• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Minggu, Mei 31, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Memperingati Hari Sumpah Pemuda: “Bersatu dan Bangkit” Rumah Kita Kambang Benar-benar Menjadi Rumah Apresiasi

Arif P. Putra Oleh Arif P. Putra
29 Oktober 2020
in Berita Seni Budaya
1.2k 75
0
Home Budaya Berita Seni Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Memberikan apresiasi kepada perjuangan-perjuangan mereka di masa silam dengan banyak cara, salah satunya menjaga solidaritas

Poto: Penampilan Musisi Budi dan Pembacaan Puisi oleh Penyair Youri Kayama

Pesisir Selatan, Marewai– Hari-hari penting dimasa lalu adalah sebuah bukti bahwa pergerakan pemuda-pemuda Indonesia sejak dahulu merupakan bagian penting negara ini dan begitu berpengaruh kepada perkembangan bangsa.

Secara umum, pergerakan tersebut menghasilkan suatu perubahan, baik dalam skala kecil maupun luas. Sumpah Pemuda adalah salah satu hari bersejarah, dimana pemuda mengikrarkan poin-poin penting berdirinya sebuah bangsa. Maka terjadilah Kongres pada tanggal 27-28 Oktober tahun 1928 atau Kongres Pemuda Kedua di Batavia (Jakarta). Ini adalah kongres pergerakan pemuda Indonesia yang melahirkan keputusan memuat ikrar untuk mewujudkan cita-cita berdirinya negara Indonesia, yang dikenal sampai sekarang dengan Sumpah Pemuda. Keputusan tersebut menegaskan cita-cita akan adanya “tanah air Indonesia”, “bangsa Indonesia”, dan “bahasa Indonesia”. Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap “perkumpulan kebangsaan Indonesia” dan agar “disiarkan dalam berbagai surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan”.

Dokumentasi marewai.com

Sebagai generasi penerus, tentu memperingati hari penting ini adalah sebuah momen mengapresiasi perjuangan pendahulu. Bentuk wujud terimakasih bagi mereka yang telah berjuang di masa lampau, memperjuangkan banyak hal-hal penting yang dapat dinikmati anak cucunya saat ini. Berangkat dari wujud terimakasih tersebut, memperingati hari Sumpah Pemuda sudah menjadi tanggal penting pada bulan oktober bagi banyak masyarakat dipelosok negeri Indonesia, berbagai macam cara untuk merayakannya. Begitu juga yang dilakukan Rumah Kita Kambang, Kec. Lengayang, Kab. Pesisir Selatan, Sumatera Barat (TPI Kambang). Mengusung tema “Bersatu dan Bangkit” Fadli (Penggerak sekaligus ketua Komunitas Literasi Anak Nagari) didapuk sebagai ketua pelaksana menjalankan serangkaian acara dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda dengan banyak anak muda keren lainnya. Bertempat di Rumah Kita Kambang, mereka melaksanakan beberapa acara;

-Upacara Sumpah Pemuda – Bakti Sosial – Makan Bersama Yayasan Panti Asuhan – Pertunjukan Randai – Pertunjukan Tari – Pertunjukan Silek – Live Mural – Puisi Kebangsaan – Live Akustik – Pelepasan Lampion

Dokumentasi marewai.com

Acara ini diadakan selama dua hari, sesuai dengan tanggal Kongres Pemuda Kedua dimasa silam, 27/28 Oktober 2020. Sebagai pemilik Rumah Kita Kambang, Genta juga sangat mendukung penuh kegiatan ini. Selain itu, Genta pun ikut terlibat langsung dalam seluruh agenda yang diadakan. Agenda ini juga dihadiri banyak komunitas yang notabenenya berbeda genre, salah satu bentuk bahwa Indonesia itu beragam, tapi tetap bisa berkegiatan–serta bersinergi bersama dalam satu wadah. Salut!

Berikut beberapa komunitas yang ikut serta dalam agenda Memperingati Sumpah Pemuda, “Bersatu dan Bangkit”.

Kambangsurfcomunity

Literasi anak nagari

Purnapaski

Lentera Rubik

Keluarga Musik

Kohima

Mytrip my adventure

Kamadirancah

Faji pessel

Fpti

pesselD

s3indonesia

Muhammadya Tapan

Perkasa Tapan

Ssc

Mahasiswa Unp

cerano.id

kabarpessel

Fhoto_segeh

Pesisir Selatan

Dan lainnya…

Dokumentasi marewai.com

Support:

@kambangsurfcomunity

@Literasianaknagari

@purnapaski

Meski demikian, iklim seperti ini harus tetap terjaga. Memperingati hanya bagian dari sebuah perayaan, lebih dari itu adalah memperingati hal tersebut dari diri sendiri. Memberikan apresiasi kepada perjuangan-perjuangan mereka di masa silam dengan banyak cara, salah satunya menjaga solidaritas.

  • About
  • Latest Posts
Arif P. Putra
ikuti saya
Arif P. Putra
Penulis at Media
Pengelola & penulis di kanal Marewai, menulis Rubrik Pelesiran dan Budaya. Kami juga melakukan riset independen seputar kearifan lokal di Minangkabau, terutama Pesisir Selatan. Selain mengisi kolom di Marewai.com, saya juga menulis puisi dan cerpen dibeberapa media daring dan cetak di Indonesia. Karya-karya saya sering menggabungkan kepekaan terhadap detail kehidupan sehari-hari dengan kedalaman emosional yang membuat pembaca terhubung dengan karakter dan cerita yang diciptakan. Saya juga menulis di rubrik Pelesiran website www.marewai.com
blog;pemikiranlokal.blogspot.com,
Arif P. Putra
ikuti saya
Latest posts by Arif P. Putra (see all)
  • The Bluff: Priyanka Chopra dan Peran Keterasingannya dalam Cerita, Dendam dan Pembalasan Masa Lalu - 27 Maret 2026
  • Amangkurat Cinta Semerah Darah: Kelindan Asmara dan Kekuasaan yang Berdarah Mataram - 5 Februari 2026
  • Cakap Pilem – Viduthalai Part 1: Potret Suram Orang-orang Miskin dan Kekejian Kapitalisme Bersenjata Aparat Negara - 23 Januari 2026
Tags: BudayaPelesiranPunago Rimbun

Related Posts

GUA Lokal: Perkuat Ekosistem Seni Visual Sumatera melalui Kumpul IV

GUA Lokal: Perkuat Ekosistem Seni Visual Sumatera melalui Kumpul IV

Oleh Redaksi Marewai
14 Mei 2026

Medan, 10 Mei 2026 - Kumpul IV menandai keberlanjutan sebuah ruang yang diinisiasi oleh GUA lokal, yang dalam beberapa...

Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak – Irawan Winata

Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak – Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
25 April 2026

Tidak ada hukum wajib atau teori khusus yang mengharuskan sebuah komunitas teater memiliki penulis naskah tetap. Keberadaannya bukanlah sekadar...

Kesuksesan Totalitas Aktor Ku-Liek pada Festival Nan Jombang Tgl3, Menggantung Hak Intelektual Penonton dalam Dekonstruksi Nilonali | Irawan Winata

Kesuksesan Totalitas Aktor Ku-Liek pada Festival Nan Jombang Tgl3, Menggantung Hak Intelektual Penonton dalam Dekonstruksi Nilonali | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
6 April 2026

Nan Jombang Dance Company selalu memberikan kesejukan bagi jiwa seniman, menyediakan ruang agar mereka dapat terus tumbuh dan berkembang...

Seni Tak Selalu Soal Kompetisi: Di Tengah Situasi Banjir 61 Siswa Kelana Gelar Karya

Seni Tak Selalu Soal Kompetisi: Di Tengah Situasi Banjir 61 Siswa Kelana Gelar Karya

Oleh Redaksi Marewai
15 Februari 2026

Sebanyak 61 siswa Kelas Nan Tumpah Akhir Pekan (Kelana Akhir Pekan) menggelar karya hasil pembelajaran Semester II (September–Desember 2025)...

Next Post
Menyimak Hulu Langgai: Sebuah Cerita Dari Kampung Mudiak dan Sejarah Tersembunyi

Menyimak Hulu Langgai: Sebuah Cerita Dari Kampung Mudiak dan Sejarah Tersembunyi

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Mendengkur Waktu

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Mendengkur Waktu

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In