• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Selasa, Februari 3, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi Yeni Purnama Sari | Luka Kehilangan

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
27 Februari 2021
in Sastra
1.6k 99
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Suatu Ketika di Kota Samudera

Suatu ketika di kota samudera
aku hanya ingin berjalan-jalan sendiri
sepanjang  bibir pantai itu
menyimak lagu dalam debur ombak
menenangkan debar gelisah di dada
ada yang tak mampu kupahami
ada yang belum dapat dinamai
tapi sangat dikenali oleh sepasang airmata
yang tiba-tiba jatuh sendiri
laut menyimpan rahasia masa silam
langit sembunyikan catatan hari depan
aku terus berjalan
meninggalkan masa silam di belakang
waktu terus mencatat kehilangan demi kehilangan

Satu kehilangan telah mengubah seluruh hidupku.

2020

Luka Kehilangan

Kusimpan ingatan senja itu
seperti memeram duri pada sekepal daging dalam dada
ketika kabar kepergianmu mengubah angin jadi badai
aku menggigil menahan ngilunya

sewaktu-waktu ingatan itu kembali berdenyut
duri menyusup lebih dalam hingga ke inti daging
menjadi bagian dari diriku yang lain
nyerinya masih sama
luka kehilangan itu
adakah ia akan pulih?

meski dirawat beribu musim
bekas tikamnya tak lagi mengalirkan amis darah
tak akan pernah utuh semula

sebab, engkau telah benar-benar pergi
membawa penawar segala nestapa segala luka
sepanjang ingatan
meninggalkan sekepal daging yang rumpang
dalam tubuh kenangan.

2021

Pulang yang Lain

Perjalanan kali ini
menyisakan debar lain
kubawa dada yang kosong
ingatan menjalar sepanjang jalan berkelok

menyibak lirih nyanyian hutan cemara
di antara kertap daun jatuh menimpa tanah merah
tak mampu kupahami bahasanya
seperti terkurung dalam asing mimpi
kueja tanda yang tertinggal pada lembar almanak silam
adakah isyarat kepergian telah engkau tinggalkan?

perjalanan kali ini
dadaku  menanggung debar ngilu
membayangkan di pintu rumah lama
tanganmu yang gaib  menyambut kepulanganku
dengan pelukan yang tiba-tiba sedingin tanah makam ini.

2021

Jalan Lain bagi Sepasang Rindu

Tak ada sambutan di pintu
sepasang rindu barangkali telah menemukan jalan lain
untuk saling bertemu
menembus dinding kefanaan
terlepas dari kungkung ruang dan waktu—tubuh ini, detak usia dalam dada.

kuhampiri engkau
melewati wajah-wajah pasi
bibir-bibir katup
sembunyikan rahasia luka yang purba
dalam sejarah hidup manusia
tak ada yang perlu kupertanyakan

kepada takdir—yang begitu lekas menjadikanmu kenangan
segalanya terjawab oleh senyum kekal di bibirmu
di balik sehelai cahaya
selimuti sebatang tubuh yang dingin
menguarkan harum mawar
mengecup jiwaku yang gigil

sementara kepalaku runduk tepekur di sisi sunyi kepalamu
sepasang rindu tengah erat berangkulan
lesap menyatu dalam putih cahaya

sajikan hakikat keindahan—barangkali telah sampai kabarnya kepadamu
kita berpisah dalam kefanaan
tapi rinduku yang abadi
selalu menemukan jalan untuk menjangkau jiwamu

melalui debar doa dan cerlang cahaya pada sepertiga malam terakhir.

2021

Senja di Bukit Cemara

Di bukit cemara
kutanam segala sepi
bersama senja jatuh menderaikan warna-warna
sepanjang setapak mendaki
menuju rumah jiwamu yang kekal
kelak tumbuh merindang dahan-dahan
payungi tanah sunyi
tempat segala doa kualamatkan
rumah bagi segenap rindu berpulang

senja dan kabut cahaya
jelang matahari meranggas dari pucuk bukit cemara
menjalarkan hangat pada sunyi tanah
membujuk bunga-bunga rekah
seperti mekar kuncup-kuncup doa
senantiasa kurawat dalam getar rindu
pada malam-malam yang menguarkan harum tubuhmu.

2021

 
Bilik Kenangan

Selepas keramaian
dan hari-hari penuh linang tangis
kicau burung di beranda rumah lama
terdengar lebih lantang dari biasanya

selepas derap kaki para petandang
satu-satu
meninggalkan daun pintu
mesti ada yang tetap tinggal

menunggui sepi
memunggungi waktu
mengemasi bengkalai rindu

sebelum jejak-jejak  yang ditinggalkan
memintal jaring-jaring kenangan
memenuhi setiap sudut bilik kosong
dalam diri.

2021

Gema Sunyi

Jarak yang kaurentang
telah membuka jalan
bagi sunyi
yang kurindui

sunyi itu
dinding ngarai
pantulkan suara-suara
dalam diri

2021

Sepeninggalan Engkau

dan waktu terus menguji
seberapa lapang dadaku
menanggung debar canggung
puisi ini.

2021


Penulis, Yeni Purnama Sari. Lahir 22 Agustus, di Kota Kopi Sungai Penuh, Provinsi Jambi. Alumni UIN Imam Bonjol Padang. Pernah bergiat di LPM Suara Kampus dan Teater Imambonjol.  Karya-karyanya berupa cerpen dan puisi terbit di berbagai surat kabar cetak dan daring. Beberapa puisinya tergabung dalam antologi puisi “Kelopak Bunga Jantung” (TIB Press, 2010). Cerpennya yang berjudul “Rumah Larik” termaktub dalam buku kumpulan cerpen “Datang dan Pergi Hanya Persoalan Waktu” (UPTD Taman Budaya Dinas Kebudayaan Sumatera Barat, 2020), merupakan satu dari lima pemenang lomba cerpen yang diadakan UPTD Taman Budaya Sumatera Barat pada 2020 silam.

Saat ini tengah mempersiapkan naskah kumpulan puisi tunggal perdananya. Bisa dijumpai lewat akun IG @yeni_purnama.s dan akun facebook Yeni Purnama Sari.


  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
  • Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika - 8 Januari 2026
Tags: BudayaPelesiranPunago RimbunSastra

Related Posts

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Oleh Redaksi Marewai
8 Januari 2026

Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah Judul              : Apa yang Tak Kau Dengar dari...

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Oleh Redaksi Marewai
1 Januari 2026

Selalu ia gambar, si al-a'war selama Tujuh ratus dua hari dan pikiranku Telah seluruhnya khatam untuk Masuk dan duduk-duduk...

Cerpen: Aralyn dan Simfoni Hujan – Ade Faulina

Cerpen: Aralyn dan Simfoni Hujan – Ade Faulina

Oleh Redaksi Marewai
8 Desember 2025

            Gadis itu sudah memutuskan untuk membenci hujan. Senandung hujan di atap rumahnya tak lagi menjadi sesuatu yang ia...

Cerpen: Matikau Elian – Ingik

Cerpen: Matikau Elian – Ingik

Oleh Redaksi Marewai
25 Oktober 2025

Senja baru saja mulai menebar warna jingga di ufuk barat, seorang anak laki laki bernama Elian, usianya belum genap...

Next Post
Madani Nagari Langgai: Napak Tilas Ulama Langgai, Syaikh Kiramat/Ayek Kiramat Langgai

Madani Nagari Langgai: Napak Tilas Ulama Langgai, Syaikh Kiramat/Ayek Kiramat Langgai

Sejarah Singkat Kedatangan Bangsa Portugis dan Belanda Ke Pantai Barat Sumatera, Pesisir Selatan; Pulau Cingkuk & Salido.

Sejarah Singkat Kedatangan Bangsa Portugis dan Belanda Ke Pantai Barat Sumatera, Pesisir Selatan; Pulau Cingkuk & Salido.

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In