• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Sabtu, Maret 21, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Penjelasan Singkat Kesenian Gambang di Kampung Pondok Kota Padang | Yori Leo Saputra

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
7 September 2021
in Budaya, Berita Seni Budaya
1.3k 56
0
Home Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan
Gambar: Foto bersama dengan Bapak Bactiar usai memainkan musik gambang

Padang, Marewai– Minangkabau memiliki banyak kesenian, salah satu kesenian tersebut ialah gambang. Gambang merupakan kesenian tranmigrasi di kota Padang. Kesenian ini dimiliki oleh masyarakat Tionghoa di kampung Pondok kota Padang Sumatra Barat. Kesenian gambang lahir karena perpaduan dengan berbagai kebudayaan di luar Minangkabau yakni pengaruh kebudayaan Tionghoa yang ada di kota Padang (Rizdki, 2017). Dahulunya, pada masa pemerintahan presiden Soeharto tahun 1971, kesenian gambang sempat diberhentikan. Namun, ketika masa pemerintahan presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kesenian gambang dihidupkan kembali.

Bactiar, selaku generasi keempat penerus kesenian gambang di kampung Pondok kota Padang, mengatakan, gambang adalah salah satu alat kesenian musik yang berasal dari Betawi dengan memadukan alat musik gamelan dan alat musik dari Tionghoa. Namun, pada dasarnya, gambang merupakan alat musik dari Cina. Lalu, disebarluaskan ke daerah-daerah lain. Salah satunya terdapat di Kota Padang.

Alat musik gambang terbuat dari kayu khusus yang berasal dari Cina. Kemudian, alat musik ini memiliki 18 keping kayu yang berukuran panjang dan pendek. Tiap-tiap keping kayu memiliki tingkatan nada, mulai dari nada tinggi, nada sedang, dan nada rendah. Bactiar juga mengatakan bahwa kesenian gambang sebenarnya sudah ada sejak tahun 1930. Kesenian ini hanya disajikan pada hari-hari tertentu saja seperti hari Imleks, perayaan Cap Go Meh, hari Kemerdekaan Republik Indonesia, hari ibadah Cina, dan hari pernikahan.

Musik dalam kesenian gambang ialah berupa nyanyi-nyanyian yang dimainkan 10 orang pemain. Ada sebagai penyanyi dan ada juga sebagai penari. Para pemain tidak hanya berasal dari kalangan orang Tionghoa, tetapi juga boleh dimainkan semua kalangan masyarakat, baik itu masyarakat Minang, Jawa, dan maupun masyarakat lainnya.

Sementara itu, kostum yang digunakan pemain pada umumnya sama. Artinya, kostum pemain tidak dibeda-bedakan antara etnis satu dengan etnis lain. Ciri khas yang menonjol bagi pemain musik dan penyanyi gambang yaitu memadukan alat musik gamelan dan alat musik Tionghoa seperti sukong, tehyan, dan kongahyan.

Tujuan dan fungsi utama kesenian gambang hanyalah untuk hiburan semata bagi tuan rumah dan para tamu yang hadir dalam acara, perayaan, dan pesta tertentu. Dalam kesenian gambang tidak ada hal-hal yang berkaitan dengan unsur kepercayaan.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai kesenian gambang di kampung Pondok Kota Padang. Semoga bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan terima kasih.

Sumber: Wawancara dengan Bapak Bactiar selaku generasi penerus kesenian gambang di kampung Pondok Kota Padang.


Yori Leo Saputra adalah pria kelahiran 03 Agustus 1999, di Pale Koto VIII Hilir, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat.  Penulis antologi puisi Tangis di Rantau bersama David Dutu. Blogger: jurnalismuda03.blogspot.com dan WhatApps:085265782680.

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung - 16 Maret 2026
  • Puisi-puisi Roy Andika | Pada Suatu Malam - 14 Maret 2026
  • Cerpen Putri Oktaviani | Bagaimana Darso Menyesal - 14 Maret 2026
Tags: BudayaHistorisMarewaimarewai tvPadangSejarah

Related Posts

Alienasi: Ketika Penonton Teater Kehilangan Arah Panggung | Irawan Winata

Alienasi: Ketika Penonton Teater Kehilangan Arah Panggung | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
10 Maret 2026

Ekosistem teater di Sumatera Barat, khususnya pada Maret 2025 ini, tampak seperti panggung yang lampunya padam sebelum pertunjukan dimulai....

Mendoa Puriang: Kue Suci di Bulan Rajab ala Muslim Keturunan India di Padang

Mendoa Puriang: Kue Suci di Bulan Rajab ala Muslim Keturunan India di Padang

Oleh Redaksi Marewai
23 Februari 2026

Memasuki bulan Rajab, dapur-dapur rumah mulai dipenuhi aroma rempah, kunda pun siap dihidangkan. Sementara lantunan kalimat-kalimat Allah terdengar dari...

Seni Tak Selalu Soal Kompetisi: Di Tengah Situasi Banjir 61 Siswa Kelana Gelar Karya

Seni Tak Selalu Soal Kompetisi: Di Tengah Situasi Banjir 61 Siswa Kelana Gelar Karya

Oleh Redaksi Marewai
15 Februari 2026

Sebanyak 61 siswa Kelas Nan Tumpah Akhir Pekan (Kelana Akhir Pekan) menggelar karya hasil pembelajaran Semester II (September–Desember 2025)...

Ke Rumah Nan Tumpah #10: Pameran Silotigo “Rukun Paksa/ Berakit-rakit ke Hulu Tinggal di Genangan” dan dan Gelar Karya Kelana Akhir Pekan

Ke Rumah Nan Tumpah #10: Pameran Silotigo “Rukun Paksa/ Berakit-rakit ke Hulu Tinggal di Genangan” dan dan Gelar Karya Kelana Akhir Pekan

Oleh Redaksi Marewai
5 Februari 2026

Dua bulan setelah banjir bandang dan galodo melanda 16 kabupaten kota di Sumatera Barat, Komunitas Seni Nan Tumpah menggelar...

Next Post
TABUH BATAJAU BERDENTANG, 2 IVEN DIPASTIKAN JADI

TABUH BATAJAU BERDENTANG, 2 IVEN DIPASTIKAN JADI

Puisi-puisi Thomas Elisa | Langgam Lama

Puisi-puisi Thomas Elisa | Langgam Lama

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In