• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Rabu, Agustus 5, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi Diego Alpadani | Si Gadih Itu Lulu

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
19 Juni 2021
in Sastra
2.3k 172
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Si Gadih Itu Lulu

Si Gadih itu memperlambat langkah
agar tak tertarung alu di dua langkah
ke depan. Ada yang merentak dan
semut di ujung jalan kampung kehilangan
tuah pusaka memperpanjang kaki reotnya.

Si Gadih o si Gadih

di jalan mana lagi ada alu yang
akan membuatmu tertarung. Dan
semut semacam apalagi yang akan
membuatmu tertahan.

Padang, 2021

Si Gadih Itu Lulu II

Si Gadih kecil bernama; Lulu
ditimang-timang dalam pangkuan
dendang. Serunai berlari harmoni
dalam gendang telinganya.

Oh dendang mandeh lagi dan lagi
ngiang-mengiang di sebatang tubuhnya.

Lulu menarik langkah dalam
kegamangan dijemput orang. Oh
kecil dibesarkan, besar dijemput orang.

Ia gamang. Ia lengah. Ia tertelantang
di jalan, alu mana yang hendak patah dua
semut mana yang tak akan mati.

Padang, 2021

Si Gadih Itu Lulu III

Bilik sudah dipunya
tapi Lulu masih ingin bertanya,
periuk mana yang akan kosong
di saat atap rumah tiris? Dan limbubu
mana yang akan singgah di jenjang
berlumut ia punya rumah?

Sekerat hatinya tertanam di parak
pusaka, sekerat lagi ada pada Mamak
yang hendak memberi jalan panjang
terjal.

Lulu menatap bilik yang ia punya
berharap langkisau dan limbubu berdamai
di jenjang berlumut ia punya.

Padang, 2021

Si Gadih Itu Lulu IV

Tak terbayang panjang kisah
yang akan Lulu tempuh. Bayangnya
hanya pada sumur harus berair. Kain di
kamar harus terlipat. Padi terjemur di halaman
dan dapur tetap berasap. Dan dedak masih
bisa diramu untuk itik pulang petang.

Lulu tak mengenal menjadi noni.

Ia si Gadih yang kecil bernama
besar di jemput. Oh Lulu,
kecil dibesarkan, besar dijemput orang.

Ia bentang kain panjang
untuk melipat bayang yang
tak terbayangkan.

Padang, 2021

Si Gadih Itu Lulu V

Jelas-jelas Lulu menjatuhkan
dirinya di airmatanya. Biar lebih
jelas dengan kepunyaan pusaka
yang tak pernah ia raba. Pernah ia
ingin menghembus abu di atas tungku,

tapi rantang periuk lebih dulu berbunyi.

Juga pernah ia coba untuk meminta
bimbing pada pagi setelah buta. Nyatanya,
hanya yang dipangku yang dibimbing.

Padang, 2021


Diego Alpadani saat ini tengah menyelesaikan studinya di Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Ia aktif berkegiatan di UKMF Labor Penulisan Kreatif.

— marewai.com

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata - 4 Agustus 2026
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
Tags: BudayaCaritoCerpenPelesiranpuisiPunago RimbunSastra

Related Posts

RUBRIK KATA RUANG

Oleh Dandri Hendika
4 Agustus 2026

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Oleh Redaksi Marewai
11 Juli 2026

Pulang Kampung             Haris keluar dari bus angkutan antar kota. Langkahnya pelan menghentak seakan menumpahkan kekesalan di hatinya. Bagaimana...

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Oleh Redaksi Marewai
26 Juni 2026

KEPADA SHEI Aku senang membayangkan hal-hal yang indah. Kubayangkan matamu menjadi rumah paling megah: tempat di mana lelah perlahan...

Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen | Venari In Gehenna (2026)

Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen | Venari In Gehenna (2026)

Oleh Redaksi Marewai
18 April 2026

Venari In Gehenna (2026)             — Michelle Petrelll Aku memandangi lukisan anomali persis melihat api melawan gravitasi : alkisah...

Next Post
Cerpen Romi Afriadi | Sudahkah Kau Menghapus Nomor Teleponku Dari Teleponmu?

Cerpen Romi Afriadi | Sudahkah Kau Menghapus Nomor Teleponku Dari Teleponmu?

Seniman Sumbar Bersiaplah, Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) 2021 Bakal Digelar Oktober

Seniman Sumbar Bersiaplah, Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) 2021 Bakal Digelar Oktober

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In