• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Sabtu, Maret 21, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi Safari Maulidi | Dalam kamus malaikat

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
3 Desember 2023
in Sastra, Puisi
1.2k 75
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Mereka menganggapnya perang suci

Langkahku terhenti
Melihat luka di sekujur tubuh

Seperti baju terkena paku
Di mataku adalah kesengajaan bukan tidak

Tempat ini terlalu diimpikan
Hingga darah bertebaran

Sementara para dewa menonton saja
Dan porak – poranda meniup angin keraguan

Kita diamkah  Atau dibutakan ?

Kau bayangkan
Pada matanya yang mungil
Terdapat gelagat bocah kecil yang ingin terbang
Menjala kemegahan

Segalanya tampak asing
Di dunia yang bising

Demikian bila kekuatan berada di kegelapan
Segalanya tampak malam di rimba
Tuli dan bisu

Agustus 2023

Bangkai bunga

Bulan bercucuran darah
Menerangi jalan penuh mayat
Bangkai bunga di atas kuburan
Berserakan di hempas angin

kedamaian yang mereka rancang begitu mengerikan
Barangkali musim hujan
Tidak sepenuhnya membawa kehidupan

Mereka akan bersandar
Pada nisan itu
Yang abadi di luar ruang dan waktu

Ada yang pura – pura buta dan tuli
Di antara kepergian – kepergian

Masjid bernasib carut
Keajaiban yang ditertawakan

Hari – hari menggigil
Menelan debu bangunan

Juni 2023

Dalam kamus malaikat

Rupa – rupanya
Namamu adalah doa dalam hariku
Tanganmu adalah sejuk angin musim semi
Di antara panas api

Dalam hatimu aku adalah jantung gunung
Yang diambil dari kesunyian
Yang hidup dan mendekap di cahaya

Kasih sayangmu beterbangan
Membuka celah – celah langit
Memintakan keselamatan dan kedamaian

Sering kali engkau melupakan
Tentang cuaca buruk yang tak jarang lewat di halaman

Betapa engkau adalah mata air
Di tengah Padang gurun
Sumber kehidupan
Yang membelah takdir tuhan
Agar aku menjadi air, mata air kehidupan

2023 Agustus

Menjelang malam

Menjelang malam kudapati kasih ibu bermekaran
Meniup hari yang berdiang ditubuh ini 

Menjelang malam
Ku dapati lampu – lampu terang kembali
Menerangi orang – orang gedung
Yang datang dari kelelahan

Suara air berkecipak
Suara kecil berteriak
Suara panggilan dari toak

Perlahan jalan menjadi parau

Menjelang malam
Kudapati mentari  memerah dalam sembunyi

2023 Agustus

Gadis kacamata di angkringan

Di antara baju – baju yang kau pakai
Aku ingin jadi baju yang senantiasa menghangatkan tubuh indahmu
Dari angin nakal  perkotaan

Aku ingin jadi kacamatamu
Tempat segala pandangan tertuju
Agar engkau dapat memilah
Mana yang berupa kenyamanan dan kesetiaan
Dari lorong – lorong gelap yang berbisik di sekitarmu

Dan bila tiap engkau hendak ke mana
Aku ingin jadi bedak dan lipstikmu
Yang senantiasa mempercantik dirimu
Menjelma taman bunga bak Belanda

Agustus 2023


*Alumni Pondok Pesantren Annuqayah. Berasal dari desa Guluk – Guluk barat, Sumenep madura. Lahir di Pamekasan, dan tumbuh di Sumenep. Penyuka sastra yang sedang belajar berkarya. Puisi – puisinya tersiar di beberapa media online maupun cetak *.


  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung - 16 Maret 2026
  • Puisi-puisi Roy Andika | Pada Suatu Malam - 14 Maret 2026
  • Cerpen Putri Oktaviani | Bagaimana Darso Menyesal - 14 Maret 2026
Tags: CaritoEsaipuisiPunago RimbunSastra

Related Posts

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Oleh Redaksi Marewai
16 Maret 2026

Entah Buku Apa Namanya Aku pernah membaca tubuh bukuDan aku jatuh cinta pada manisnya kata pengantarBegitu syahduSesampai malam menemani...

Puisi-puisi Roy Andika | Pada Suatu Malam

Puisi-puisi Roy Andika | Pada Suatu Malam

Oleh Redaksi Marewai
14 Maret 2026

RANJANG akhir-ahkir ini aku sering kali melihat laki-laki paruh baya duduk depan jendela sambil melantunkan nyanyian kecil ninabobo, ninabobo...

Cerpen Putri Oktaviani | Bagaimana Darso Menyesal

Cerpen Putri Oktaviani | Bagaimana Darso Menyesal

Oleh Redaksi Marewai
14 Maret 2026

Sebelum diborgol, Darso teringat permintaan putra semata wayangnya yang ingin sekali pergi piknik di kaki gunung. Darso berpikir, boro-boro...

Puisi-puisi Son Lomri | Singaraja dalam Napas Tua

Puisi-puisi Son Lomri | Singaraja dalam Napas Tua

Oleh Redaksi Marewai
7 Maret 2026

Sambirenteng Desa Penyadap Tuak rumah kekasihku dibangun pagi hari. matahari jatuh di bukit sanghyang, setelah bukit ibu melukis langit...

Next Post
Daya Tahan Material & Hal yang Tak Boleh Luput Dibicarakan | Jemi Batin Tikal

Daya Tahan Material & Hal yang Tak Boleh Luput Dibicarakan | Jemi Batin Tikal

Cerpen Dicky Lim | Guna-Guna

Cerpen Dicky Lim | Guna-Guna

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In