• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Selasa, Februari 3, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi Denni Meilizon  | Hujan di Sinuruik

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
24 Februari 2025
in Puisi
1.1k 67
0
Home Sastra Puisi
BagikanBagikanBagikanBagikan

Hujan di Sinuruik
_Kepada Dasril_

Tak ada kabut di seberang pasar Talu
Tak ada murung yang turun rendah
Lelangkah kukuh
Berjalan lambat
Tiba di pertigaan hujan turun mengambil ruang dengan deras yang acuh
Ada lelaki dewasa dengan tubuh kuyup memegang tadah dan gelas, “seduhkanlah untukku kopi. Ini Sinuruik, bukan?” pintanya kepada angin buruk yang berputar tiga kali sebelum melemparkan diri ke kerumunan pepohonan di bukit – bukit

Ada banyak kabut di Sinuruik
Mereka menuruni bukit – bukit di ujung – ujung persawahan
Mereka meniti pematang dan meloncati kolam – kolam
Mereka memeluk rindu yang dinyanyikan serombongan pemain akustik di sebuah cafe
Seorang lelaki dewasa dengan tubuh kuyup melalui pintu dan menyodorkan gelas dan tadah
“Seduhkanlah untukku hujan yang paling deras yang belum pernah dilihat oleh para Nabi,” pintanya kepada seorang pelayan yang baru saja menghalau seekor kucing pasar yang lari melewati rombongan akustik band tepat ketika sebuah lagu Minang kontemporer memasuki bagian refrain

Hujan, hujan yang apakah kelak bermetamorfosis menjadi kabut – kabut pekat kemudian memeluk tumpukan buku cerita yang terpajang bisu di sebuah cafe lain yang ketika sedang riang memutar lagu pop Indonesia terbaru, serombongan musafir dengan tubuh basah meminta segera diseduhkan kopi
Setiap orang membawa gelas kosong dan tadah bening
“Apakah benar katanya, jika belum meminum kopi, tidaklah dapat disebut telah singgah di Sinuruik?” tanya seorang lelaki paling dewasa di antara mereka kepada malam yang merambat turun dengan pelan dan lambat

“Siapa gerangan nama Perempuan masa silam yang lahir di Koto Panjang dan menulis roman “Kalau Tak Untung” itu, Das?”

“Apakah ia minum kopi Sinuruik sepanjang hidupnya, Das?”

Sinuruik, 10 Juni 2024


Aku Membuka Pintu dan Sesuatu Menjadikan Malamku Abadi

_(Didedikasikan untuk Penyintas Bencana Banjir Bandang di Tanah Datar dan Agam)_

Tak ada malam kecuali
Selimut bau tubuh
Ibu yang menutupi siang
Dan mata abadi yang terpejam

Dibalutnya segala
Rahasia yang hidup
_Berkelumun_ dalam peluk
Membangun labirin yang meniadakan
Keingintahuan kita belaka tentang perkara tema dan lema
Api pertarungan hidup yang membakar kampung halaman
Angin senyap musim hujan yang menggulung para tersayang
Gemuruh dari detak bandul jam megah di dinding rumah kediaman
Dan suara asing dari kedalaman angan – angan yang membuhul langkah kanak – kanak untuk tetap manja kepada Ibu

Tetaplah kepada Ibu
Walaupun sesuatu datang menderu
Dan menjadikan malam begitu panjang
Hingga rintihan paling sakit terkurung Reruntuhan masa lalu  Terlepas murka tak menoleh sekejap pun.

Simpang Empat, 27 Mei 2024


Siapa yang ditepuk tangani itu

Kapan kau hentikan aku menanak airmata ini
Aku menanti di tiap garis waktu
Drama yang terus menerus kita mainkan
Dialog buta yang saling kita lemparkan
Lalu di tiap pertukaran babak aku tetap harus menguras air mata
Menanaknya dengan luka berlebih
Dan kau masuk ke bilik ganti tinggalkan aku di atas panggung
Yang tak mengenal layar ditutup dan
Pergantian jeda iklan promosi jualan obat minyak gosok dan krim pemutih wajah

Kapan kau hentikan aku menanak airmata ini
Aku tak sempat berganti kostum, bedak, parfum dan peran
Karakterku telah tetap dalam skenario
Drama yang kita mainkan sepanjang pertunjukan
Siapakah yang ditepuk tangani penonton itu, sayang?

Babak ke babak berganti
Adegan demi adegan kita jalani
Untungnya dirimu aku telah hapal dialog kita yang entah berguna atau tidak
Sungguh aku tidak akan lupa mengembalikan kata kepada hakikatnya
Bagaimana ucapan terimakasih harus kulafalkan dengan seksama
Penuh cinta walau
Perih luka telah berdarah
Bernanah begitu pilu.

Kapan kau hentikan airmataku yang ditanak dengan api yang berkobar ini?

Ujunggading, 2 Desember 2023


Pemenang Kasih Sayang

Di ruang paling relung
Pertarungan dengan waktu yang angkuh
Dan raung yang menakuti
Ragu dan diam menghunus pedang
Cemburu hingga tak bertukar sayang

Bertahan sama – sama
Sepakat merasa paling benar
Sampai tiba rindu mendamaikan
Saling menebas silang sepanjang ruang

Sejauh rindu masih utuh
Maka kita pemenang kasih sayang
Menjuarai segala halang
Dan tiap rintangan yang menghadang

Begitulah air telah memadamkan
Hujan turun basuh segala debu
Dan kemarau pergi sebagai cemburu paling buta
==============
DENNI MEILIZON, lahir di Silaping Pasaman Barat, 6 Mei 1983. Bergiat di Forum Pegiat Literasi (FPL) Pasaman Barat, Forum TBM Pasaman Barat, Ketua Forum Penggerak Literasi Sumatra Barat.
Buku puisi “HIDANGAN PEMBUKA” (Rumah Kayu Pustaka Utama)
Buku cerita pendek terbarunya “LELAKI RAMBUT BAWANG” (Denta Publisher). Buku kumpulan esai dan laporan jurnalistik “KETIKA KELEDAI MEMBAWA BUKU” (Azka Pustaka). Satu naskah buku sedang proses terbit, buku Puisi “PERCAKAPAN SEBELUM PAGI”.

Salah seorang pendiri Lembaga Pasaman Boekoe Indonesia, sebuah gerakan di bidang pengumpulan buku, apresiasi buku dan diskusi buku Penulis yang berasal dari Pasaman dan Pasaman Barat. Mengelola Taman Bacaan Masyarakat “Roemah Boekoe Pasaman” di Nagari Lingkuang Aua Kecamatan Pasaman Simpang Ampek. Salah seorang pendiri Lembaga Diklat “Metaforma Course” dibawah naungan Yayasan Tuah Talamau Berdaya.  Tinggal di kota Simpang Empat Pasaman Barat.

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • SERI – AJI MANTROLOT| Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano - 3 Februari 2026
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
Tags: Berita seni dan budayapuisiSastra

Related Posts

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Oleh Redaksi Marewai
1 Januari 2026

Selalu ia gambar, si al-a'war selama Tujuh ratus dua hari dan pikiranku Telah seluruhnya khatam untuk Masuk dan duduk-duduk...

Puisi: Gelanggang – Nico Farentinno

Puisi: Gelanggang – Nico Farentinno

Oleh Redaksi Marewai
18 Oktober 2025

Gelandangan sentak tidur gelandanganroda empat lalu lalangemperan toko pinggir jalanah, pagi kembali terulang kardus coklat alas pantatjaga tubuh tetap...

Puisi-puisi Chalvin Pratama Putra – Narasi untuk Ibu

Puisi-puisi Chalvin Pratama Putra – Narasi untuk Ibu

Oleh Redaksi Marewai
5 Oktober 2025

Mencari Jalan Mendaki ;untuk kerajaan Jambu Lipo di jalan tanah berlubang ini telah  kita susuri jejak-jejak kaki kuda lenguh...

Puisi: M.Z Billal – Pertanyaan yang Dilarang Dipertanyakan

Puisi: M.Z Billal – Pertanyaan yang Dilarang Dipertanyakan

Oleh Redaksi Marewai
30 September 2025

PERTANYAAN YANG DILARANG DIPERTANYAKAN apakah gerangan yang terjadi jika nanti pertemuan ini telah mencapai batas penghabisan?             ; tolong,...

Next Post
Nata Sukma: Peringatan Darurat Muncul di Panggung Pekan Apresiasi Teater (PAT) 7 ISI Padangpanjang | Angelique Maria Cuaca

Nata Sukma: Peringatan Darurat Muncul di Panggung Pekan Apresiasi Teater (PAT) 7 ISI Padangpanjang | Angelique Maria Cuaca

Puisi-puisi Uyung Hamdani | Aku dan Kameraku

Puisi-puisi Uyung Hamdani | Aku dan Kameraku

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In