• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Jumat, Agustus 14, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi Mita Handayani | Catatan Sang Aktivis

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
13 Februari 2021
in Sastra
2.7k 171
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Catatan Sang Aktivis


Aktivis adalah kerja cari perkara

bagi mereka yang tak jumpa hakikatnya

ia kerap dihadiahi “mati”

oleh antek-antek yang peduli perut sendiri


Dalam kalbu seorang aktivis

semangat Marsinah menenun asa

kematian Munir menjadi lidah api

yang menjulurkan deru semangat abadi


Senandung puisi Wiji Tukul masih

terdengar menggelegar dari

liang kubur sana

haram!!! haram penindasan atas kemanusiaan


Munir, Marsinah, Wiji Tukul, dan aktivis

lainnya boleh tiada

namun benih-benih mereka akan terus

menyebar di hamparan tanah Indonesia

Padang, 2021


Perenungan Diri


Aku melarikan diri, berkabung

menuju pulau, bukit, laut, dan gunung

menanggalkan seisi kepala

menyatu dalam utopia


Aku merenungi setiap kerja semesta

melafazkan sabda: alam takambang jadi guru

ke dalam hamparan jiwa

meresapi setiap makna katanya


Hidup sejatinya menghadapi

bukan berlari dan meratapi

hidup nyatanya bicara penerimaan

bukan mengeluh dan berputus harapan

Padang, 2021

Kembalikan Adat pada Tempatnya


Nagari Minang satu ini makin edan saja

norma tak lagi berlaku pintanya

adat dipandang sebelah mata

niniek mamak tak lagi pada perannya


Para inyiek pasti menangis di liang lahat sana

meratapi laku anak dan kemenakan

yang melanggar adat seenak perutnya

menuruti dunia modern sejadinya


Bukankah dalam mazhabnya

Buya Hamka sudah menulisi

modernisasi kawan sapamenan aka jo budi

bukan menanggalkan adat dan tradisi

Padang, 2021


Penulis Mita Handayani lahir di Talunan Baru, 28 Januari 1998. Ia adalah seorang mahasiswa Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas. Ia aktif bergiat di Komunitas Lapak Baca Pojok Harapan. Ia juga sudah menerbitkan buku tunggal berjudul “Memories of Netherlands: My Travel Stories”. Tulisannya juga telah dimuat di beberapa media cetak dan online.


  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata - 4 Agustus 2026
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
Tags: BudayaPelesiranPunago RimbunSastra

Related Posts

Kata Ruang: Strategi Mendang-Mending dalam Puisi | Dandri Hendika

Kata Ruang: Strategi Mendang-Mending dalam Puisi | Dandri Hendika

Oleh Dandri Hendika
7 Agustus 2026

Antara guru kulit terang dan guru lokal sawo matang ada jenjang tak kepalang. Gaji guru sawo matang merangkak-rangkak seperti...

RUBRIK KATA RUANG

Oleh Dandri Hendika
7 Agustus 2026

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Oleh Redaksi Marewai
11 Juli 2026

Pulang Kampung             Haris keluar dari bus angkutan antar kota. Langkahnya pelan menghentak seakan menumpahkan kekesalan di hatinya. Bagaimana...

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Oleh Redaksi Marewai
26 Juni 2026

KEPADA SHEI Aku senang membayangkan hal-hal yang indah. Kubayangkan matamu menjadi rumah paling megah: tempat di mana lelah perlahan...

Next Post
Pulau Cingkuk, Bukan “Ketimun Bungkuk” dalam Sejarah Pantai Barat Sumatera | Raudal Tanjung Banua

Pulau Cingkuk, Bukan “Ketimun Bungkuk” dalam Sejarah Pantai Barat Sumatera | Raudal Tanjung Banua

Punago Rimbun: Kaba Sitok Sitarahan  Orang-orang Rupik | Zera Permana

Punago Rimbun: Hunjam Panah Inyiak Alang Parabah dengan Sitatok Sitarahan | Zera Permana

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In