• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Kamis, September 17, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen | Venari In Gehenna (2026)

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
18 April 2026
in Sastra, Puisi
1.9k 143
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Venari In Gehenna (2026)

            — Michelle Petrelll

Aku memandangi lukisan anomali

persis melihat api melawan gravitasi

: alkisah gerombolan siluman saling

mengunci lawan demi kemakmuran,

sebab mereka dilahap oleh keniscayaan

yang fana di lembah Gehenna ketika

segalanya makin sengsara.

Beberapa siluman menyeret satu korban

ke jurang, lainnya lagi hanya menonton;

adalah cara terbaik sang fasik meraup

keuntungan tanpa mengotori tangannya.

Seolah hilang sadar bahwa saku kosong

adalah pacu kortisol guna mendorong kepada

ilusi puncak berhala, sedang langit diwarnai

jelantah sebab berguguran mayat para bedebah.

Karena itulah, ramjadah, kata tentram

tidak masuk dalam kamus mereka.

Yang ada hanyalah baku hantam

walau kemakmuran kian bermuram.

Inikah yang kau dambakan perihal

‘kita ini adalah bangsa yang besar’

disaat tanah kami diambang bubar?

(2026)


Currus Aureus

I

“Aku datang kemari ingin mewarta

perihal donasi umatku telah ditukar

dengan sebuah kereta kencana berlapis zirah

guna menjaga marwah peradaban tanah kita.”

Ketahuilah,

ucapanmu adalah manis baccarat campur

azimat lantaran dijejali amis darah dan jeritan

pasrah umat sedang memanggul kaki para penjajah.

Jalan berlubang dan lumpur yang bergoyang

mustahil sanggup meloloskanmu hanya dengan

lapisan zirah dari kereta kencana, jika engkau nekat

berkendara, mereka tidak segan menyedotmu habis

sebelum berganti engkau yang berteriak: Ampun Umatku!

“Kami ingin jamuan semen di bawah cahaya,

bukan ingin engkau bersikeras mencari cara

agar bisa bergurau di sofa kereta kencana.”

II

Sialnya,

engkau bukanlah penggembala bagi

para domba yang tersesat, bukan pula

aktivis satwa bagi sengkarut pesut yang

hanyut kehilangan alamat,

nyatanya seperti

pecandu dosa takut mati terpantau nyaman

menikmati kereta kencana kenan menunaikan

ratapan para rasul tuli usai dimandati

singgasana puncak menara koloni.

Percayalah, surga menolak ijabat

doa-doa darimu kaum khianat

yang kental mengaku sang imamat.

(2026)


Rangkulan Harmoni Pasir Mayang

Di satu lengkung garis pesisir,

laut tak menggerutu kepada pasir,

ombak tak menyembur kencang kepada

pohon kelapa yang purba menjadi saksi mata

momentum peradaban.

Tangan halus anak majang menanam

biji bakau serupa merawat pusaka lampau,

menjemput ikan dengan kitab laut dan ayat jala

hingga merasa tak ingin cepat pulang,

sebab harum ladang dan pantai mereka resap

menjadi napas tak kenal batas.

Mereka seakan tak pernah bertemu dalam balai desa,

hanya dengan mata yang saling menatap,

saling berangkulan dengan bahu yang menopang,

tanah mereka lahir dari rahim mulia.

Pasir Mayang bagai epos layak pajang

yang diinai tangan halus anak majang.

Sesungguhnya tanah mereka sebermula

pedada yang menadah setinggi sama dada.

(2025-2026)


TENTANG PENULIS

Cahaya Daffa Fuadzen lahir dan besar di Samarinda, Kalimantan Timur. Bergiat di Komune TerAksara Indonesia. Termaktub dalam antologi puisi bersama berjudul Cermin Lain di Balik Pintu Lamin (Ruang Sastra Kaltim, 2023). Penulis terpilih di Singaraja Literary Festival 2025 dan Alumnus Majelis Sastra Asia Tenggara 2025 kategori puisi. Dapat disapa melalui Instagram @cahayadaffa_.

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Bala Bhumi: Membaca Kegelisahan Menolak Segala Bala | Zura W Zulkarnain - 3 September 2026
  • Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata - 4 Agustus 2026
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
Tags: puisiSastra

Related Posts

Kata Ruang: Strategi Mendang-Mending dalam Puisi | Dandri Hendika

Kata Ruang: Strategi Mendang-Mending dalam Puisi | Dandri Hendika

Oleh Dandri Hendika
7 Agustus 2026

Antara guru kulit terang dan guru lokal sawo matang ada jenjang tak kepalang. Gaji guru sawo matang merangkak-rangkak seperti...

RUBRIK KATA RUANG

Oleh Dandri Hendika
7 Agustus 2026

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Oleh Redaksi Marewai
11 Juli 2026

Pulang Kampung             Haris keluar dari bus angkutan antar kota. Langkahnya pelan menghentak seakan menumpahkan kekesalan di hatinya. Bagaimana...

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Oleh Redaksi Marewai
26 Juni 2026

KEPADA SHEI Aku senang membayangkan hal-hal yang indah. Kubayangkan matamu menjadi rumah paling megah: tempat di mana lelah perlahan...

Next Post
Aji Mantrolot: AWAL PERANTAUAN PUTRA MAHKOTA

Aji Mantrolot: AWAL PERANTAUAN PUTRA MAHKOTA

Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak – Irawan Winata

Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak - Irawan Winata

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In