• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Senin, Agustus 3, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Punago Rimbun: Empat Pendekar Penyelamat Pesisir Barat | Zera Permana

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
27 April 2022
in Sastra
2.2k 22
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Keberadaan Panglima Sonsang Lawik di Taluek Sinyalai Tambang Papan yang mengendalikan monopoli perdagangan di daerah Pesisir Barat membuat negeri-negeri di Pesisir Barat Kualo Banda Mua, Sungai Nyalo, Taluek Andampuro, Taluek Lelo Jati, Taluek Tampuruang Pinang Balirik, Kualo Bungo Pasang, Pinang Awan, dan Pulau Cingkuek menjadi redup. Akibat dari ekspor dan impor pedagang dari Sigilincin Asai-Asai (Negeri Cina) dan Pasak Palinggam, Ulak Tanah Basa, Tanah Basa dalam kendali Panglima Sonsang Lawik yang merupakan utusan dari penguasa bandar pelabuhan di Tanah Alang (Malaysia) Raja Alang Gampito di Bandar Malako. Situasi ini semakin diperparah oleh kaum pasukan Orang Garagasi Hitam melakukan kerja sama dengan orang Sikawak yang tinggal di pinggir pantai merampas harta penduduk, membakar setiap rumah di Kualo Banda Mua dan negeri lainnya.

Hal yang demikian membuat Raja Kualo Banda Mua dan Raja Taluek Andampuro mengadakan perundingan di Galanggang Kasai Rimbo Panjang Sungai Pinang Lamo untuk menemui Raja Bayang Kubang Ula Tuanku Rajo Mudo. Pertemuan Raja Kualo Banda Mua Dipatuan Rajo Mudo dan Raja Taluek Andampuro Rajo Tuo di Bayang Kubang Ula Tuanku Rajo Mudo mengadakan musyawarah besar di “Galanggang Kayu Nan Barambai Salasiah Ambuan Bayang Janiah”, memutuskan perkara. Mereka bertiga memutuskan untuk membentuk pasukan, pasukan yang ahli dalam Menjuhuang (memanah) Pasukan Uban Tali yang diminta kepada Raja Kualo Bungo Pasang, kemudian juga membentuk Pasukan Kilek Bayang Mato Kabua, dan Pasukan Sonsoang Barat dari Pulau Cingkuek oleh Sutan Junjuangan dengan Puti Sari Silinduang Bulan.

Setelah pasukan terbentuk, misi untuk mengusir Bangsa Garagasi Hitam dan Bajak Laut Rupik yang menguasai tiap pelabuhan di Pesisir Barat dan pulau Lantuang Kuang. Pasukan yang telah dibentuk di Negeri Bayang Kubang Ula oleh Tuanku Rajo Mudo bersama Raja Dipatuan Rajo Mudo Raja Kualo Banda Mua, dan Raja Tuo dari Taluek Andampuro, pasukan yang terlebih dulu diutus untuk membuat keributan di laut yaitu Pasukan Sonsoang Barat dari Pulau Cingkuek. Sedangkan Pasukan Umban Tali di utus dan di tempatkan di setiap daerah dataran rendah di Taluek Sinyalai Tambang Papan, dan Pasukan Juhuang (pemanah) di tempatkan tiap rimba yang ada di Taluek Sinyalai Tambang Papan dan di teluk-teluk tanjung pesisir Taluek Sinyalai, dan juga Pasukan Kilek Bayang Mato Kabua diutus untuk menjadi rakyat biasa di Taluek Sinyalai Tambang Papan untuk “Mancindo” (memukul dari belakang) Kaum Garagasi Hitam apabila mereka sedang “Tapico” (terlengah). Bentukan pasukan ini berhasil membuat Kaum Garagasi Hitam yang bersekongkol dengan Kaum Sikawak diburu oleh Pasukan Kilek Bayang dan Umban Tali dari Kualo Bungo Pasang lari ke Ngalau–ngalau kecil di tepi pantai, sedangkan sebahagian dari Kaum Garagasi Hitam dapat dibunuh oleh Pasukan Kilek Bayang Mato Kabua. Pasukan Garagasi Hitam yang lari ke Ngalau-ngalau di tepi pantai Taluek Sinyalai Tambang Papan tidak di ketahui oleh Panglima Sonsang Lawik yang fokus menangkis serangan dari laut Pasukan Sonsoang Barat Pulau Cingkuek. Pasukan Sonsoang Barat dan Pasukan Bajak Laut Rupik dalam perperangan di lautan podoh sama podoh (sama-sama imbang).

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
  • Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata - 10 Juli 2026
Tags: CerpenKabaMarewaiMinangkabaupuisiSastra

Related Posts

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Oleh Redaksi Marewai
11 Juli 2026

Pulang Kampung             Haris keluar dari bus angkutan antar kota. Langkahnya pelan menghentak seakan menumpahkan kekesalan di hatinya. Bagaimana...

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Oleh Redaksi Marewai
26 Juni 2026

KEPADA SHEI Aku senang membayangkan hal-hal yang indah. Kubayangkan matamu menjadi rumah paling megah: tempat di mana lelah perlahan...

Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen | Venari In Gehenna (2026)

Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen | Venari In Gehenna (2026)

Oleh Redaksi Marewai
18 April 2026

Venari In Gehenna (2026)             — Michelle Petrelll Aku memandangi lukisan anomali persis melihat api melawan gravitasi : alkisah...

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Oleh Redaksi Marewai
16 Maret 2026

Entah Buku Apa Namanya Aku pernah membaca tubuh bukuDan aku jatuh cinta pada manisnya kata pengantarBegitu syahduSesampai malam menemani...

Next Post
Punago Rimbun: Empat Pendekar Penyelamat Pesisir Barat | Zera Permana #2

Punago Rimbun: Empat Pendekar Penyelamat Pesisir Barat | Zera Permana #2

Cerpen Ian Hasan | Tali Pusar

Cerpen Ian Hasan | Tali Pusar

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In