• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Minggu, Februari 15, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi Abed Ilyas | Nyala Nyale

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
2 Oktober 2021
in Sastra
1.4k 76
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Hikayat Meru

I.
tiga abad lamanya
tiga puluh tiga desa
mendirikan tiga simbol
dewa-dewa di Cakranegara

II.
bersemayam jiwa gunung-gunung
dalam teduh tubuh Meru

III.
hari kelahiran
tubuh merah Agung
api kremasi
tubuh putih Rinjani
mengalir air penyucian
tubuh hitam Semeru
merahasiakan reinkarnasi

Nyala Nyale

                      jabut!

pesisir Mandalika
malam menua bulan ketiga

cahaya bintang merasuki
mata senter-senter
di tubuh-tubuh
membelah pasang ombak

konon seorang putri dicuri laut
jiwanya terbang jadi bintang
memberi tanda kedatangan
dalam penanggalan Sasak

raganya menjadi tanya dalam
mata-mata pemuda patah hati
pendar pada muka ombak
menuntunnya kembali
berwujud Nyale

Nyale selalu menyala
dalam hati rakyat sebagai cinta

Perang Topat

raraq kembang waru

pura Lingsar bakda asar
purnama ketujuh
penanggalan Sasak

tumpah ruah
seragam langkah
dibekali serapah

konon di tanah Sasak
dua musafir menabur cinta
dengan wujud berbeda
perwujudan langit
dan perwujudan bumi

sebelum pecah perang
lahirlah tradisi penangkal
perang penyatuan
perang Topat
prosesi
keberangkatan doa-doa
dalam tubuh-tubuh
memuliakan langit dan bumi

Ares

sebelum roah
tubuhku dicuri
dari tanah kebun

jantungku diiris
direndam kuah ragi
tangan diberkati

sebelum jamuan
aku disucikan
doa-doa kelaparan

Kelahiran Nama
                     
                     Medaq api

api penyucian padam
pada kering kelapa
di hadapan putih kepala

asap menjelma ruh angin
terbang menuju langit
sebagai sekumpulan doa

di hari ketujuh
telanjang tubuh bayi
diputar sembilan kali

tetangan tua
mengurai nama menjadi doa
di dalam mantra-mantra

Ngurisan

I.
telinga muda disesaki
gema selakaran

II.
lingkar kelapa terbelah
terisi doa, kuning beras
dan tujuh bunga rampe
gunting
gunting
gunting
tawaf tubuh bayi
tak sadar digunduli
tangan-tangan diberkati

III.
kerumunan anak bermata logam
mengeras di pekarangan
menunggu hamburan uang
dan kepulangan

Dilah Jojor

malam kedua puluh satu
menuju dua puluh sembilan
menggugurkan seribu bulan

sebelum tarawih
kapuk dan biji jarak
menyala di mata anak-anak
diarak-arak semarak

sujud berwujud
malam-malam ganjil
sebelum imsak
waktu Sasak


Biodata
Abed Ilyas lahir di Mataram, Lombok, 23 Agustus 1997. Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Mataram. Bergiat di Komunitas Akarpohon, Mataram, Nusa Tenggara Barat. Hp: 0878 6412 9937


  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Seni Tak Selalu Soal Kompetisi: Di Tengah Situasi Banjir 61 Siswa Kelana Gelar Karya - 15 Februari 2026
  • Cerpen Kapiturunan – Risnandar Tjia - 8 Februari 2026
  • Ke Rumah Nan Tumpah #10: Pameran Silotigo “Rukun Paksa/ Berakit-rakit ke Hulu Tinggal di Genangan” dan dan Gelar Karya Kelana Akhir Pekan - 5 Februari 2026
Tags: Berita seni dan budayaBudayaCerpenEsaipuisiSastra

Related Posts

Cerpen Kapiturunan – Risnandar Tjia

Cerpen Kapiturunan – Risnandar Tjia

Oleh Redaksi Marewai
8 Februari 2026

Kapiturunan                Marsiah menambahkan beberapa potong kayu ke dalam tungku, lalu memungut talang yang tergeletak di samping tungkahan yang...

Amangkurat Cinta Semerah Darah: Kelindan Asmara dan Kekuasaan yang Berdarah Mataram

Amangkurat Cinta Semerah Darah: Kelindan Asmara dan Kekuasaan yang Berdarah Mataram

Oleh Arif P. Putra
5 Februari 2026

Resensi Buku Ade Mulyono agaknya telah menjadikan buku ini satu kesatuan cerita yang tematik. Ia nampak minimalis, tetapi kompleks....

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Oleh Redaksi Marewai
8 Januari 2026

Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah Judul              : Apa yang Tak Kau Dengar dari...

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Oleh Redaksi Marewai
1 Januari 2026

Selalu ia gambar, si al-a'war selama Tujuh ratus dua hari dan pikiranku Telah seluruhnya khatam untuk Masuk dan duduk-duduk...

Next Post

Cerpen Ian Hasan | Platonika May

Merawat Ingatan: Pekan Kebudayaan Daerah Sumatra Barat dan Upaya menghidupkan Iklim Berkesenian

Merawat Ingatan: Pekan Kebudayaan Daerah Sumatra Barat dan Upaya menghidupkan Iklim Berkesenian

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In