• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Tradisi Badampiang: Momen Sakral Mengantar Mempelai Pria, Sutera, Pesisir Selatan

Arif P. Putra Oleh Arif P. Putra
17 Juni 2021
in Budaya
1.7k 34
0
Home Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Indonesia memiliki keberagaman tradisi, dari Sabang sampai Merauke pasti mempunyai tradisi daerahnya masing-masing. Sesuai dengan makna dari tradisi itu sendiri, ialah kebiasaan yang berasal dari nenek moyang, berkembang secara turuntemurun dan dipakai sampai saat ini dalam kehidupan masyarakat. Biasanya tradisi tersebut juga sejalan dengan adat di daerahnya masing-masing, misalnya tradisi Badampiang (sebagian masyarakat juga menyebutnya dengan ayo dampiang) yang ada di Kecamatan Sutera, Pesisir Selatan, Sumatra Barat. Tradisi ini biasanya dilakukan saat prosesi mengantar mempelai pria ke rumah mempelai wanita. Badampiang dilaksanakan di jalan, ketika hendak mengantarkan mempelai pria dari rumahnya ke rumah mempelai wanita. Sepanjang perjalanan orang-orang yang ikut mengantarkan mempelai akan bersorak “ayo dampiang” Lengkap dengan beberapa nyanyian-nyayian sendu. Di Kecamatan Sutera tradisi ini biasanya dilaksanakan malam, karena kebiasaan masyarakat setempat melaksanakan prosesi ijab kabul pada malam hari.

Secara umum, Badampiang termasuk kedalam tradisi lisan, yang dilakukan ketika melaksanakan pernikahan. Badampiang merupakan proses pernikahan untuk mendampingi mempelai laki-laki menuju ke rumah calon mempelai perempuan yang diikuti oleh alunan pantun yang didendangkan sebelum ijab kabul. Badampiang juga salah satu warisan budaya tak benda.

Beberapa tahun terakhir tradisi ini jarang sekali ditemui, sebab peraturan pemerintah  daerah, dimana proses ijab kabul dilakukan pada pagi/siang hari. Jikapun terpaksa malam, itu hanya sampai jam 9/10. Rumit memang kalau sudah membahas persoalan “saya terima nikahnya sianu itu”.
Sebenarnya yang menjadi persoalan sebenarnya adalah jam-jamnya, misalnya para ibu-ibu pergi baralek/pesta/muanta terlalu sore. Mengapa demikian, permasahalan ini adalah sebuah tradisi, kebiasaan yang sangat sulit dirubah. Yaitu pergi ke pesta sore hari dan pulang menjelang senja, tak jarang pula pulang selesai magrib. Secara adat yang diajarkan di Minangkabau, perempuan sebaiknya di dalam rumah ketika menjelang magrib, pameonya tidak baik anak perempuan keluar rumah saat magrib datang. Ini berlaku kepada semua perempuan. Bila orang tua berlaku pada anaknya, bila suami berlaku pada istrinya. Persoalan klasik ini tak dapat dibendung, ditambah lagi zaman semakin maju, yang dulu pergi konvoi baralek dengan oto tambang balai, sekarang ada odong-odong yang lengkap dengan musiknya. Tak ada hambatnya kalau sudah dijemput. Selain itu, prosesi ijab kabul yang biasa dilaksanakan malam/dinihari memakan waktu sangat lama, tak jarang bisa sampai subuh.*

Nah, tradisi tersebut tentunya berdampak kepada prosesi selanjutnya. Pemerintah mengeluarkan peraturan demikian, sudah pasti jadwal-jadwal lain juga berubah. Yang dulunya prosesi ijab kabul malam, sekarang berganti pagi hari menjelang siang. Dan naasnya peraturan tersebut berdampak kepada beberapa tradisi adat yang sejak lama ada dalam proses baralek, salah satunya Badampiang. Tradisi ini sudah jarang ditemui lagi, alasannya beragam. Ada alasan karena jarak, ada pula alasan pengulu dan aturan baru.

Bila dulu sering ditemui karena pria dan wanita kebanyakan berjodoh dengan orang kampungnya sendiri, atau paling tidak kampung sebelah/satu Kecamatan. Sehingga tradisi Badampiang bisa dilaksanakan dengan mudah. Sedangkan sekarang, banyak dari mereka yang mendapatkan jodoh dari daerah lain. Bila sekiranya rumah mempelai wanita/anak daro jauh, misalnya Surantih ke Batang Kapas, tidak mungkin mereka Badampiang sejauh itu.

Proses badampiang dilaksanakan seperti berikut: bermula dari rutinitas adat menjemput marapulai/mempelai pria oleh kekeluarga anak daro, lngkap dengan sumando dan pernak pernik atau alat untuk menjemput marapulai. Sesampai di rumah orang tua mempelai pria, rombongan penjemput marapulai disambut keluarga mempelai pria tersebut yang tentunya juga dihadiri ninik mamak, pemuda, pimatang panjang di nagari dan lainnya.

Kemudian sebelum masuk kepada pembahasan inti kedatangan, rombongan tersebut ditanyai terlebih dahulu tujuan dan maksud kedatangan. Maka terjadi alur sisomba saat itu, kadang lancar dan tenang, kadang juga butuh waktu sebentar saja. Setelah disepakati kedua belah pihak bahwa kedatangan tersebut ialah untuk menjemput marapulai, dan pihak marapulai telah mengizinkan marapulai pergi nikahnikah. Saat itulah awal badampiang terjadi. Biasanya marapulai diberangkatkan dari rumah malam hari atau pukul 01.00 WIB.

  • About
  • Latest Posts
Arif P. Putra
ikuti saya
Arif P. Putra
Penulis at Media
Pengelola & penulis di kanal Marewai, menulis Rubrik Pelesiran dan Budaya. Kami juga melakukan riset independen seputar kearifan lokal di Minangkabau, terutama Pesisir Selatan. Selain mengisi kolom di Marewai.com, saya juga menulis puisi dan cerpen dibeberapa media daring dan cetak di Indonesia. Karya-karya saya sering menggabungkan kepekaan terhadap detail kehidupan sehari-hari dengan kedalaman emosional yang membuat pembaca terhubung dengan karakter dan cerita yang diciptakan. Saya juga menulis di rubrik Pelesiran website www.marewai.com
blog;pemikiranlokal.blogspot.com,
Arif P. Putra
ikuti saya
Latest posts by Arif P. Putra (see all)
  • Cakap Pilem – Viduthalai Part 1: Potret Suram Orang-orang Miskin dan Kekejian Kapitalisme Bersenjata Aparat Negara - 23 Januari 2026
  • Cakap Pilem – Penyakit dan Drama Asmara: Naif dan Agresif - 17 Desember 2025
  • Muaro Paiti: Babak Kedua dan Memulun Ingatan Kolektif – Arif Purnama Putra - 1 November 2025
Page 1 of 2
12Next
Tags: BudayaCerpenPelesiranpuisiPunago RimbunSastra

Related Posts

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

Oleh Redaksi Marewai
23 Januari 2026

Marewai—Kota Padang, 23 Januari 2025 STEVUNK berdiri pertengahan tahun 2025 di Padang. Memperkenalkan diri dengan lagu pertama berjudul ‘Batu...

SERI – AJI MANTROLOT | Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano

SERI – AJI MANTROLOT | Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano

Oleh Dewang Kara Sutowano
9 Januari 2026

Sebuah Cerita Panjang yang Sengaja Dicerai-Berai Namanya Bukit Atar, terletak tak jauh dari Batang Sinamar. Dari bukit itu terlihat...

PEREMPUAN: KECEMASAN GANDA DI TENGAH BENCANA | Andini Nafsika

PEREMPUAN: KECEMASAN GANDA DI TENGAH BENCANA | Andini Nafsika

Oleh Redaksi Marewai
27 Desember 2025

Banjir bandang (galodo) yang terjadi di tiga provinsi pada November lalu menyisakan luka menganga bagi banyak orang, kehilangan keluarga,...

CERMINAN KETAKUTAN WANITA YANG TERGAMBAR DALAM PUISI “DI SALON KECANTIKAN” KARYA JOKO PINURBO – Sabina Yonandar

CERMINAN KETAKUTAN WANITA YANG TERGAMBAR DALAM PUISI “DI SALON KECANTIKAN” KARYA JOKO PINURBO – Sabina Yonandar

Oleh Redaksi Marewai
24 Desember 2025

Ia duduk seharian di salon kecantikan. Melancong ke negeri-negeri jauh di balik cermin. Menyusuri langit putih biru jingga dan...

Next Post
Puisi-puisi Diego Alpadani | Si Gadih Itu Lulu

Puisi-puisi Diego Alpadani | Si Gadih Itu Lulu

Cerpen Romi Afriadi | Sudahkah Kau Menghapus Nomor Teleponku Dari Teleponmu?

Cerpen Romi Afriadi | Sudahkah Kau Menghapus Nomor Teleponku Dari Teleponmu?

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In