• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Selasa, Februari 3, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Punago Rimbun: Antara Dukun Padi Kethariqah Sufiyah Jalur Renung Mande Rubiah | Zera Permana

Zera Permana Oleh Zera Permana
8 Oktober 2020
in Punago Rimbun
1.4k 75
0
Home Punago Rimbun
BagikanBagikanBagikanBagikan

Perenung Pujangga Dukun Padi Angku Bujang Jari Sabaleh (alm) diam dan bertempat tinggal di Muara Sakai, seorang orang Tua Adat dan pemimpin spiritual bergelar Maruhum Alamsyah di Nagari Lunang. Yang oleh masyarakat dikenal sebagai seorang yang mewarisi kharisma tersendiri, karena kemampuan spiritualnya sebagai Dukun Padi.

Di daerah Siguntur menurut ayah  Zulkifli Imam Mangkuto, Angku Busalir Rantuo Rajo Lenggang dan Bapak Busamah Seorang Penghulu di Sungai Lundang. Masyarakat Siguntur Mudo mengundang seorang ahli pengobatan padi di daerah Muara Sakai Lunang. Sedangkan menurut Surah-Surah (penjelasan) dari nan tuo-tuo Emral Djamal Dt. Rajo Mudo (alm) Budayawan dan Praktisi tradisi Minangkabau guru penulis sendiri, baliau ini berasal dari Bayang. Merujuk kepada pertalian beliau dari nasab dan keilmuan sebagai dukun padi yang telah diwarisi oleh orang Bayang, beberapa generasi. Hingga beliau generasi yang ke VII. Pada saat itu beliau diundang untuk hadir di Siguntur Muda. Beliau datang ke Siguntur Muda sekitaran umur 15 tahun (masa remaja) untuk  mengobati tanaman padi yang telah dilanda wabah hama wereng. Dengan Izin Allah beliau dipertemukan dengan seorang tokoh Thariqah Sufi Angku Lubuak, beliau sedang dalam penyuluhan agama di negeri tersebut. Setelah dipandang dari Basyiriyyah (pandangan batin) buah butiran-butiran penjelasan yang dijelaskan kepada mayarakat yang berada disurau (masjid). Bertepatan keberadaan tempat khusus istrirahat dukun padi yang selalu di masjid atau surau. Maka dengan itulah, beliau tergerak hati hendak menyatakan diri ingin memperdalami ilmu-ilmu agama di Tarekat Naqsabandiyyah serta berkhalawat dengan bimbingan Buya (Angku) Lubuak sendiri.

Ketika masa Bujang Jari Sabaleh seorang Dukun Padi ini menyatakan diri dan berkhalawat di Surau Lubuk Kampung Talawi menjadi ramai. Banyak didatangi anak siak, baik dari Tarusan, Bayang, Bungus,  daerah Bandar Sepuluh, Tapan Indopuro serta dari Solok. Masa ini negeri sehiliran Batang Tarusan (dulunya dikenal negeri sehiliran Batang Barus) Barung-Barung Balantai di juluki “Camin Bandarang” Koto Sabaleh Tarusan.

Dukun Padi tersebut diangkat menjadi Khalifah pada tahun 1936. Itulah sebabnya kemudian, semenjak Bujang Sabaleh menjadi Khalifah banyak tokoh masyarakat dan ulama di Siguntur – Barung-Barung Belantai, Mandeh, dan Ampang Pulai memasuki Tarekat, sehingga berkembanglah Ilmu Tarekat  dari Surau Lubuak, diikuti beberapa Surau di Lubuk Aur dan Lubuk Bagaluang di Bayang, di Lumpo, di Painan sampai ke Lunang dan Inderapura. Buya Lubuak bersama Bujang Sabaleh gelar Maruhum Alamsyah mengembangkan Tarekat sampai ke Kerinci, Muko-Muko Bengkulu Utara.  Oleh karena itu kehadiran Bujang Sabaleh di Lunang disamping sebagai Urang Tuo Adat Lunang juga sebagai pemimpin spiritual yang disegani, sehingga Mande Rubiah Lunang (Rakinah) masih kecil (masih gadis remaja) beliau inilah yang banyak campur tangan atau memang sebagai pemangku adat dalam membimbing dan melayani tamu-tamu luar yang datang mengunjungi. Kalau ada pertanyaan yang rumit biasanya Mande Rubiah menyarankan untuk bertanya kepada Bujang sabaleh saja, baik masalah sejarah, silsilah atau tentang benda-benda pusaka yang ada di Rumah Gadang,  yang masih awam tetap “dibawah bayang-bayang” Bujang Sabaleh. Zera Permana

 

  • About
  • Latest Posts
Zera Permana
ikuti saya
Zera Permana
Redaksi Marewai at Media
Zera Permana
Salimbado Buah Tarok (Anggota Pusat Kajian Tradisi Salimbado Buah Tarok). Sekarang bekerja fokus di Serikat Budaya Marewai. Berasal Dari Nagari Sungai Pinang, Koto XI Tarusan Pesisir Selatan. Pengelola dan Penulis Tetap Rubrik "Punago Rimbun". Zera merupakan arsiparis muda manuskrip-manuskrip Minangkabau, selain fokus mengarsipkan manuskrip, Zera juga aktif berkegiatan dalam Alih Aksara dan Alih Bahasa. Salah satu manuskrip yang sudah terbit, "Kitab Salasilah Rajo-Rajo Minangkabau".
Zera Permana
ikuti saya
Latest posts by Zera Permana (see all)
  • Punago Rimbun: Indrapura Urat Tunggang Daulah Kesultanan Minangkabau – Zera Permana - 3 September 2025
  • Sejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan – Bagian 2 - 2 Oktober 2024
  • Seri Punago Rimbun: Sejarah Menepinya Raja Alam Surambi Sungai Pagu, Samsudin Sandeowano Setelah Penobatan di Pagaruyung - 26 September 2024

Related Posts

Punago Rimbun: Indrapura Urat Tunggang Daulah Kesultanan Minangkabau – Zera Permana

Punago Rimbun: Indrapura Urat Tunggang Daulah Kesultanan Minangkabau – Zera Permana

Oleh Zera Permana
6 November 2025

Burek Tunggang Ka Karajaan Indopuro Lunang Bapucuak Bulek Di Minangkabau Pagaruyuang Bajulai si aka jambai, di Tepian Sungai Muara...

Sejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan – Bagian 2

Sejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan – Bagian 2

Oleh Zera Permana
6 November 2025

Seri Punago RimbunSejarah Makanan Adat: Gulai Pangek Bada Jo Gulai Kacang, Tanda Penghormatan Raja Kepada Cendikiawan (Bagian 2) Maka...

Seri Punago Rimbun: Sejarah Menepinya Raja Alam Surambi Sungai Pagu, Samsudin Sandeowano Setelah Penobatan di Pagaruyung

Seri Punago Rimbun: Sejarah Menepinya Raja Alam Surambi Sungai Pagu, Samsudin Sandeowano Setelah Penobatan di Pagaruyung

Oleh Zera Permana
26 September 2024

Suatu waktu terjadi peristiwa di Alam Surambi Sungai Pagu, tiga orang pembesar; Raja Kampai Tuangku Bagindo, Raja Panai Tuangku...

Punago Rimbun: Hilangnya Keris Kesaktian Bunga Kesayangan | Zera Permana

Punago Rimbun: Hilangnya Keris Kesaktian Bunga Kesayangan | Zera Permana

Oleh Zera Permana
21 September 2024

Sumatra yang lebih dikenal dalam bahasa tradisi Pulau Perca, ujungnya Negeri Aceh pangkal hingga Lampung. Orang yang mendiami Pulau...

Next Post
Foto Marewai

Air Terjun Taratak Napa: Berwisata Alam Ke Sako Tapan dengan Karib

marewai poto

Puisi-puisi Iswadi Bahardur | Abad Robek

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In