• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Minggu, Juli 26, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi Ade Faulina | Tak Usah Berlari

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
18 September 2021
in Sastra
1.3k 81
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan


Hari Ini

Sering-seringlah bertanya kepada diri
perihal sebab petaka di kepala

Selalulah mencari
jalan lurus tanpa kompas dan peta

Berkabarlah jika sudah tiba
pada diam paling khusyuk

Jika boleh hadiahkan jeda,
waktu dan cerita-cerita yang belum kutahu

ketika kita bertemu

(Padang, 17/6/2021) 

Tanah Air Tak Bernama 

Kota suci selalu menjadi puisi paling pasi
Ketika pagi tak lagi diketahui

Musim kekanak telah hilang
Segala mimpi ialah debu yang memerihkan mata

Meski harap dan doa selalu terjaga
Pintu-pintu entah kapan kembali membuka

Bagi diri yang tak henti-henti
Meneriakkan lafaz-Nya
Dan tersenyum saat ajal tiba

Barangkali hanya cinta
air mata, dan jiwa-jiwa suci
yang dapat pulang

ke tanah air tak bernama

(Padang, 8/6/2021)

Purnama di Kota Suci

Kota suci memanggil
Orang-orang berkerumun di balik layar
Air mata perih tak henti-henti
Duka serupa penyakit menular
Yang selalu tertinggal di raga
tak jua menemu obat

Kota suci menghentak
Dada pejuang lelap
Sementara suara gemuruh misil dan debu-debu
Merupa di wajah kekanak
Tanpa sukacita tanpa kenangan
Tentang tanah hilang sejarah

Kota suci mendekap
Jiwa-jiwa dahaga bahagia yang semula
Bertahan di dinding-dinding seumpama rumah
Tapi tidak,
Tiada keabadian dapat disekat
Meski waktu terus berdetak
Dan zaman tak pernah sama

Kota suci lirih berdoa
Datanglah cahaya
Pergilah nestapa
Pulanglah segala baik
Saat purnama kembali bertamu

Di kubah Al Aqsa
dan kita
bersujud pada-Nya

(Padang, 17/5/2021)

Tak Usah Berlari

Tak usah berlari
kehidupan dan dirimu seharusnya seiring
sebab perjalanan masih panjang
akan ada rupa-rupa rahasia hendak dikisahkan

Tak usah berlari
selalu ada waktu bagi keheningan untuk riuh
sebab apa yang tak terkata
bukan berarti tiada

Tak usah berlari
tunggu saja hingga ruang diri membuka
sebab akan ada hal-hal tak terduga
yang menyambut di penghujung hari

Tak usah berlari

(Padang, 18/6/2021)


Penulis, Ade Faulina kelahiran Padang, 1 Februari 1987. Ia merupakan Alumni S1 Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) IAIN Imam Bonjol Padang dan saat ini sedang menempuh pendidikan Pascasarjana Ilmu Komunikasi di Universitas Andalas. Telah menerbitkan karya pertamanya berupa kumpulan puisi “Pesta Bulan Air” (Penerbit Kabarita, 2016). Penulis bisa dihubungi melalui email: [email protected].


  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
  • Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata - 10 Juli 2026
Tags: BudayaCerpenPelesiranpuisiPunago RimbunSastra

Related Posts

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Oleh Redaksi Marewai
11 Juli 2026

Pulang Kampung             Haris keluar dari bus angkutan antar kota. Langkahnya pelan menghentak seakan menumpahkan kekesalan di hatinya. Bagaimana...

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Oleh Redaksi Marewai
26 Juni 2026

KEPADA SHEI Aku senang membayangkan hal-hal yang indah. Kubayangkan matamu menjadi rumah paling megah: tempat di mana lelah perlahan...

Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen | Venari In Gehenna (2026)

Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen | Venari In Gehenna (2026)

Oleh Redaksi Marewai
18 April 2026

Venari In Gehenna (2026)             — Michelle Petrelll Aku memandangi lukisan anomali persis melihat api melawan gravitasi : alkisah...

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Oleh Redaksi Marewai
16 Maret 2026

Entah Buku Apa Namanya Aku pernah membaca tubuh bukuDan aku jatuh cinta pada manisnya kata pengantarBegitu syahduSesampai malam menemani...

Next Post
Cerpen Widya Husin | Menjemput Pelukan

Cerpen Widya Husin | Menjemput Pelukan

Tradisi Maucok: Pergesaran Tradisi dan Adat Dalam Proses Pelaksanaan

Tradisi Maucok: Pergesaran Tradisi dan Adat Dalam Proses Pelaksanaan

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In