• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Selasa, Agustus 4, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Art Therapy #5 Ruang Kaloborasi Baru Lintas Bidang Seni | Rian Afdol

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
29 Juni 2021
in Budaya, Berita Seni Budaya
2.2k 45
0
Home Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Setiap orang sibuk dengan kertas; kuas; pewarna dan coretannya; gambar-gambar yang terlihat begitu bebas dan riang dipajang di salah satu sudut ruang. Silih berganti pengunjung yang telah menyelesaikan coretannya berfoto dengan senyum lebar. Di ruang lain sejumlah pengunjung sibuk dengan henna-tatto merias tangan dan jari-jemari. Di bagian lain, sejumlah kerajinan; kanvas dan pernik unik dipajang; beberapa aquarium mini warna-warni menambah sejuk tanggakapan susuasa pertama yang saya dapatkan saat mengunjungi Art Therapy #5 yang digagas oleh Dangau Studio dan di gelar di Rumah diskusi Alco pada 26 Juni 2021.

Tidak berhenti sampai di sana, di atas pentas silih berganti pertunjukan dari perbagai bidang kesenian dihadirkan. Mulai dari pertunjukan Monolog; Tari; musik; musikalisasi dan pertunjukan puisi. Tentu saja dalam kegiatan yang kompleks ini, Dangau Studio, melibatkan beragam kelompok kesenian lintas bidang seni. Sebut saja Rumah Ada Seni (RAS); Komunitas Nan Tumpah; Lintang Utara; Sabana Cayahh Production; Literasi Anak Nagari; Jejak Penyair; Sanggar Seni Arif Daya; Padang Violin Studio; Henna Artist Padang; Komunitas Milenial Pesisir Selatan dan sejumlah performant personal ikut ambil andil dalam kegiatan ini.

Sebagai penikmat saya sangat menikmati kolaborasi. Pada salah satu pertunjukan yang dihadirkan; seorang penari menari di atas kanvas lengkap dengan ragam warna cat. Gerakannya selaras dengan musik dan ritme pembacaan puisi yang ditampilkan disaat yang bersamaan. Gerakan penari itu, seolah menjadi gerakan kuas yang dengan sangat cermat mengaduk warna dan bentuk. Pada bagian akhir pertunjukan sebuah karya lukis eksperimental tercipta dan memberi magis lain untuk pertunjukan yang sangat menarik itu.

Ruang Kolaborasi Baru

Sebagai penikmat, kehadiran Art Therapy #5 sebagai ruang kolaborasi tentu sangat menyenangkan. Dalam satu kegiatan saya dapat menikmati ragam jenis kesenian yang hadir sebagai bentuk tunggal dan-atau kaloborasi. Selain itu karya yang dipertunjukan terasa lebih beda dan segar. Pada tahap selanjutnya tentu saja kolaborasi ini merangsang imaji dan juga bertanya-tanya dalam hati, bentuk dan karya apa-lagi setelah ini?

Tidak hanya bagi penikmat seni, bagi pelaku kesenian tentu saja ini menjadi ruang silaturahmi baru yang akan memperkecil jarak antara pelaku seni ragam bidang. Pada tahap selanjutnya tentu saja membuka peluang dan ruang kolaborasi baru yang jauh lebih eksploratif dan eksperimental.

Tidak berhenti sampai pada pelaku seni , sebagai penikmat saya melihat bahwa ruang kolaborasi ini memungkin pihak penyelenggara mengundang dan menghadirkan penonton dari beragam penikmat seni juga. jika penontonnya adalah penikmat atau penyuka pertunjukan tari, maka penonton tersebut  memiliki alasan untuk datang karena tentu saja ia akan melihat pertunjukan tari pada rangkaian kegiatan ini dan ketika dia datang, penonton tersebut akan menikmati ragam pertunjukan dan kegiatan seni lainnya. Pada akhirnya tidak hanya menikmati pertunjukan tari yang menjadi alasan utama kedatangan penonton tersebut. Penonton itu juga bisa menikmati pertunjukan seni dari bidang liannya; tentu saja ini bisa menjadi ruang edukatif atau pengenalan ragam bidang seni. Menurut saya ini tentu bisa menjadi ruang pembentukan kantong-kantong penonton baru bagi setiap bidang seni yang ambil andil dalam kegiatan ini.

Kaloborasi antar bidang seni tentu bukan hal baru, Seni pertunjukan teater tentu bisa saja menjadi prototipe bentuk itu. Namun meskipun begitu, ruang dan bentuk kaloborasi yang dalam Art Terapy #5 tetap terasa baru. Tentunya bentuk dan karya-karya baru dari kegiatan ini selalu layak untuk ditunggu.
***


Biodata penulis;
Rian Afdol, lahir di Batusangkar. Penulis merupakan seniman grafir kaca yang menjalankan bengkel “KACAKACO”. Selain itu penulis juga merupakan Alumni Teater Imam Bonjol dan pernah aktif di RK Serunai Laut.


  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata - 4 Agustus 2026
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
Tags: ArtikelBeritaBudayaCerpenEsaiPelesiranpuisi

Related Posts

Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata

Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
4 Agustus 2026

"Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA" di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang.Oleh: Irawan...

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
17 Juli 2026

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung TeaterOleh: Irawan Winata Barangkali panggung memiliki ruhnya sendiri. Sedari awal ia dibentuk, dihiasi tata...

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
10 Juli 2026

Kepergian seorang maestro teater selalu menyisakan kekosongan yang sunyi, sebuah luka mendalam yang menggetarkan panggung pertunjukan. Bagi dunia seni...

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
22 Juni 2026

Marewai-Padang, pada era digital yang efek negatifnya memahat kedalaman berpikir, sebuah oase literasi hadir di Kota Padang. Bertempat di...

Next Post
Pantangan Penghulu di Minangkabau | Yori Leo Saputra

Pantangan Penghulu di Minangkabau | Yori Leo Saputra

Puisi-puisi Awawa Yogarta Prabaning Arka | Majenun

Puisi-puisi Awawa Yogarta Prabaning Arka | Majenun

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In