• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Rabu, Agustus 5, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi Fadhillah Hayati | Di Simpang Empat

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
31 Juli 2021
in Sastra
2.4k 151
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

BERSUA

Kita mendengarkan alunannya berangsur-angsur
pelan pada bunyi yang pernah didambakan
Meski satu per satu, ia hilang bersama dengan teriakan
lagu terkeras yang pernah tenggelam, sebelum mengatakan sampai jumpa
atau juga selamat datang
Kepada waktu yang cukup untuk
alasan kita menjadi lautan.

Namun, angsurannya kembali pada status awan
Yang slalu menggetarkan hati
Seolah-olah ia mengatakan rindu
Dan kita menghujaninya pada bunga
Yang disiram setiap waktu
Seolah-olah waktu akan tumbuh dengan
layar yang kita pandang
suara yang kita dengar.

Cahaya yang kita harapkan
terbang dan terhapus seiring
kita tidak lagi bersua, Teman.

Bukittinggi, 2021

EMBARA

Jalan panjang, kerikil berserak
Aspal yang melepuhkan kaki
hilang bila hujan meluruh.
Ya, barangkali ia sedang memijak
di tepi-tepi jalan, bergandeng menjadi pagar.
Ya, mungkin ia sedang menyanyi
biar sampai pada ujung embara, semoga.

Bukittinggi, 2021

DI SIMPANG EMPAT

“Aku sering mengulang”, katanya
saat malam yang panjang
pada hari yang berkelok-kelok.
Di simpang empat, ia menanti sebuah ayat,
“Mengapa kita harus mengambil kesepakatan?”

Bukittinggi, 2021

PADA HALAMAN

Sekira malam kian berjalan pada halaman
kemudian kau meninggalkan pengantar
melahap waktu semu-semu padam
hingga kembali kosong

Hanya halaman yang kaupandang
dan berharap ia berada di sana
tulisan yang menjumlahkan cerita
yang berharap temu setelah usai.

Bukittinggi, 2021


TENTANG PENULIS:
Fadhillah Hayati. Lahir di Pariaman, 12 April. Sedang menjalankan studi di Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas.


  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata - 4 Agustus 2026
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
Tags: BudayaCerpenIndonesiapuisiSabtuSastra

Related Posts

RUBRIK KATA RUANG

Oleh Dandri Hendika
4 Agustus 2026

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Oleh Redaksi Marewai
11 Juli 2026

Pulang Kampung             Haris keluar dari bus angkutan antar kota. Langkahnya pelan menghentak seakan menumpahkan kekesalan di hatinya. Bagaimana...

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Oleh Redaksi Marewai
26 Juni 2026

KEPADA SHEI Aku senang membayangkan hal-hal yang indah. Kubayangkan matamu menjadi rumah paling megah: tempat di mana lelah perlahan...

Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen | Venari In Gehenna (2026)

Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen | Venari In Gehenna (2026)

Oleh Redaksi Marewai
18 April 2026

Venari In Gehenna (2026)             — Michelle Petrelll Aku memandangi lukisan anomali persis melihat api melawan gravitasi : alkisah...

Next Post
Cerpen Pati Barau | Senyum Pembasmi Amarah

Cerpen Pati Barau | Senyum Pembasmi Amarah

Budaya: Senjakala Tradisi Cowongan | Chubbi Syauqi

Budaya: Senjakala Tradisi Cowongan | Chubbi Syauqi

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In