• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Rabu, Agustus 12, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Peringati Hari Bumi 2021: Komposer dan Seniman Lintas Bangsa Berkolaborasi “Restore” untuk Support Pendidikan Lingkungan Hidup

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
23 April 2021
in Berita Seni Budaya
2k 153
0
Home Budaya Berita Seni Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Dalam lagu ini dapat didengarkan vokal paduan suara yang saling bersahutan, yang kesemuanya merupakan vokal dari Lyra Pramuk, yang direkam dan diolah kembali dalam lebih dari 40 file audio berbeda, dan kemudian disatukan bersama komposisi bunyi dari alat-alat musik tradisional yang telah direkam dan diolah secara digital oleh Rani Jambak.

Adapun bunyi instrumen tradisional Sumatera yang dimainkan dalam lagu ini, antara lain adalah alat musik tiup sampelong dari Sumatera Barat, dan batu talempong, yaitu batu yang bila dipukul menimbulkan bunyi nada seperti halnya gamelan kuningan. Suara sampling Batu talempong ini direkam oleh Rani di Nagari (desa) Talang Anau, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Batu talempong sendiri merupakan warisan nenek moyang telah terdaftar sebagai salah satu situs cagar budaya di Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau, dengan nomor inventaris: 18/BCB-TB/A/10/2007.

Kolaborasi ini terasa seperti hutan yang hidup. “Kami ingin membuat karya musik yang mencerminkan hati kami, yang dapat menunjukkan harapan besar kami terhadap lingkungan dan dedikasi kami terhadap dunia yang sedang dilanda pandemi,” kata Rani.

Poto: Suasana Pengambilan Video

Hari ini mereka juga merilis video musik untuk lagu mereka yang menyoroti pemandangan alam yang menakjubkan dan kehidupan liar yang ada di ekosistem Leuser, yaitu hutan hujan tropis seluas 2,6 juta hektar di provinsi Aceh dan Sumatera Utara, Indonesia. Ekosistem Leuser adalah rumah bagi orangutan Sumatera, spesies yang terancam punah yang memainkan peran penting dalam ekosistem hutan hujan tropis.

Adapun pernyataan dari Pusat Pendidikan Lingkungan Bohorok adalah sebagai berikut:

“Pendidikan dan kegiatan lingkungan hdiup penting bagi masyarakat saat ini. Kehidupan global yang dinamis dan perkembangan teknologi yang pesat terus mengancam lingkungan yang semakin tidak terkendali akibat aktivitas yang dilakukan oleh manusia sendiri, kerusakan alam, penggundulan hutan, perburuan hewan, kerusakan ekosistem laut akibat penumpukan sampah, dan lain-lain yang telah terjadi tepat di depan mata kita.

Musik kolaboratif antarbenua karya Rani Jambak & Lyra Pramuk ini menjadi tanda dan pengingat yang kuat bagi seluruh manusia di bumi yang harus bertekad bersama untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan akibat pemanasan global yang berkelanjutan.

Rani Jambak

Di momen peringatan Hari Bumi 2021, kita masih dihadapkan pada pandemi COVID-19 yang hampir mengubah tatanan kehidupan manusia. Tema Pulihkan Bumi Kita adalah ajakan kepada semua orang di Bumi untuk lebih bijak dalam mengambil segala tindakan yang berkaitan dengan alam dan lingkungan. Bersama-sama, kita dapat mencegah bencana perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Bersama-sama, kita bisa memulihkan Bumi kita.

Salah satu cara untuk berpartisipasi dalam gerakan ini adalah dengan memberikan dukungan bagi aksi penyelamatan bumi yang dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti mendukung karya musik serta berdonasi untuk kegiatan penyelamatan hutan dan penyadaran masyarakat. Sebagai media untuk mendorong agar perilaku dan sikap masyarakat dapat lebih peduli terhadap lingkungan kita, dan membangun kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, sehingga dapat menjadi agenda pribadi dan bisa berkelanjutan.”

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata - 4 Agustus 2026
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
Page 2 of 3
Prev123Next
Tags: BudayaCerpenEsaiPelesiranpuisiSastra

Related Posts

Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata

Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
4 Agustus 2026

"Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA" di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang.Oleh: Irawan...

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
17 Juli 2026

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung TeaterOleh: Irawan Winata Barangkali panggung memiliki ruhnya sendiri. Sedari awal ia dibentuk, dihiasi tata...

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
10 Juli 2026

Kepergian seorang maestro teater selalu menyisakan kekosongan yang sunyi, sebuah luka mendalam yang menggetarkan panggung pertunjukan. Bagi dunia seni...

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
22 Juni 2026

Marewai-Padang, pada era digital yang efek negatifnya memahat kedalaman berpikir, sebuah oase literasi hadir di Kota Padang. Bertempat di...

Next Post
Puisi-Puisi Dhery Ane | Daintine

Puisi-Puisi Dhery Ane | Daintine

Cerpen Iswadi Bahardur | Sumpah Bang Upret Untuk Corina

Cerpen Iswadi Bahardur | Sumpah Bang Upret Untuk Corina

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In