• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Sabtu, Maret 21, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi Yohan Fikri M | Muasal

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
10 April 2021
in Sastra
1.6k 82
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Pada Sebuah Resepsi Perkabungan

tenda itu, memanglah biru warnanya ataukah ini sekadar konstelasi
mata yang berkaca-kaca, berbaur dengan cahaya
gemerlapan dari lampu tarub perkawinan? di antara gelegar
sound sistem melantunkan lagu “pengantin baru”,
wajah-wajah berseliweran & salam-salam yang kau tampani
telapak demi telapak, rasa asing menyunting sunyi jiwaku.

di sini, aku adalah kemurungan yang kikuk, duduk di antara
berpasang-pasang mata menatapku dengan iba,
serta hiruk pikuk euforia yang terkutuk sekaligus mengutukku.
bolehkah kuning pada janur yang melengkung itu
kumaknai sebagai warna bendera perkabungan?
sebab, bukankah hidup tanpamu adalah juga kematian?
haruskah aku mengulas senyum penuh arti, menjabat tanganmu
seraya berkata “samawa” pada resepsi perkabungan ini?

Kenyataannya, aku hanya mampu diam tergugu sebab memang
tak ada kalimat yang cukup pilu untuk menyatakan segenap lukaku.
Sementara di sana, kau duduk bersanding bersenda gurau,
di sini aku duduk-menunduk, bergeming & ingin teriak parau,
ketika seorang pewara di sudut sana mulai memanggil
sejumlah nama-nama dalam sesi foto bersama
— yang tentu, namaku tak akan tersebut dalam daftarnya.

Malang, 2021

Jawaban
— AP

Kau bertanya padaku apa itu cinta, aku coba menjelaskan: cinta adalah erang seorang perempuan yang mengejan sepenuh tenaga dalam sebuah ruang bersalin; bermandi keringat dingin. sementara suaminya duduk di samping ranjangnya sambil meringis menahan sakit ketika satu lengannya ia relakan untuk digigit.

Kau bertanya padaku apa itu rindu, aku coba menjabarkan: rindu adalah mata seorang perempuan yang merah & gatal lantaran kantuk telah menumpuk di balik pelupuk, memelototi layar televisi sambil berkali-kali memeriksa notifikasi, beberapa kali melakukan panggilan sedang suaminya masih saja di luar jangkauan.

Tetapi, kau masih terus bertanya padaku, “apa itu cinta & apa itu rindu”. Maka kudekatkan bibirku pada keningmu, kurapatkan tubuhmu pada tubuhku. Suatu saat, bila aku tak ada, degup jantung kita yang berdetak satu irama & kehangatan yang tak terjangkau kemegahan kata-kata, akan menjadi sebuah jawaban bagi pertanyaanmu dengan sendirinya.

Malang, 2021

Muasal

Pada mulanya adalah pertanyaan tentang hakikat kesetiaan,
“Haruskah aku bersujud selain kepada Engkau?”
“Ya, sebuah kesetiaan harus dikultuskan!” ujar-Nya
“Apa saja, asal tidak untuk berlutut
di bawah kaki manusia!” jawabnya lugas.
Saat itu, untuk pertama kalinya,
kesetiaan & penghianatan seperti lidahnya
yang tiba-tiba telah dibelah bercabang dua.
Ia lalu melata, menyeret tubuhnya
yang lembab & bersisik sambil mendesiskan
syahwat dendam & kebencian.

Ia tahu, perempuan jelmaan rusuk itu rawan patah & goyah,
sementara lelaki itu terlampau mencintainya
— paduan yang setara untuk menciptakan malapetaka.
Suatu waktu, pada hari & bulan
yang belum tercatat pada penanggalan,
ia menyepuh kulit buah ara yang bergelantung pada ranting
pohon terlarang, menjadi lebih merah & menantang
hingga perempuan itu tergoda & memagut daging buahnya

Mereka berdua lalu termentahkan dari hijau
rumput surga, tinggal di bumi, kawin, & beranak pinak
yang darinya darah-darah akan terus membelicak.
Setelah itu, kutukan & pengusiran
yang bersisik di tubuhnya, masihlah rahim
yang akan melahirkan dendam berlarut-larut.

Malang, 2021


Pada Sebait Parit Kecil

Kau kini, ikan sepat di ambang sekarat.
Kepayang terkena gendam getah tuba
pada sebait parit kecil tempat
ikan-ikan merawikan gelagat musim.

Parit yang memanjang seturut pematang,
mengalir jauh menuju induk sungai
masa kanakmu—yang kini
tak lagi mampu tertempuh oleh waktu.

Malang, 2021

Serenade

Kapan lagi kita akan bersua, mengasuh rasa dan mengasah
belati bermata cinta yang dimajalkan oleh waktu?
dikaratkan suhu yang berhembus dari kelembaban rindu?
Sementara langit sore hari tak lagi meronakan warna kirmizi,
sedang malam akan selalu menjadi mimpi buruk sebab kau-aku:
sepasang daratan-teluk yang masih menanti saling bertepuk.

Aku tak tahu ke mana arah bintang-bintang di angkasa
berziarah, ke mana rembulan biru sapir berpelesir,
ke masing-masing dada kitakah? Jazirah di mana desir menjadi sir?

Kini, aku seorang kelasi, menurunkan layar dan menambatkan
sauh dalam diri ke jantung karang sunyi. Duduk di buritan,
menembangkan lagu-lagu kerinduan bagi kau yang jauh di pulau.
Kubayangkan suara gelegar ombak itu sebagai sepasang lenganmu
yang menyabuk di pinggangku dan mengacak-ngacak kusut rambutku.
Kapan lagi kita akan bertemu, merangkai kenangan-kenangan
yang terberai, mengemasnya dalam peti harta karun;
sesuatu yang sama kita tunggu, sebab kita kini seorang lanun?

Malang, 2021


Yohan Fikri M, lahir di Ponorogo, November 1998. Mahasiswa di Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Universitas Negeri Malang. Bergiat di Komunitas Sastra Langit Malam. Puisinya dimuat di berbagai media dan antologi bersama, antara lain: Antologi Puisi Banjarbaru Rainy Day Literary Festival 2020 (2020) Perjamuan Perempuan Tanah Garam (2020), dan Yang Tersisa dari Surabaya (2020). Bukunya yang bakal terbit bertajuk “Tanbihat Sebuah Perjalanan.” Dapat dihubungi melalui akun instagramnya @yohan_fvckry.

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung - 16 Maret 2026
  • Puisi-puisi Roy Andika | Pada Suatu Malam - 14 Maret 2026
  • Cerpen Putri Oktaviani | Bagaimana Darso Menyesal - 14 Maret 2026
Tags: BudayaCerpenEsaiPelesiranpuisiSastra

Related Posts

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Oleh Redaksi Marewai
16 Maret 2026

Entah Buku Apa Namanya Aku pernah membaca tubuh bukuDan aku jatuh cinta pada manisnya kata pengantarBegitu syahduSesampai malam menemani...

Puisi-puisi Roy Andika | Pada Suatu Malam

Puisi-puisi Roy Andika | Pada Suatu Malam

Oleh Redaksi Marewai
14 Maret 2026

RANJANG akhir-ahkir ini aku sering kali melihat laki-laki paruh baya duduk depan jendela sambil melantunkan nyanyian kecil ninabobo, ninabobo...

Cerpen Putri Oktaviani | Bagaimana Darso Menyesal

Cerpen Putri Oktaviani | Bagaimana Darso Menyesal

Oleh Redaksi Marewai
14 Maret 2026

Sebelum diborgol, Darso teringat permintaan putra semata wayangnya yang ingin sekali pergi piknik di kaki gunung. Darso berpikir, boro-boro...

Puisi-puisi Son Lomri | Singaraja dalam Napas Tua

Puisi-puisi Son Lomri | Singaraja dalam Napas Tua

Oleh Redaksi Marewai
7 Maret 2026

Sambirenteng Desa Penyadap Tuak rumah kekasihku dibangun pagi hari. matahari jatuh di bukit sanghyang, setelah bukit ibu melukis langit...

Next Post
PontrenMu Kauman : Gubernur Sumatra Barat Serahkan Sertifikat Hafiz Qur’an Kepada Santri Kauman Padangpanjang

PontrenMu Kauman : Gubernur Sumatra Barat Serahkan Sertifikat Hafiz Qur'an Kepada Santri Kauman Padangpanjang

Cerpen Amaq Alifa | Sepenggal Kenangan Bersama Nung

Cerpen Amaq Alifa | Sepenggal Kenangan Bersama Nung

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In