• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Minggu, Juli 26, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Daun Sungkai: Obat Tradisional yang Kaya Manfaat

Arif P. Putra Oleh Arif P. Putra
4 Juni 2021
in Budaya, Artikel
1.1k 80
0
Home Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan


Daun sungkai atau Peronema canescens sebelumnya banyak digunakan oleh masyarakat sebagai obat untuk demam, sakit kepala, sakit gigi, asma, hingga penyakit kulit seperti panu. Daun ini juga banyak digunakan masyarakat sebagai obat memulihkan tenaga.

Berikut cara meramu daun Sungkai:
Ambil beberapa helai daun sungkai, kemudian rendam di air panas. Setelah beberapa menit, saring air tersebut, dan minum ketika sudah agak dingin. Cara perebusannya sangat mudah dan tidak perlu Ada tambahan lain. Minum air rebusan bagian kulit batang pohon ini, dipercaya bisa mengobati malaria, menjaga stamina tubuh, hingga meningkatkan imunitas tubuh. Bagi wanita yang minum rebusan daun ini dipercaya bisa menambah kesuburan. Nah, lakukan hal tersebut secara rutin tiga kali dalam seminggu.

Daun ini sempat viral pada tahun 2020, karena dipercaya bisa menyembuhkan virus corona. Tetapi tak lama berselang, berita itu disinyalir sebagai hoak. Hoak karena daun ini dianggap tidak bisa penyembuhan virus. Melainkan hanya meningkatkan kekebalan tubuh/imunitas. Biasanya daun Sungkai tersebut banyak dijual di pasar-pasar, ataupun secara onlen. Sebenarnya jauh sebelum viral karena daun Sungkai bisa menangkal virus covid-19, daun ini sudah lama terkenal dikalangan masyarakat tradisional. Daun Sungkai tidak asing lagi bagi mereka, karena dalam pengobatan tradisional, daun ini dijadikan sebagai obat herbal untuk berbagai penyembuhan penyakit.

  • About
  • Latest Posts
Arif P. Putra
ikuti saya
Arif P. Putra
Penulis at Media
Pengelola & penulis di kanal Marewai, menulis Rubrik Pelesiran dan Budaya. Kami juga melakukan riset independen seputar kearifan lokal di Minangkabau, terutama Pesisir Selatan. Selain mengisi kolom di Marewai.com, saya juga menulis puisi dan cerpen dibeberapa media daring dan cetak di Indonesia. Karya-karya saya sering menggabungkan kepekaan terhadap detail kehidupan sehari-hari dengan kedalaman emosional yang membuat pembaca terhubung dengan karakter dan cerita yang diciptakan. Saya juga menulis di rubrik Pelesiran website www.marewai.com
blog;pemikiranlokal.blogspot.com,
Arif P. Putra
ikuti saya
Latest posts by Arif P. Putra (see all)
  • Cakap Film: Drishyam 3: Daya Magis dan Aktor Flamboyan | Arif P. Putra - 26 Juni 2026
  • Cakap Film – KARA: Karakteristik Film Tamil dan Isu Terdekat Mereka - 2 Juni 2026
  • The Bluff: Priyanka Chopra dan Peran Keterasingannya dalam Cerita, Dendam dan Pembalasan Masa Lalu - 27 Maret 2026
Tags: BudayaCerpenPelesiranpuisiPunago RimbunSastra

Related Posts

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
17 Juli 2026

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung TeaterOleh: Irawan Winata Barangkali panggung memiliki ruhnya sendiri. Sedari awal ia dibentuk, dihiasi tata...

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
10 Juli 2026

Kepergian seorang maestro teater selalu menyisakan kekosongan yang sunyi, sebuah luka mendalam yang menggetarkan panggung pertunjukan. Bagi dunia seni...

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
22 Juni 2026

Marewai-Padang, pada era digital yang efek negatifnya memahat kedalaman berpikir, sebuah oase literasi hadir di Kota Padang. Bertempat di...

Dari Ruang Temu ke Simpul: Kumpul IV Memperluas Percakapan Seni Rupa Sumatera

Dari Ruang Temu ke Simpul: Kumpul IV Memperluas Percakapan Seni Rupa Sumatera

Oleh Redaksi Marewai
14 Juni 2026

Padang, 14 Juni 2026 — Rangkaian Kumpul IV telah berlangsung pada 5–7 Juni 2026 di Medan. Tiga kegiatan utama...

Next Post
Puisi-puisi Mochammad Aldy Maulana Adha | Hikayat Budak Korporat

Puisi-puisi Mochammad Aldy Maulana Adha | Hikayat Budak Korporat

Cerpen Wahid Kurniawan | Pada Sisa-sisa Waktu

Cerpen Wahid Kurniawan | Pada Sisa-sisa Waktu

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In