• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi Muhammad Sapikri | Terubuk Nasibmu Kini

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
17 April 2021
in Sastra
1.3k 84
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

SAJAK-SAJAK ANAK SUNGAI

/1/
setelah subuh berlalu
akan dapat kau lihat
sampan-sampan termangu di muara sungai
menyusun riwayatnya di tuah bakau
mengeliat riang oleh gelombang pasang
di pancang tegak nibung melintang
terbebat bertali tambang

/2/
seorang nelayan
melangkah pasti, tujuannya ada
lalu ia merapalkan doa-doa
di buritan sampan
jala dan jaring rapi tersimpan
lalu berlabuhlah ia
menuju luas laut yang penuh duga-duga

/3/
keraguan tidak akan ditanamkan
oleh kami anak sungai
darah semilang mengalir ditubuh kami
ipuh racunpun tak mempan
hanya kekuatan dirilah yang mampu menahan

2020

TERUBUK NASIBMU KINI

di pelabuhan lelah ini
aku telah kehilangan negeri
tak ada lagi rindu
rindu itu kini terkubur bersama sisa gali minyak bumi, bertahun-tahun terjadi

Terubuk dirundung risau
sebab karang telah jadi pasir
tempat limbah berlimpah ruah
penuh sampah

di selat itu
hanya ada sisa-sisa serakah manusia
tiada tempat untuk Terubuk singgah
sebab kapal lanun selalu saja bertelagah
mengeruk pasir merampas marwah

Terubuk lalu dikutuk menjadi batu
di jadikan sebuah tugu
karena manusia telah durhaka
tak ada lagi cinta
tak ada lagi rindu
hanya ada tatapan sendu
tangan mengepal geram
langit menghitam
mata memerah
bulan berdarah

2020

Ipuh

Ia telah jadi luka
Meringkih kesakitan
Seperti di sengat seribu tembuan

Sembilu itu telah menyatu
Menusuk-nusuk jantung
Memburai darah segar
Di akar-akar

Biarkan,
Biarkan luka itu menganga
Ia akan sembuh jua

Riau, 2021


Muhammad Sapikri, lahirkan di Bengkalis, 20 Febuari 2001. Mulai menulis sejak duduk di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Bengkalis (STAIN). Hobinya adalah menulis puisi. Beberapa puisinya sudah terkumpul di dalam Antologi Membaca Ombak, Deru Cemburu, 99 Penyair : Senja, dan lain-lain. Rindu Si Anak Pulau (oase Pustaka, 2020) adalah antologi puisi solo pertamanya.

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • SERI – AJI MANTROLOT| Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano - 3 Februari 2026
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
Tags: BudayaEsaiOpiniPelesiranPunago RimbunSastra

Related Posts

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Oleh Redaksi Marewai
8 Januari 2026

Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah Judul              : Apa yang Tak Kau Dengar dari...

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Oleh Redaksi Marewai
1 Januari 2026

Selalu ia gambar, si al-a'war selama Tujuh ratus dua hari dan pikiranku Telah seluruhnya khatam untuk Masuk dan duduk-duduk...

Cerpen: Aralyn dan Simfoni Hujan – Ade Faulina

Cerpen: Aralyn dan Simfoni Hujan – Ade Faulina

Oleh Redaksi Marewai
8 Desember 2025

            Gadis itu sudah memutuskan untuk membenci hujan. Senandung hujan di atap rumahnya tak lagi menjadi sesuatu yang ia...

Cerpen: Matikau Elian – Ingik

Cerpen: Matikau Elian – Ingik

Oleh Redaksi Marewai
25 Oktober 2025

Senja baru saja mulai menebar warna jingga di ufuk barat, seorang anak laki laki bernama Elian, usianya belum genap...

Next Post
Cerpen Robbyan Abel Ramdhon | Pertemuan di Kebun Binatang

Cerpen Robbyan Abel Ramdhon | Pertemuan di Kebun Binatang

Inspiratif: Membangun Icon Pariwisata Kabupaten Batu Bara, dengan Melestarikan Alam dan Mengentaskan Masalah Sosial

Inspiratif: Membangun Icon Pariwisata Kabupaten Batu Bara, dengan Melestarikan Alam dan Mengentaskan Masalah Sosial

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In