• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Selasa, Agustus 4, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Penjelasan Singkat Kesenian Gambang di Kampung Pondok Kota Padang | Yori Leo Saputra

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
7 September 2021
in Budaya, Berita Seni Budaya
2.3k 97
0
Home Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan
Gambar: Foto bersama dengan Bapak Bactiar usai memainkan musik gambang

Padang, Marewai– Minangkabau memiliki banyak kesenian, salah satu kesenian tersebut ialah gambang. Gambang merupakan kesenian tranmigrasi di kota Padang. Kesenian ini dimiliki oleh masyarakat Tionghoa di kampung Pondok kota Padang Sumatra Barat. Kesenian gambang lahir karena perpaduan dengan berbagai kebudayaan di luar Minangkabau yakni pengaruh kebudayaan Tionghoa yang ada di kota Padang (Rizdki, 2017). Dahulunya, pada masa pemerintahan presiden Soeharto tahun 1971, kesenian gambang sempat diberhentikan. Namun, ketika masa pemerintahan presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kesenian gambang dihidupkan kembali.

Bactiar, selaku generasi keempat penerus kesenian gambang di kampung Pondok kota Padang, mengatakan, gambang adalah salah satu alat kesenian musik yang berasal dari Betawi dengan memadukan alat musik gamelan dan alat musik dari Tionghoa. Namun, pada dasarnya, gambang merupakan alat musik dari Cina. Lalu, disebarluaskan ke daerah-daerah lain. Salah satunya terdapat di Kota Padang.

Alat musik gambang terbuat dari kayu khusus yang berasal dari Cina. Kemudian, alat musik ini memiliki 18 keping kayu yang berukuran panjang dan pendek. Tiap-tiap keping kayu memiliki tingkatan nada, mulai dari nada tinggi, nada sedang, dan nada rendah. Bactiar juga mengatakan bahwa kesenian gambang sebenarnya sudah ada sejak tahun 1930. Kesenian ini hanya disajikan pada hari-hari tertentu saja seperti hari Imleks, perayaan Cap Go Meh, hari Kemerdekaan Republik Indonesia, hari ibadah Cina, dan hari pernikahan.

Musik dalam kesenian gambang ialah berupa nyanyi-nyanyian yang dimainkan 10 orang pemain. Ada sebagai penyanyi dan ada juga sebagai penari. Para pemain tidak hanya berasal dari kalangan orang Tionghoa, tetapi juga boleh dimainkan semua kalangan masyarakat, baik itu masyarakat Minang, Jawa, dan maupun masyarakat lainnya.

Sementara itu, kostum yang digunakan pemain pada umumnya sama. Artinya, kostum pemain tidak dibeda-bedakan antara etnis satu dengan etnis lain. Ciri khas yang menonjol bagi pemain musik dan penyanyi gambang yaitu memadukan alat musik gamelan dan alat musik Tionghoa seperti sukong, tehyan, dan kongahyan.

Tujuan dan fungsi utama kesenian gambang hanyalah untuk hiburan semata bagi tuan rumah dan para tamu yang hadir dalam acara, perayaan, dan pesta tertentu. Dalam kesenian gambang tidak ada hal-hal yang berkaitan dengan unsur kepercayaan.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai kesenian gambang di kampung Pondok Kota Padang. Semoga bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan terima kasih.

Sumber: Wawancara dengan Bapak Bactiar selaku generasi penerus kesenian gambang di kampung Pondok Kota Padang.


Yori Leo Saputra adalah pria kelahiran 03 Agustus 1999, di Pale Koto VIII Hilir, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat.  Penulis antologi puisi Tangis di Rantau bersama David Dutu. Blogger: jurnalismuda03.blogspot.com dan WhatApps:085265782680.

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata - 4 Agustus 2026
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
Tags: BudayaHistorisMarewaimarewai tvPadangSejarah

Related Posts

Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata

Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
4 Agustus 2026

"Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA" di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang.Oleh: Irawan...

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
17 Juli 2026

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung TeaterOleh: Irawan Winata Barangkali panggung memiliki ruhnya sendiri. Sedari awal ia dibentuk, dihiasi tata...

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
10 Juli 2026

Kepergian seorang maestro teater selalu menyisakan kekosongan yang sunyi, sebuah luka mendalam yang menggetarkan panggung pertunjukan. Bagi dunia seni...

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
22 Juni 2026

Marewai-Padang, pada era digital yang efek negatifnya memahat kedalaman berpikir, sebuah oase literasi hadir di Kota Padang. Bertempat di...

Next Post
TABUH BATAJAU BERDENTANG, 2 IVEN DIPASTIKAN JADI

TABUH BATAJAU BERDENTANG, 2 IVEN DIPASTIKAN JADI

Puisi-puisi Thomas Elisa | Langgam Lama

Puisi-puisi Thomas Elisa | Langgam Lama

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In