• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Selasa, Februari 3, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Sebagai Pengingat, Marewai Produksi Film Dokumenter Tenju Langgai “Lahia Ba Batin”

Arif P. Putra Oleh Arif P. Putra
1 Desember 2023
in Budaya
1.3k 39
0
Home Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan
Sebuah produksi film dokumenter dalam upaya pengarsipan seni tradisi

Marewai — Langgai, Jumat tanggal 24 November 2023. Keahlian silek menggunakan tenaga batin, sampai saat ini masih disimpan oleh kalangan pandeka; terutama pada pesilat-pesilat tua. Silek di Minangkabau adalah kombinasi dari ilmu beladiri lokal, yang datang dari luar dan ajaran Islam sebagai intinya. Artinya, langkah silek (langkah tigo misalnya), di Minangkabau adalah sesuatu yang khas yang merupakan karya inovatif mereka. Jika hanya melihat sekilas tentu bisa dipandang bahwa langkah silek Minangkabau sederhana saja, namun di balik langkah sederhana itu, terkandung kecerdasan yang tinggi dari para penggagasnya (tuo silek).

Tenju Langgai bagai pisau tajam; setipis angin secepat kilat. Bila dilihat sekilas, jurus ini nampak tidak spesial. Sederhana dan tapi sulitditebak. Dalam silek Langgai, jurus ini tergolong gerakan mematikan; serangan langsung ke hulu hati. Tinju dikepal, pada bagian telunjuk agak menonjol dan sesaat dibuka layaknya memiuh/pelintir ketika mendarat di bagian hulu hati. Dalam pameonya Silek Langgai juga diungkapkan “kanai tiok manggarik”. Pandeka silek Langgai boleh saja belajar Silek bertahun-tahun, tapi jurus ini diwarisi hanya kepada orang terpilih. Namun semua pandeka boleh mempelajarinya.

Jumat pagi, matahari nyalang dan cuaca begitu cerah. Tak ada tanda-tanda gabak, cewang nampak betah sampai pukul 11:00 wib. Rombongan Serikat Budaya Marewai dari Padang mencapai pemberhentian pertama di Koto Baru, Surantih sekitar pukul 09:45 wib. Kemudian rombongan beranggotakan 7 orang sarapan. Setelah tim utama menjadi 10 orang, ditambah oleh rombongan pertama yang sudah berangkat kamis pagi. Pagi menjelang siang, setelah sarapan telat itu tim Marewai menyiapkan kembali apa-apa yang sekiranya lupa atau apa-apa yang sekiranya patut dipersiapkan diluar pemutaran film.

Siang yang terik, cuaca seolah mengaminkan perjalanan ke Langgai. Kami bersegera berangkat, rombongan sepakat untuk salat jumat di Ampalu. Supaya waktu diperhitungkan semaksimal mungkin, menimbang lokasi yang cukup jauh. Kami akhirnya berangkat, satu rombongan menggunakan mobil berisikan 4 orang. Kemudian disusul oleh 3 motor ditumpangi 2 orang. Jadi total yang ikut hari itu dari tim Marewai 10 orang. Setengah dari 10 orang tersebut baru pertama kali datang ke Langgai. Selama ini mereka hanya membacanya lewat tulisan yang hampir senada: daerah 3T, kunjungan pejabat, dan bencana alam. Sedikit yang mencatat sisi lain Langgai, sejarah dan perkembangan ulama di sana. Begitu kira-kira pendapat setengah dari rombongan tadi mengungkapkan.

Di Ampalu, aku terkenang Erni. Maestro Baela Ampalu yang sudah tersohor itu. Dendang yang sewaktu-waktu bisa merenggut tangis dalam dadamu, lalu tanpa sadar air mata berlinang. Kata seorang tua, “kok dapek Erni nan badendang parasaian, yo namua baurai aie mato mandanga.” Di Ampalu, aroma gambir bertebaran dimana-mana, suara kanak-kanak dan garin masjid bersipacu. Jawi-jawi menyatu dengan jalanan, bau bawang dari kuali penggorengan, dan debu bersipangku diantara rumah-rumah. Di daerah ini jarang rumah warga dan jalan sudah sangat dekat. Tapi suasana Jumat begitu khidmat, ramai dan khusyuk. Tentu saja suara kanak-kanak adalah penambah kekhusyukan itu. Bahagia yang beda.

Setelahnya kami melewati jembatan gantung Kayu Aro, perbatasan antara Ampalu dan Kayu Aro. Ini adalah jembatan gantung yang cukup panjang. Dengan rangka baja dan besi, jembatan kuning ini kerap menjadi penanda bagi masyarakat yang hendak pergi mandi-mandi sehari sebelum bulan puasa. Jembatan ini juga memiliki sungai yang sangat menarik, bisa digunakan untuk berbagai macam kegiatan seperti mencuci kendaraan; motor dan mobil. Sayangnya akibat pengambilan bebatuan dari sungai yang tak terkendali membuat lokasi ini semakin melebar. Masih sama, aroma gambir seweliran, bapak-bapak menyandang kampan sebagai tas ke ladang. Layaknya mahasiswa ke kampus. Jalanan yang penuh debu, koral semeraut dengan lecah; berlobang dan licin. Di Kayu Aro pula aku ingat sebuah lagu lawas yang nyatanya Kayu Aro Solok. Jalan Kayu Aro mengantarkan suara sungai yang deras, kecipak air terasa sejuknya ke badan. Burung-burung ribut, sesekali orang-orang dari atas bukit memandang, sambil berhenti sejenak mengayunkan cangkul.

  • About
  • Latest Posts
Arif P. Putra
ikuti saya
Arif P. Putra
Penulis at Media
Pengelola & penulis di kanal Marewai, menulis Rubrik Pelesiran dan Budaya. Kami juga melakukan riset independen seputar kearifan lokal di Minangkabau, terutama Pesisir Selatan. Selain mengisi kolom di Marewai.com, saya juga menulis puisi dan cerpen dibeberapa media daring dan cetak di Indonesia. Karya-karya saya sering menggabungkan kepekaan terhadap detail kehidupan sehari-hari dengan kedalaman emosional yang membuat pembaca terhubung dengan karakter dan cerita yang diciptakan. Saya juga menulis di rubrik Pelesiran website www.marewai.com
blog;pemikiranlokal.blogspot.com,
Arif P. Putra
ikuti saya
Latest posts by Arif P. Putra (see all)
  • Cakap Pilem – Viduthalai Part 1: Potret Suram Orang-orang Miskin dan Kekejian Kapitalisme Bersenjata Aparat Negara - 23 Januari 2026
  • Cakap Pilem – Penyakit dan Drama Asmara: Naif dan Agresif - 17 Desember 2025
  • Muaro Paiti: Babak Kedua dan Memulun Ingatan Kolektif – Arif Purnama Putra - 1 November 2025
Page 1 of 2
12Next

Related Posts

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES!

Oleh Redaksi Marewai
23 Januari 2026

Marewai—Kota Padang, 23 Januari 2025 STEVUNK berdiri pertengahan tahun 2025 di Padang. Memperkenalkan diri dengan lagu pertama berjudul ‘Batu...

SERI – AJI MANTROLOT | Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano

SERI – AJI MANTROLOT | Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano

Oleh Dewang Kara Sutowano
9 Januari 2026

Sebuah Cerita Panjang yang Sengaja Dicerai-Berai Namanya Bukit Atar, terletak tak jauh dari Batang Sinamar. Dari bukit itu terlihat...

PEREMPUAN: KECEMASAN GANDA DI TENGAH BENCANA | Andini Nafsika

PEREMPUAN: KECEMASAN GANDA DI TENGAH BENCANA | Andini Nafsika

Oleh Redaksi Marewai
27 Desember 2025

Banjir bandang (galodo) yang terjadi di tiga provinsi pada November lalu menyisakan luka menganga bagi banyak orang, kehilangan keluarga,...

CERMINAN KETAKUTAN WANITA YANG TERGAMBAR DALAM PUISI “DI SALON KECANTIKAN” KARYA JOKO PINURBO – Sabina Yonandar

CERMINAN KETAKUTAN WANITA YANG TERGAMBAR DALAM PUISI “DI SALON KECANTIKAN” KARYA JOKO PINURBO – Sabina Yonandar

Oleh Redaksi Marewai
24 Desember 2025

Ia duduk seharian di salon kecantikan. Melancong ke negeri-negeri jauh di balik cermin. Menyusuri langit putih biru jingga dan...

Next Post
Cerpen Dody Widianto | Monolog Cacing Kremi

Cerpen Dody Widianto | Monolog Cacing Kremi

Puisi-puisi Safari Maulidi | Dalam kamus malaikat

Puisi-puisi Safari Maulidi | Dalam kamus malaikat

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In