• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Selasa, Agustus 25, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi Ilhamdi Putra | Lemang Berlua

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
1 Mei 2021
in Sastra
2.6k 136
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Mengkal Kalang

Usah kau tanyakan seberapa jauh aku berjalan
bagaimana kutinggalkan pekarangan bersemak sirih
harum lengkuas tumbuh kisut bermiang lebat.

Kuangkut sansai yang tak pernah kau dengar
menjadi seorang hilang lagi terbuang, asing pada tubuh sendiri
membawa gelambir kulit pada hari-hari siam penanggalan ganjil,
aku tahu, sesungguhnya kelaliman bersarang dalam doa panjang
tapi katakanlah pada seluk mana pengaminanmu tersesat.

Dan usah kau tanyakan lagi seberapa hitam liang mataku
seberapa putih telapak kaki menjauhi kilas hari lalu
sebab kutuk namamu tinggal biru empedu, pahit melulu.

2021

Lemang Berlua
kepada Janet DeNeefe

Kalau aku tuturkan tentang ketan ditanak dalam ruas talang, Ibu
tidak akan sampai-sampai lidahku menjangkau langi-langit mulut
sebab gelintin sekalian legitnya membuat lidah senantiasa menggeliat.

Kami sisipkan sehelai pucuk daun pisang ke dalam buluh
ketan ditanak bersama pati santan mendidih, yang pekatnya
aih, gincu pada bibir perempuan teluk bakal bias dibuatnya!

Dan lua di tengahnya terbuat dari kelapa dimatangkan usia
daging kelapa diserut kukur tangan itu kami siram gula lawang.

Lemang berlua kami hidangkan, kami jadikan hantaran
ketika pinangan dianjung, atau setiap hari baik bulan baik.

Kalau serta aku tuturkan lengan gesit amai-amai melemang
lelaki mana yang tidak jatuh hati pada perempuan kaum kami
asin tangannya bertuah, yang membuat makanannya menjadi.

2020

Pawai

Kota dengan pawai kematian sepanjang jalan
orang-orang mengubur sebagian badan sebelum mereka dilahirkan
dan kita terpaksa memilih, ajal yang bersarang pada desah terakhir
atau yang sengaja terbentur ke lingkar pinggang.

Di rumah sehabis penurunan tajam dengan jalur menikung selipatan usus itu
aku kira maut adalah satin hitam penutup ubun

takdir adalah detik yang pergi sebelum kata berangkat batal diputuskan.

Dan gema pengeras suara itu kian membangun kebencian
hasrat kota untuk terus menjadikan kita sekafir puisi.

Pawai yang dipenuhi badan selanyak daging mengkudu jatuh menampuk
takdir sengaja dibiarkan datang dari tidur dengan mimpi buruk.

2021

Kepada Arlin

Di sini tadi gerimis
dan kita bertukar kabar
kau, atau mungkin aku
di kejauhan yang tak sebentar.

Pejamkan saja mata, di luar dedaun basah dipukul cuaca
tapi di kedalaman ini yang tertinggal hanya kerontang.

Mungkin kita akan segera paham
pada suatu yang pernah mendesak ke ambang pintu
di mana kau, atau mungkin aku, pernah berkata:

“kesementaraan hanya kabung lindur”.

Di sini tadi hujan tanggung
dan kita saling berhitung.

Sedang sisa debu kilometer masih berjaga
dan angin dari selat kembali menyela

kau, atau mungkin aku
menghirup bau basah dari jendela.

Tapi seseorang yang lekas menjadi kita
akan berigau di balik selimutnya

“jarak hanya kabung lindur, sebentar bakal pudur”.

2021


Ilhamdi Putra lahir di Padang, Sumatera Barat. Bergiat di ruang riset sastra dan humaniora Lab. Pauh 9. Tulisannya disiarkan media cetak dan elektronik, serta terhimpun dalam beberapa antologi bersama. Menghadiri beberapa pertemuan kesusastraan, salah satunya Ubud Writers and Readers Festival 2019 (Ubud, Bali) sebagai Emerging Writers. Temui saya di FB: Ilhamdi Putra
Email : [email protected]


  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata - 4 Agustus 2026
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
Tags: BudayaCerpenPelesiranpuisiPunago RimbunSastra

Related Posts

Kata Ruang: Strategi Mendang-Mending dalam Puisi | Dandri Hendika

Kata Ruang: Strategi Mendang-Mending dalam Puisi | Dandri Hendika

Oleh Dandri Hendika
7 Agustus 2026

Antara guru kulit terang dan guru lokal sawo matang ada jenjang tak kepalang. Gaji guru sawo matang merangkak-rangkak seperti...

RUBRIK KATA RUANG

Oleh Dandri Hendika
7 Agustus 2026

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Oleh Redaksi Marewai
11 Juli 2026

Pulang Kampung             Haris keluar dari bus angkutan antar kota. Langkahnya pelan menghentak seakan menumpahkan kekesalan di hatinya. Bagaimana...

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Oleh Redaksi Marewai
26 Juni 2026

KEPADA SHEI Aku senang membayangkan hal-hal yang indah. Kubayangkan matamu menjadi rumah paling megah: tempat di mana lelah perlahan...

Next Post
Cerpen Topik Ismanto | Ilusi Bahagia

Cerpen Topik Ismanto | Ilusi Bahagia

Robohnya “Monumen Lope” Painan

Robohnya "Monumen Lope" Painan

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In