• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Minggu, September 27, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Alih Media Seni Ukir Tradisi Minangkabau “Sebuah Upaya Transisi Media dan Generasi” | Rian Afdol

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
19 April 2021
in Berita Seni Budaya
2.1k 135
0
Home Budaya Berita Seni Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Menanggapi ragam polemik ini, pihak penyelenggara menghadirkan alternafif media selain kayu. Workshop yang menghadirkan Drs.Efrizal, M.Pd, Drs. Irwan, M.Sn, Drs. Erizalidi sebagai pemateri menjadikan spons sebagai media pengganti kayu. Pemilihan spons tentu bukan tanpa alasan, bahan yang gampang didapatkan, penggarapan yang lebih mudah secara teknik. Selain itu, penggunaan spons akan memungkinkan motif ukiran tradisi diaplikasikann pada ragam objek lain. Hal ini memungkinkan ukiran tradisi kehadirannya tidak hanya terbatas pada rumah gadang. Menggunakan spons memberikan peluang motif tradisi hadir pada benda-benda fungsional maupun benda-benda yang memang diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan artistik.

Pergeseran tentu mengundang gesekan yang tidak gampang didamaikan. Turunan pergeseran bahan akan menuntut pergesaran alat, selanjutnya akan menuntut pergeseran teknik dan tentu saja menggeser bentuk akhir karya yang dihasilkan. Tentu ini bukanlah sesuatu yang mudah diterima bagi semua orang. Namun begitulah akhirnya kita akan sampai pada pilihan bertahan namun terasing atau memilih beralih dan lebih berpotesi diterima khalayak dengan spektrum yang lebih luas.


Penulis Rian Afdol, lahir di Batusangkar. Penulis merupakan seniman grafir kaca yang menjalankan bengkel “KACAKACO”.


  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Bala Bhumi: Membaca Kegelisahan Menolak Segala Bala | Zura W Zulkarnain - 3 September 2026
  • Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata - 4 Agustus 2026
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
Page 2 of 2
Prev12
Tags: BudayaCerpenEsaiPelesiranpuisiSastra

Related Posts

Bala Bhumi: Membaca Kegelisahan Menolak Segala Bala | Zura W Zulkarnain

Bala Bhumi: Membaca Kegelisahan Menolak Segala Bala | Zura W Zulkarnain

Oleh Redaksi Marewai
3 September 2026

Salah satu keberhasilan Bala Bhumi, karya sutradara Afrizal Harun, terletak pada bagaimana pertunjukan ini mengembangkan tubuh para aktornya. Tubuh-tubuh...

Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata

Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
4 Agustus 2026

"Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA" di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang.Oleh: Irawan...

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
17 Juli 2026

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung TeaterOleh: Irawan Winata Barangkali panggung memiliki ruhnya sendiri. Sedari awal ia dibentuk, dihiasi tata...

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
10 Juli 2026

Kepergian seorang maestro teater selalu menyisakan kekosongan yang sunyi, sebuah luka mendalam yang menggetarkan panggung pertunjukan. Bagi dunia seni...

Next Post
Punago Rimbun: Payung Kuniang Kebesaran Kerajaan Kesultanan Indrapura | Zera Permana

Punago Rimbun: Payung Kuniang Kebesaran Kerajaan Kesultanan Indrapura | Zera Permana

Puisi-puisi Muhammad Sapikri | Terubuk Nasibmu Kini

Puisi-puisi Muhammad Sapikri | Terubuk Nasibmu Kini

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In