• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Selasa, Februari 3, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Punago Rimbun: Runguih Bayang | Zera Permana

Zera Permana Oleh Zera Permana
3 Desember 2020
in Punago Rimbun
1.2k 75
0
Home Punago Rimbun
BagikanBagikanBagikanBagikan

Suatu perjalanan yang dijajaki di Negeri Bayang Sentral Ilmu dan Bandar yang terkenal dengan pelabuhan disebut Bandar Bayang. Pada saat itu Raja Pulut-pulut Selanjutnya disebut Pamuncak Pulut-pulut menaiki tahta Kerajaan Bayang, apabila Raja Bayang Dt Rajo Alam berhenti, yang disebabkan meninggal dunia, atau pemintaan sendiri, atau di berhentikan sebuah “rapak” sebab menyalahi aturan adat. Apabila Dt Bagindo Maharajo Lelo telah menaiki tahta, maka pewaris gelar Dt Rajo Alam disebut Pamuncak Koto (kemudian Pamuncak Koto Barapak) berakhir pula masa jabatan Dt Bagindo Maharajo Lelo, dikarenakan meninggal dunia, berhenti atau diperhentikan, karena menyalahi adat, maka Dt Rajo Alam yang menjadi raja.

Selanjutnya Dt Bagindo Maharajo Lelo menjadi Pamuncak Pulut-pulut kelak jabatan pamuncak, diperluas menjadi Pamuncak Nagari Bayang, menjadi pemberi kedua Bayang, demikianlah silih berganti. Masa “pertentangan” sejiran ini, menyebabkan kurangnya aktif pemerintahan Bayang mengurus pelabuhan-pelabuhanya. Perantau-perantau dari Minangkabau Tengah kemudian merebut beberapa pelabuhan penting, dan ada yang mendirikan pekampungan baru. Perantau-perantau Sungai Pagu merebut pelabuhan-pelabuhan di bagian selatan. Perantau-perantau dari Guguak Kubuang Tigo Baleh ex. (Sungai Nyalo, Banda Mua dan Linjuang), merebut Kuala Sungai Nyalo dan Teluk Puyu, dan mendirikan perkampungan baru, seperti Tarusan, Siguntur dsg. Kelak daerah tersebut bernama Koto XI. Linjuang kemudian bernama Bungus, melepaskan diri, dan meminta adat ke Solok dan Salayo. Dan kelak, di abad XVI, Bayang kembali mucul, ketika perang antara bandar-bandar Bungo Pasang, Sungai Nyalo, Kualo Banda Mua, melawan Portugis.

  • About
  • Latest Posts
Zera Permana
ikuti saya
Zera Permana
Redaksi Marewai at Media
Zera Permana
Salimbado Buah Tarok (Anggota Pusat Kajian Tradisi Salimbado Buah Tarok). Sekarang bekerja fokus di Serikat Budaya Marewai. Berasal Dari Nagari Sungai Pinang, Koto XI Tarusan Pesisir Selatan. Pengelola dan Penulis Tetap Rubrik "Punago Rimbun". Zera merupakan arsiparis muda manuskrip-manuskrip Minangkabau, selain fokus mengarsipkan manuskrip, Zera juga aktif berkegiatan dalam Alih Aksara dan Alih Bahasa. Salah satu manuskrip yang sudah terbit, "Kitab Salasilah Rajo-Rajo Minangkabau".
Zera Permana
ikuti saya
Latest posts by Zera Permana (see all)
  • Punago Rimbun: Indrapura Urat Tunggang Daulah Kesultanan Minangkabau – Zera Permana - 3 September 2025
  • Sejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan – Bagian 2 - 2 Oktober 2024
  • Seri Punago Rimbun: Sejarah Menepinya Raja Alam Surambi Sungai Pagu, Samsudin Sandeowano Setelah Penobatan di Pagaruyung - 26 September 2024
Tags: CaritoPelesiranSastra

Related Posts

Punago Rimbun: Indrapura Urat Tunggang Daulah Kesultanan Minangkabau – Zera Permana

Punago Rimbun: Indrapura Urat Tunggang Daulah Kesultanan Minangkabau – Zera Permana

Oleh Zera Permana
6 November 2025

Burek Tunggang Ka Karajaan Indopuro Lunang Bapucuak Bulek Di Minangkabau Pagaruyuang Bajulai si aka jambai, di Tepian Sungai Muara...

Sejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan – Bagian 2

Sejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan – Bagian 2

Oleh Zera Permana
6 November 2025

Seri Punago RimbunSejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan (Bagian 2) Maka...

Seri Punago Rimbun: Sejarah Menepinya Raja Alam Surambi Sungai Pagu, Samsudin Sandeowano Setelah Penobatan di Pagaruyung

Seri Punago Rimbun: Sejarah Menepinya Raja Alam Surambi Sungai Pagu, Samsudin Sandeowano Setelah Penobatan di Pagaruyung

Oleh Zera Permana
26 September 2024

Suatu waktu terjadi peristiwa di Alam Surambi Sungai Pagu, tiga orang pembesar; Raja Kampai Tuangku Bagindo, Raja Panai Tuangku...

Punago Rimbun: Hilangnya Keris Kesaktian Bunga Kesayangan | Zera Permana

Punago Rimbun: Hilangnya Keris Kesaktian Bunga Kesayangan | Zera Permana

Oleh Zera Permana
21 September 2024

Sumatra yang lebih dikenal dalam bahasa tradisi Pulau Perca, ujungnya Negeri Aceh pangkal hingga Lampung. Orang yang mendiami Pulau...

Next Post
Jadikan Pasar Tradisional Sebagai Labor, Pelaku EKRAF Bentuk Komunitas Kuciang Baranak

Jadikan Pasar Tradisional Sebagai Labor, Pelaku EKRAF Bentuk Komunitas Kuciang Baranak

Bongkar Dua Naskah, Nan Tumpah Gelar Pertunjukan “Mencabik Pekik Sunyi”

Bongkar Dua Naskah, Nan Tumpah Gelar Pertunjukan "Mencabik Pekik Sunyi"

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In