• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Punago Rimbun : Tuangku Malin Sirah dan Imam Abdullah di Pusek Jalo Banda Sapuluah | Zera Permana

Zera Permana Oleh Zera Permana
29 April 2021
in Punago Rimbun
1.2k 92
0
Home Punago Rimbun
BagikanBagikanBagikanBagikan

Pada Masa Raja Bagindo Sati menjadi Raja di Koto Marapak, pada waktu itu pula Tuangku Malin Sirah dan Imam Abdullah yang menurun ke Hulu Bayang (Sentral Keislaman Baruah Alam Minangkabau) melalui Solok Salayo Kubuang Tigo Baleh mehiliri hulu Sungai Bayang menepat di Bayang Janiah, terus ke Bayang Pulut-pulut, belayar ke Lawik Nan Sadidih Alam Pulau Paco, menempuh Pasia Nan Gumelang. Keluar Di Solok Bonta, terus Ke Talang Gadang memudiki Pasar Kambang.

Sebagai mana perjalanan Tuangku Malin Sirah dan Imam Abdullah ke Kambang hendak Menjadi Rajo Syarak di Nagari Kambang, penyebar Islam (Suluah dalam Nagari) menetapkan hukum-hukum berdasarkan hukum Islam di Pusek Jalo Banda Nan Sapaluah pada masa itu, penobatan dikala itu di minta di Talang Gadang. Maka diminta oleh Tuangku Malin Sirah dan imam Abdullah kepada Kampai Nan Barampek berserta Ikek Nan Ampek datang ke Talang Gadang untuk menghadiri nobat yang akan dilakukan oleh Tuangku Malin Sirah. Mengingat hal demikian, maka Kampai Nan Ampek beserta Ikek Nan Ampek datang ke Talang Gadang. Setelah Kampai Nan Ampek dan Ikek Nan Ampek hadir, lalu diperiksa persyaratan Adat Batagak Rajo Syarak, maka kedapatan persyaatan Adat Batagak Rajo Syarak (Mangkuto, dan baju kebesaran) tidak ada untuk di nobatkan. Diwaktu itulah seluruh Kampai Nan Ampek dan ikek Nan ampek menolak dan tidak menerima untuk acara penobatan di lakukan pada saat itu.

Di saat itu bermufakat kampai Nan Ampek dan Ikek Nan Ampek, “bulek lah sagolek, kato lah sabuah”, dikatakan kepada Tuangku Malin Sirah dan imam Abdullah “ kalau hendak menjadi Raja Syarak carilah atau adakanlah alat kebesaran Raja supaya boleh kami sahkan, dilelokan dalam nagari Banda Nan sapuluah.

Mendengar perkataan dari Kampai Nan Ampek dan Ikek Nan Ampek Tuangku Malin Sirah dan Imam Abdullah berumbuk berdua dan memutuskan untuk kembali ke Alam Surambi Sungai Pagu. Akan menghadap Yang Dipatuan Sungai Pagu. Memohon supaya diberi alat kebesaran raja-raja.

Disaat itu, setelah putus permufakatan maka berangkatlah Tuangku Malin Sirah dan Imam Abdullah ke Sungai Pagu. Sesampai di Sungai Pagu, langsung menghadap Daulat Yang Dipatuan Sungai Pagu, menghaturkan sembah menyampaikan tujuan dan maksud meminta kebesaran Raja Sungai Pagu, untuk penobatan di Talang gadang. Mendengar permohonan dan permintaan Tuangku Malin Sirah dan Imam Abdullah, Daulat Yang Dipatuan Sungai Pagu menjawab dan menjelaskan bahwa alat kebesaran raja-raja Sungai Pagu sudah habis, tak ada lagi yang untuk diberikan. Kemudian Raja Sungai Pagu terdiam sebentar dan berpikir, lalu berkata pada Tuangku Malin Sirah; kalau Tuangku mau kebesaran juga datanglah ke Aceh meminta kebesaran kepada Daulat Yang Dipatuan Aceh karena raja Aceh itu adalah saudara kita juga, sedangkan kebesaran Raja-raja yang ada dibawa semua ke Aceh, karena dia adalah saudara kita yang tertua dari kita di Sungai Pagu. Oleh Daulat Yang Dipatuan Sungai Pagu diberi Tando Mato beserta surat sepucuk untuk menuju Negeri Aceh Darussalam.

  • About
  • Latest Posts
Zera Permana
ikuti saya
Zera Permana
Redaksi Marewai at Media
Zera Permana
Salimbado Buah Tarok (Anggota Pusat Kajian Tradisi Salimbado Buah Tarok). Sekarang bekerja fokus di Serikat Budaya Marewai. Berasal Dari Nagari Sungai Pinang, Koto XI Tarusan Pesisir Selatan. Pengelola dan Penulis Tetap Rubrik "Punago Rimbun". Zera merupakan arsiparis muda manuskrip-manuskrip Minangkabau, selain fokus mengarsipkan manuskrip, Zera juga aktif berkegiatan dalam Alih Aksara dan Alih Bahasa. Salah satu manuskrip yang sudah terbit, "Kitab Salasilah Rajo-Rajo Minangkabau".
Zera Permana
ikuti saya
Latest posts by Zera Permana (see all)
  • Punago Rimbun: Indrapura Urat Tunggang Daulah Kesultanan Minangkabau – Zera Permana - 3 September 2025
  • Sejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan – Bagian 2 - 2 Oktober 2024
  • Seri Punago Rimbun: Sejarah Menepinya Raja Alam Surambi Sungai Pagu, Samsudin Sandeowano Setelah Penobatan di Pagaruyung - 26 September 2024
Tags: BudayaCerpenEsaiPelesiranpuisiPunago RimbunSastra

Related Posts

Punago Rimbun: Indrapura Urat Tunggang Daulah Kesultanan Minangkabau – Zera Permana

Punago Rimbun: Indrapura Urat Tunggang Daulah Kesultanan Minangkabau – Zera Permana

Oleh Zera Permana
6 November 2025

Burek Tunggang Ka Karajaan Indopuro Lunang Bapucuak Bulek Di Minangkabau Pagaruyuang Bajulai si aka jambai, di Tepian Sungai Muara...

Sejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan – Bagian 2

Sejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan – Bagian 2

Oleh Zera Permana
6 November 2025

Seri Punago RimbunSejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan (Bagian 2) Maka...

Seri Punago Rimbun: Sejarah Menepinya Raja Alam Surambi Sungai Pagu, Samsudin Sandeowano Setelah Penobatan di Pagaruyung

Seri Punago Rimbun: Sejarah Menepinya Raja Alam Surambi Sungai Pagu, Samsudin Sandeowano Setelah Penobatan di Pagaruyung

Oleh Zera Permana
26 September 2024

Suatu waktu terjadi peristiwa di Alam Surambi Sungai Pagu, tiga orang pembesar; Raja Kampai Tuangku Bagindo, Raja Panai Tuangku...

Punago Rimbun: Hilangnya Keris Kesaktian Bunga Kesayangan | Zera Permana

Punago Rimbun: Hilangnya Keris Kesaktian Bunga Kesayangan | Zera Permana

Oleh Zera Permana
21 September 2024

Sumatra yang lebih dikenal dalam bahasa tradisi Pulau Perca, ujungnya Negeri Aceh pangkal hingga Lampung. Orang yang mendiami Pulau...

Next Post
Puisi-puisi Ilhamdi Putra | Lemang Berlua

Puisi-puisi Ilhamdi Putra | Lemang Berlua

Cerpen Topik Ismanto | Ilusi Bahagia

Cerpen Topik Ismanto | Ilusi Bahagia

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In