• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi Awawa Yogarta Prabaning Arka | Majenun

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
3 Juli 2021
in Sastra
1.4k 86
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan


Ketupat Lebaran

adalah persembahan dari ibu
untuk perutku yang telah lulus menjaga lapar
seraya memfakirkan nafsu
dengan menjadikan wudu sebagai pakaianku.

melihat putihnya merekah setelah dibelah,
kusiram dengan kuah opor ayam bumbu salam
untuk memanjakan lidah yang sudah terasah seribu rempah
pada hari yang mengharamkan lapar bertakhta di perut tetangga.

telah aku kenyangkan perut sebelum mencapai sendawa
supaya mulut akan tersipu malu
bila terlalu bernafsu menggali lapar
pada sayur cabe dan orek tempe.

bagi yang meyakini seikat ketupat membawa berkat-Nya
pastilah akan lebih berpahala kenyang mereka
bila menuangkannya bersama opor ayam ke piring para fakir
sebelum keroncong lapar menjelma jadi mercusuar.

Palmerah, 2020

Majenun

di lubukku, kunyalakan api asmaradana
yang bersikeras abadi
seperti perapian di kuil kaum majusi.

telah aku panaskan apiku
dengan sepanas-panasnya bara asmara
supaya salju atau musim yang ambigu
tak akan mampu menjinakkan liukannya.

bila kau mengira nyala apiku
hanya sebatas ceruk di pangkal paha,
tentulah kau berburuk sangka.
sebab sekujur tubuhku akan moksa
setelah mengkhatamkan lekukmu.

telah kupanggang dukacita sampai menjadi abu
sehingga sia-sia semata
bila kau berupaya memadamkan nyala apiku
dengan ludah paling basah.

Palmerah, 2020

Eureka

di dalam kepala yang dibumbungi jelaga
selalu ada pelita yang secara rahasia
lebih menyala dari supernova di angkasa raya.

kau tak akan bisa menyalakan pelita itu
tapi pelita itu bisa mencerahkan pikiranmu
ketika logika telah sampai ke pangkal tepi
intuisi yang tersembunyi dari matahari.

bila terang mengisi seluruh ruang pikiran
lekaslah tuntaskan puisi dengan diksi
yang memekarkan mahkota melati
atau mengiringi nyanyi sunyi para kelasi
yang tak pernah lagi melihat kekasih hati
supaya puisimu tak sekadar onani diksi di kala sepi.

Palmerah, 2020


Penulis, Awawa Yogarta Prabaning Arka bermukim di Palmerah, Jakarta Barat. Menjadi content marketing specialist di salah satu media online terkemuka. Tulisannya dimuat di berbagai antologi, seperti Narasi Baru (2018), Semesta Jiwa (2020), dan Sebuah Usaha Memeluk Kedamaian (2021).

Facebook: https://www.facebook.com/Awawaaaaa

Instagram: https://www.instagram.com/awawayogarta/

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • SERI – AJI MANTROLOT| Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano - 3 Februari 2026
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
Tags: BudayaCerpenPelesiranpuisiPunago RimbunSastra

Related Posts

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Oleh Redaksi Marewai
8 Januari 2026

Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah Judul              : Apa yang Tak Kau Dengar dari...

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Oleh Redaksi Marewai
1 Januari 2026

Selalu ia gambar, si al-a'war selama Tujuh ratus dua hari dan pikiranku Telah seluruhnya khatam untuk Masuk dan duduk-duduk...

Cerpen: Aralyn dan Simfoni Hujan – Ade Faulina

Cerpen: Aralyn dan Simfoni Hujan – Ade Faulina

Oleh Redaksi Marewai
8 Desember 2025

            Gadis itu sudah memutuskan untuk membenci hujan. Senandung hujan di atap rumahnya tak lagi menjadi sesuatu yang ia...

Cerpen: Matikau Elian – Ingik

Cerpen: Matikau Elian – Ingik

Oleh Redaksi Marewai
25 Oktober 2025

Senja baru saja mulai menebar warna jingga di ufuk barat, seorang anak laki laki bernama Elian, usianya belum genap...

Next Post
Cerpen Faiq Haykal | Andai Saja Bapak Orang Baik

Cerpen Faiq Haykal | Andai Saja Bapak Orang Baik

Kembangkan Kampung Wisata Kelurahan Pasar Belakang, Perkumpulan HIDORA melakukan FoodTesting di Salah Satu Rumah Warga

Kembangkan Kampung Wisata Kelurahan Pasar Belakang, Perkumpulan HIDORA melakukan FoodTesting di Salah Satu Rumah Warga

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In