• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi Mita Handayani | Catatan Sang Aktivis

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
13 Februari 2021
in Sastra
1.7k 109
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Catatan Sang Aktivis


Aktivis adalah kerja cari perkara

bagi mereka yang tak jumpa hakikatnya

ia kerap dihadiahi “mati”

oleh antek-antek yang peduli perut sendiri


Dalam kalbu seorang aktivis

semangat Marsinah menenun asa

kematian Munir menjadi lidah api

yang menjulurkan deru semangat abadi


Senandung puisi Wiji Tukul masih

terdengar menggelegar dari

liang kubur sana

haram!!! haram penindasan atas kemanusiaan


Munir, Marsinah, Wiji Tukul, dan aktivis

lainnya boleh tiada

namun benih-benih mereka akan terus

menyebar di hamparan tanah Indonesia

Padang, 2021


Perenungan Diri


Aku melarikan diri, berkabung

menuju pulau, bukit, laut, dan gunung

menanggalkan seisi kepala

menyatu dalam utopia


Aku merenungi setiap kerja semesta

melafazkan sabda: alam takambang jadi guru

ke dalam hamparan jiwa

meresapi setiap makna katanya


Hidup sejatinya menghadapi

bukan berlari dan meratapi

hidup nyatanya bicara penerimaan

bukan mengeluh dan berputus harapan

Padang, 2021

Kembalikan Adat pada Tempatnya


Nagari Minang satu ini makin edan saja

norma tak lagi berlaku pintanya

adat dipandang sebelah mata

niniek mamak tak lagi pada perannya


Para inyiek pasti menangis di liang lahat sana

meratapi laku anak dan kemenakan

yang melanggar adat seenak perutnya

menuruti dunia modern sejadinya


Bukankah dalam mazhabnya

Buya Hamka sudah menulisi

modernisasi kawan sapamenan aka jo budi

bukan menanggalkan adat dan tradisi

Padang, 2021


Penulis Mita Handayani lahir di Talunan Baru, 28 Januari 1998. Ia adalah seorang mahasiswa Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas. Ia aktif bergiat di Komunitas Lapak Baca Pojok Harapan. Ia juga sudah menerbitkan buku tunggal berjudul “Memories of Netherlands: My Travel Stories”. Tulisannya juga telah dimuat di beberapa media cetak dan online.


  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • SERI – AJI MANTROLOT| Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano - 3 Februari 2026
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
Tags: BudayaPelesiranPunago RimbunSastra

Related Posts

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Oleh Redaksi Marewai
8 Januari 2026

Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah Judul              : Apa yang Tak Kau Dengar dari...

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Oleh Redaksi Marewai
1 Januari 2026

Selalu ia gambar, si al-a'war selama Tujuh ratus dua hari dan pikiranku Telah seluruhnya khatam untuk Masuk dan duduk-duduk...

Cerpen: Aralyn dan Simfoni Hujan – Ade Faulina

Cerpen: Aralyn dan Simfoni Hujan – Ade Faulina

Oleh Redaksi Marewai
8 Desember 2025

            Gadis itu sudah memutuskan untuk membenci hujan. Senandung hujan di atap rumahnya tak lagi menjadi sesuatu yang ia...

Cerpen: Matikau Elian – Ingik

Cerpen: Matikau Elian – Ingik

Oleh Redaksi Marewai
25 Oktober 2025

Senja baru saja mulai menebar warna jingga di ufuk barat, seorang anak laki laki bernama Elian, usianya belum genap...

Next Post
Pulau Cingkuk, Bukan “Ketimun Bungkuk” dalam Sejarah Pantai Barat Sumatera | Raudal Tanjung Banua

Pulau Cingkuk, Bukan “Ketimun Bungkuk” dalam Sejarah Pantai Barat Sumatera | Raudal Tanjung Banua

Punago Rimbun: Kaba Sitok Sitarahan  Orang-orang Rupik | Zera Permana

Punago Rimbun: Hunjam Panah Inyiak Alang Parabah dengan Sitatok Sitarahan | Zera Permana

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In