• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Selasa, Agustus 11, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Alih Media Seni Ukir Tradisi Minangkabau “Sebuah Upaya Transisi Media dan Generasi” | Rian Afdol

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
19 April 2021
in Berita Seni Budaya
2.1k 135
0
Home Budaya Berita Seni Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

“Kayu manalagi yang akan kita cancang? Siapa lagi yang akan mewarisi itiak pulang patang, kaluak paku, tampuak manggih dan atau motif ukir Minangkabau lain? Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi bahasan utama diskusi pengantar workshop “Seni ukir tradisional” yang diselenggarakan UPTD Taman Budaya Sumatera Barat. Workshop yang digelar pada tanggal 9 sampai 10 april ini mengangkat tema “Aplikasi Seni Ukir Tradisi Minangkabau pada Proses Kreatif Kekinian”.

Rian Afdol

Kayu, bahan utama dalam seni ukir tradisi telah menjadi sesuatu yang boleh dibilang langka hari ini. Seperti lazim kita ketahui, bahwa kayu yang baik memiliki standar yang tinggi. Mulai dari tempat tumbuh, usia, teknik penebangan, pengolahan dan pengeringan kayu. Kayu terbaik tumbuh di daerah lembah yang lembab, setidaknya mesti berumur 25 tahun, ditebang dengan perhitungan jatuh kayu yang tepat, diolah dengan direndam dan dikeringkan yang bisa memakan waktu sampai setahun. Hal ini masih ditambah dengan regulasi tentang pohon. Begitulah kira-kira perihal kayu; secara bahan, langka dan secara waktu setidaknya butuh 26 tahun ditambah lagi waktu pengerjaan ukiran. Polemik pelestarian seni ukir tradisional ini masih belum seselesai di kayu. Polemik lain akan muncul ketika kita bicara tentang regenerasi pengukir itu sendiri. Telah menjadi pengetahuan umum bahwa seni ukir membutuhkan teknik yang sangat tinggi. Hal ini menjadikan semacam beban mental bagi sebagian generasi muda yang telah akrab dengan automatisasi yang cepat secara waktu dan lebih praktis dalam prosesnya.

Bukan hanya tentang bahan dan regenerasi pelaku seni ukir tradisi, polemik ini akan terasa lebih rumit jika kita bica mengenai nilai ekonomi dan pasar. Bahan dan teknik yang berstandar tinggi, menjadikan ukiran tradisi menjadi sesuatu yang mahal. Dapat ditebak dengan mudah, pada tahap selanjutnya harga yang mahal membuat karya seni ukir tradisi hanya memungkinkan diakses oleh kalangan tertentu. Kalangan tertentu dan tentu itu sangat langka. Akhirnya kita akan sampai pada pertanyaan “Siapa lagi yang akan membangun rumah gadang hari ini?”

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata - 4 Agustus 2026
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
Page 1 of 2
12Next
Tags: BudayaCerpenEsaiPelesiranpuisiSastra

Related Posts

Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata

Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
4 Agustus 2026

"Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA" di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang.Oleh: Irawan...

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
17 Juli 2026

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung TeaterOleh: Irawan Winata Barangkali panggung memiliki ruhnya sendiri. Sedari awal ia dibentuk, dihiasi tata...

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
10 Juli 2026

Kepergian seorang maestro teater selalu menyisakan kekosongan yang sunyi, sebuah luka mendalam yang menggetarkan panggung pertunjukan. Bagi dunia seni...

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
22 Juni 2026

Marewai-Padang, pada era digital yang efek negatifnya memahat kedalaman berpikir, sebuah oase literasi hadir di Kota Padang. Bertempat di...

Next Post
Punago Rimbun: Payung Kuniang Kebesaran Kerajaan Kesultanan Indrapura | Zera Permana

Punago Rimbun: Payung Kuniang Kebesaran Kerajaan Kesultanan Indrapura | Zera Permana

Puisi-puisi Muhammad Sapikri | Terubuk Nasibmu Kini

Puisi-puisi Muhammad Sapikri | Terubuk Nasibmu Kini

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In