• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Jumat, Agustus 14, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Bongkar Dua Naskah, Nan Tumpah Gelar Pertunjukan “Mencabik Pekik Sunyi”

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
4 Desember 2020
in Berita Seni Budaya
2.1k 44
0
Home Budaya Berita Seni Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan
Poto: Proses latihan teater Mencabik Pekik Sunyi

Padang, Marewai– Komunitas Seni Nan Tumpah kembali menggelar karya terbarunya. Meski di tengah pandemi, karya ini justru diharapkan dapat menjadi setetes kesegaran ditengah gersangnya karya pertunjukan yang bersifat mandiri. Sutradara sekaligus pendiri komunitas seni Nan Tumpah, Mahatma Muhammad mengatakan, karya teater terbaru ini akan dipentaskan dari tanggal 11 hingga 13 Desember ini, berangkat dari dua naskah karya satu penulis yang sama.

“Naskah yang saya angkat disini adalah Cabik dan Pekik Sunyi,” sebutnya. Menariknya, kedua naskah tersebut ditulis oleh Muhammad Ibrahim Ilyas yang tidak lain adalah ayah Mahatma sendiri. “Kedua naskah ini sama-sama menghadirkan tiga karakter yakni tokoh laki-laki, perempuan dan sosok lain di luar diri mereka yang manusia. Dari elaborasi atas keduanya, saya mencoba menghadirkan semacam kerja pembacaan ulang, pembongkar-balikan, memangkas-sambung, menulis dan menyusun ulang struktur lakon untuk pertunjukan. Salah satu hal yang ingin dipertegas pada pembacaan tersebut adalah persoalan-persoalan konflik rumah tangga hingga konflik-konflik global yang sebelumnya sudah hadir pada kedua naskah tersebut,” sebutnya.

Menurut Mahatma, konteks kekinian sangat relevan dikaitkan pada pertemuan kedua naskah ini. “Ada banyak kasus-kasus kemanusiaan yang terjadi hari ini. Manusia seakan abai akan hal itu, tapi sangat intensif pada persoalan yang sifatnya kurang signifikan,” sebutnya. Mahatma berharap pertunjukan ini sekaligus dapat membangunkan kembali gairah seni pertunjukan setelah hampir setahun lamanya diserang pandemi.

“Penonton tetap kami batasi. Dalam sehari cuma dijual 50 tiket saja. Tentu ini tidak semaksimal yang kami harapkan. Tapi kita juga harus peduli dengan persoalan covid-19 ini,” sebutnya.

Secara bersamaan dengan agenda ini, Nan Tumpah menggandeng Kapten Moed untuk menggelar pameran instalasi di Taman Budaya Sumatra Barat, lokasi tempat digelarnya pertunjukan Mencabik Pekik Sunyi. “Seting artistik dari pertunjukan itu sendiri adalah karya instalasinya. Kapten Moed bersama tim, menggarap kayu-kayu dan limbah pantai lainnya menjadi karya instalasi sekaligus setting property pertunjukan. Jadi di sini orang mengunjungi pameran, dan di sini pula orang melihat pertunjukannya,” katanya.

Mendahului pertunjukan, pameran instalasi yang digarap Kapten Moed and The Gank akan dibuka pada hari Kamis, 10 Desember 2020, pukul 16.00 WIB. Pameran akan berlangsung setiap hari di Galeri Taman Budaya, dari tanggal 10-13 Desember, pukul 09.00 s/d 16.00 WIB.
Kolaborasi karya antara Kapten Moed dengan Nan Tumpah juga makin diperkaya permainan tata cahaya oleh Karta Kusumah dan musik ilustrasi garapan Tenku Radja. Kolaborasi semakin lengkap dengan hadirnya permainan visual motion grafis garapan Ijul Sarimata serta dukungan visual publikasi dan dokumentasi dari Vyronium.

“Ini laboratorium kolaborasi yang sangat baik bagi kelahiran ide-ide baru bagi kami yang biasa bergiat di dunia video,” kata Ijul, dari tim Sarimata. (rilis)

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata - 4 Agustus 2026
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
Tags: CaritoPunago RimbunSastra

Related Posts

Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata

Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
4 Agustus 2026

"Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA" di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang.Oleh: Irawan...

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
17 Juli 2026

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung TeaterOleh: Irawan Winata Barangkali panggung memiliki ruhnya sendiri. Sedari awal ia dibentuk, dihiasi tata...

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
10 Juli 2026

Kepergian seorang maestro teater selalu menyisakan kekosongan yang sunyi, sebuah luka mendalam yang menggetarkan panggung pertunjukan. Bagi dunia seni...

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
22 Juni 2026

Marewai-Padang, pada era digital yang efek negatifnya memahat kedalaman berpikir, sebuah oase literasi hadir di Kota Padang. Bertempat di...

Next Post
Puisi-puisi Ardhi Ridwansyah | Harimau di Mulutmu

Puisi-puisi Ardhi Ridwansyah | Harimau di Mulutmu

Cerpen Bangga S. Nagara | Do’a yang Berjumpa

Cerpen Bangga S. Nagara | Do'a yang Berjumpa

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In