• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Minggu, Juli 26, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi Andreas Mazland | Risalah Tikus

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
7 Februari 2021
in Sastra
1.3k 69
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Langau Berlagak Nabi

Aku menenteng seluar yang benang di kerampangnya
sudah tak beraturan, ‘sejak kampung kita dipimpin pandir;
pandir pula pandita kita,’ kata langau hijau yang menemani
jalan sufi yang kutempuh dari zaman ke zaman.

Dengan bunga malu yang telah layu, kulanjutkan terus
perjalanan sambil telanjang dengan menenteng seluar
yang benang di karampangnya sudah tak beraturan.

‘Kudukung kau berkirap dari kampung busuk ini Mail;
daripada karam di darat, lebih baik mati di lautan,’
katanya lagi, dengan mulut menyemburkan ludah api.

Nun jauh dalam sanubari, bahkan sunyi pun sudah takkutemukan
lagi, kukirim diam pada keriput bibir,
kuliarkan pandang mencari puntung kretek sisa,
kudengar pituah langau hijau dengan telinga kanan,
lalu kukeluarkan lewat telinga kiri.

Padang, 2020

Risalah Tikus

Sekumpul wanita lapar, tengah bersyair panjang
tentang ‘Padi di tanam, mengapa yang tumbuh ilalang?’
sehimpun bocah busung, dipaksa berhikayat tentang,
‘Sedekah obat kaya, tak apa kita menanam, orang berlaba;
asal masuk surga.’

Itu terjadi sejak penghulu membiarkan tikus menguasai gudang
pangan kami, mereka mulai merabab-ria di atas tumpukan padi
‘Lulur saja itu hikayat sampai mati,” syair mereka sambil menari

Lapar dan busung sekerumun orang belum hilang, tikus pun
pergi, sembari mengucapkan terimakasih pada penghulu kami.

Padang, 2020

Hari Kawin Punuk

Rembulan dan Punuk telah kawin dan mereka tak bilang
hanya angin mendesir yang mengabarkan 
bahwa cinta Punuk telah direstui Sultan.

Di belantaran Batang Arau, tempat di mana
segala yang aneh berada. Seekor anjing hutan terduduk
ia iri setengah mati mendengar sultan merestui Punuk.

“selera mau berbini tinggi, tapi mendengar baung betina
saja, kau tak punya berani.” sindir Bunian penjaga hutan, 
“aii, inginnya memanen timun raya, namun menanam
timun bungkuk. Mana boleh”

Makin jatuh terduduk anjing hutan itu
tak dapat lagi ia menyalak sekedar melepas palak.

Sungai Mandau, 2020


Penulis Andreas Mazland; lahir di Banda Aceh, 21 Juni 1997. Menulis cerpen, puisi, essai dan opini. Unggulan II Payakumbuh Poetry Festival. Bergiat di komunitas Lapak baca Pojok Harapan, sebuah komunitas literasi di Kota Padang.


  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
  • Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata - 10 Juli 2026
Tags: BudayaPelesiranPunago RimbunSastra

Related Posts

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Oleh Redaksi Marewai
11 Juli 2026

Pulang Kampung             Haris keluar dari bus angkutan antar kota. Langkahnya pelan menghentak seakan menumpahkan kekesalan di hatinya. Bagaimana...

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Oleh Redaksi Marewai
26 Juni 2026

KEPADA SHEI Aku senang membayangkan hal-hal yang indah. Kubayangkan matamu menjadi rumah paling megah: tempat di mana lelah perlahan...

Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen | Venari In Gehenna (2026)

Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen | Venari In Gehenna (2026)

Oleh Redaksi Marewai
18 April 2026

Venari In Gehenna (2026)             — Michelle Petrelll Aku memandangi lukisan anomali persis melihat api melawan gravitasi : alkisah...

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Oleh Redaksi Marewai
16 Maret 2026

Entah Buku Apa Namanya Aku pernah membaca tubuh bukuDan aku jatuh cinta pada manisnya kata pengantarBegitu syahduSesampai malam menemani...

Next Post
Pinjaram: Kuliner yang Tidak Lagi Menjadi Khas di Daerah Asal

Pinjaram: Kuliner yang Tidak Lagi Menjadi Khas di Daerah Asal

KADISPAR Provinsi Sumatra Barat Tantang “Kito Fishing” Gelar Turnamen

KADISPAR Provinsi Sumatra Barat Tantang "Kito Fishing" Gelar Turnamen

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In