternyata menulis itu tidaklah mudah, tapi akan mudah jika kau mulai menyenanginya. Terima kasih untuk semua mentor ghaib yang bisa disebutkan satu persatu.
Sapa saya di Akun IG @vienaawanrimba


  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
  • Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata - 10 Juli 2026
Tags: Berita seni dan budayaBudayaMarewaipuisiSastra

Related Posts

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Oleh Redaksi Marewai
11 Juli 2026

Pulang Kampung             Haris keluar dari bus angkutan antar kota. Langkahnya pelan menghentak seakan menumpahkan kekesalan di hatinya. Bagaimana...

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Oleh Redaksi Marewai
26 Juni 2026

KEPADA SHEI Aku senang membayangkan hal-hal yang indah. Kubayangkan matamu menjadi rumah paling megah: tempat di mana lelah perlahan...

Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen | Venari In Gehenna (2026)

Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen | Venari In Gehenna (2026)

Oleh Redaksi Marewai
18 April 2026

Venari In Gehenna (2026)             — Michelle Petrelll Aku memandangi lukisan anomali persis melihat api melawan gravitasi : alkisah...

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Oleh Redaksi Marewai
16 Maret 2026

Entah Buku Apa Namanya Aku pernah membaca tubuh bukuDan aku jatuh cinta pada manisnya kata pengantarBegitu syahduSesampai malam menemani...

Next Post
Puisi, Musik & Kemungkinan Lain yang Dihadirkan | Jemi Batin Tikal

Puisi, Musik & Kemungkinan Lain yang Dihadirkan | Jemi Batin Tikal

Catatan Penutup Tahun 2023: “Perkenalkan Akulah Kebudayaan”

Catatan Penutup Tahun 2023: "Perkenalkan Akulah Kebudayaan"

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In