• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Senin, Agustus 3, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
1 Januari 2026
in Sastra, Puisi
2k 126
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Selalu ia gambar, si al-a’war selama

Tujuh ratus dua hari dan pikiranku

Telah seluruhnya khatam untuk

Masuk dan duduk-duduk di kepalamu.

Kutu-kan Hujan

Demi payung hitam yang mengucurkan hujan

Di tubuhmu, mataku masih menempel di jendela apartemen melihat cuaca terik dan seorang perempuan layaknya burung gagak diantara kawanan merpati. Orang-orang itu berkeringat, pori-pori nya terbuka seperti permukaan kue bika ambon.

Lalu kenapa kau berpegang sendiri pada jalan yang dingin, bergemuruh dan menggigil.

Demi payung hitam yang mengucurkan hujan di tubuhmu, hari ke hari intensitas hujan di payung hitam mu, di wilayah yang tak tersentuh, di tempat yang kau buat sendiri membuat bagian jiwaku yang kering seakan berlari terbirit-birit menujumu.

Saat seperti kusentuh satu inci wilayahmu, tubuhmu lenyap, suaramu senyap. Dan aku yakin kau ada didepanku.

Lalu tanganku dengan matanya mencari hujan itu, wajah cantik yang kuyup, baju maroonmu yang basah di tengah terik pandangan masyarakat. Kakiku bingung mencari kaki putihmu yang basah di aspal yang hitam yang mengkilat.

Demi payung hitam yang mengucurkan hujan di tubuhmu, apa yang kau perbuat pada bintang jatuh

Di belakang bukit rumahmu, Apakah kau mengubahnya menjadi logam agar selalu kau genggam pada gagang payung hitam, lalu mengabulkan segenap permintaan mu? Demi langit semesta dan seluruh bintang-bintangnya. Kau menghilang atau menghilangkanku.

Demi payung hitam yang mengucurkan hujan di tubuhmu, apakah kau menyamarkan tangismu dengan air terjun yang mengalir di dagumu. Demi apapun yang tumbuh di kering jiwaku, apapun yang ada diatas, tuhan dan semacamnya, mengutuk keabadian hujan di tubuhmu.

Tasikmalaya, Oktober 2025


Mengkaji yang Haram

Veil mutiara melingkupi memori kepalamu

Yang penuh dengan apa-apa tentang diriku.

Gaun pengantin lalu bunga putih hanyalah

Siloka yang kubuat-buat

Pertanda formalitas

Agar mite yang kutiupkan

Tampak benar dan berperadaban.

Bau kemenyan yang tajam

Bak jarum adalah syarat

Tiap malam agar aku mengkaji

Setiap lekuk tubuhmu.

Selalu ia gambar, si al-a’war selama

Tujuh ratus dua hari dan pikiranku

Telah seluruhnya khatam untuk

Masuk dan duduk-duduk di kepalamu.

Selalu kumandangkan namaku

Bagaikan dzikir kepada tuhan

Dan hanya kepadaku kau harus mencintaiku.

Maka dengan cara apa lagi,

Ku tak benar-benar tahu apakah memori

Internal di kepalamu akan menolak akses

Apapun tentang diriku, saat kesepakatanku

Jatuh tempo dan kau menjatuhkanku

Pada kefakiran yang sebenarnya kumiliki.

Bandung, Oktober 2025


Redi Aryanto, Lahir di Tasikmalaya, 29 April 2002. Ia adalah alumni jurusan Bahasa dan Sastra Arab UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Ia suka literasi dan menulis, karyanya diterbitkan di majalah elipsis, tatkala.co, buku pertamanya antologi puisi berjudul “Berdoalah Sampai Tuhan Mengenal Suaramu (2025).”

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
  • Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata - 10 Juli 2026
Tags: Sastra

Related Posts

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Oleh Redaksi Marewai
11 Juli 2026

Pulang Kampung             Haris keluar dari bus angkutan antar kota. Langkahnya pelan menghentak seakan menumpahkan kekesalan di hatinya. Bagaimana...

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Oleh Redaksi Marewai
26 Juni 2026

KEPADA SHEI Aku senang membayangkan hal-hal yang indah. Kubayangkan matamu menjadi rumah paling megah: tempat di mana lelah perlahan...

Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen | Venari In Gehenna (2026)

Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen | Venari In Gehenna (2026)

Oleh Redaksi Marewai
18 April 2026

Venari In Gehenna (2026)             — Michelle Petrelll Aku memandangi lukisan anomali persis melihat api melawan gravitasi : alkisah...

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Oleh Redaksi Marewai
16 Maret 2026

Entah Buku Apa Namanya Aku pernah membaca tubuh bukuDan aku jatuh cinta pada manisnya kata pengantarBegitu syahduSesampai malam menemani...

Next Post
Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

SERI – AJI MANTROLOT | Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano

SERI - AJI MANTROLOT | Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In