• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Senin, Agustus 3, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi Fitri Wijaya | Dekat Teluk

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
28 Oktober 2023
in Sastra, Puisi
2.2k 114
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Di Pucuk-Pucuk Cemara

kamu menghitung tanggal yang berjatuhan dan membiarkannya larut
menjadi gerimis, rinai, kemudian bertemu dengan ilalang dan menetap di pucuk-pucuk cemara
menepis rasa takut, membawa kabar baru tentang kedatangan

sampai sore tiba, kamu memilih-milih antara pulang atau menetap
sementara tanggal demi tanggal meletakkan cuaca baru di atap-atap
di kepala pengemis, di kain lusuh merek gojek, di lautan
dan menetas, seperti percikan putik ditiup angin pagi
hanya tatapan nanarmu yang tetap
meratapi dan malu-malu menuju pulang
mungkinkah kamu bisa berteduh
hujan makin lebat
selebat rindu yang mengisi dada seorang ibu kepada anak-anaknya di rantau

Rimbo Binuang, 2023

Persimpangan Jalan

bola mata yang dikecup  saban  malam itu masih utuh menyala
sinarnya adalah ingatan, kasih sayang, dan jalan terang menuju sebuah surga

kerinduan di jiwa
lebat lagi tinggi
menjunjung  sebuah nama

dadaku kian pasang tanda duka
kepada Sang Pencipta kusampaikan doa
kurayu berkali-kali
berikan sebuah masa
menggelar temu paling surga
agar di mata kami mengalir sungai-sungai kasih sayang
yang menumbuhkan
yang menyembuhkan
yang mengubah rindu menjadi tawa

Rimbo Binuang, 2023

Dekat Teluk

di dekat teluk itu kita rehat sejenak
tambatkan sepeda tua dan merebah di atas tikar tipis
sore tak lama lagi akan datang
sesekali jilbabmu meliuk ikuti arah angin
petang rembang
hatiku merona
di bola matamu kuhidupkan lampu-lampu
yang lama merindu
segalanya berganti suka
sejak pukul satu kedatanganmu
rantau dan rumah kita telah nyala lagi
ke dekat teluk sejenak
mengadu rindu
menyimak kicauan camar
menanti selembar senja
kita kembali tertawa

Rimbo Binuang, 2023

Siulan Senja

jika senja, seseorang yang mencintaimu menutupkan jendela
memastikan aroma tubuhnya wangi untuk yang dicinta
jendela tertutup, tak sedemikian dengan jiwa lelaki baik
ia menemani  menyeduh teh hangat
yang diracik sedemikian rasa
di sisimu, dia bercerita
tak jeda
meski senja beringsut padam
rayakan hari sukacita
percikkan rasa suka di tiap sinarnya

Rimbo Binuang, 2023

=================
Tentang saya
Fitri Wijaya seorang guru di sekolah swasta dekat dari kampung halamannya. Sesekali ia menuliskan sajak juga cerpen. Sesekali pula karyanya dimuat. Ia aktif menulis di akun ig @diarihidupkita dan bisa dihubungi melalui Ignya @fitridanhurufnya.





  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
  • Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata - 10 Juli 2026
Tags: MarewaipuisiSastra

Related Posts

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Oleh Redaksi Marewai
11 Juli 2026

Pulang Kampung             Haris keluar dari bus angkutan antar kota. Langkahnya pelan menghentak seakan menumpahkan kekesalan di hatinya. Bagaimana...

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Oleh Redaksi Marewai
26 Juni 2026

KEPADA SHEI Aku senang membayangkan hal-hal yang indah. Kubayangkan matamu menjadi rumah paling megah: tempat di mana lelah perlahan...

Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen | Venari In Gehenna (2026)

Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen | Venari In Gehenna (2026)

Oleh Redaksi Marewai
18 April 2026

Venari In Gehenna (2026)             — Michelle Petrelll Aku memandangi lukisan anomali persis melihat api melawan gravitasi : alkisah...

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Oleh Redaksi Marewai
16 Maret 2026

Entah Buku Apa Namanya Aku pernah membaca tubuh bukuDan aku jatuh cinta pada manisnya kata pengantarBegitu syahduSesampai malam menemani...

Next Post
Puisi-puisi En. Aang MZ | Sudah Berapa Kali

Puisi-puisi En. Aang MZ | Sudah Berapa Kali

Cerpen Edna. S | Kisah Patah Hati Mazel dan Maiska

Cerpen Edna. S | Kisah Patah Hati Mazel dan Maiska

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In