• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi Fitri Wijaya | Dekat Teluk

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
28 Oktober 2023
in Sastra, Puisi
1.2k 63
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Di Pucuk-Pucuk Cemara

kamu menghitung tanggal yang berjatuhan dan membiarkannya larut
menjadi gerimis, rinai, kemudian bertemu dengan ilalang dan menetap di pucuk-pucuk cemara
menepis rasa takut, membawa kabar baru tentang kedatangan

sampai sore tiba, kamu memilih-milih antara pulang atau menetap
sementara tanggal demi tanggal meletakkan cuaca baru di atap-atap
di kepala pengemis, di kain lusuh merek gojek, di lautan
dan menetas, seperti percikan putik ditiup angin pagi
hanya tatapan nanarmu yang tetap
meratapi dan malu-malu menuju pulang
mungkinkah kamu bisa berteduh
hujan makin lebat
selebat rindu yang mengisi dada seorang ibu kepada anak-anaknya di rantau

Rimbo Binuang, 2023

Persimpangan Jalan

bola mata yang dikecup  saban  malam itu masih utuh menyala
sinarnya adalah ingatan, kasih sayang, dan jalan terang menuju sebuah surga

kerinduan di jiwa
lebat lagi tinggi
menjunjung  sebuah nama

dadaku kian pasang tanda duka
kepada Sang Pencipta kusampaikan doa
kurayu berkali-kali
berikan sebuah masa
menggelar temu paling surga
agar di mata kami mengalir sungai-sungai kasih sayang
yang menumbuhkan
yang menyembuhkan
yang mengubah rindu menjadi tawa

Rimbo Binuang, 2023

Dekat Teluk

di dekat teluk itu kita rehat sejenak
tambatkan sepeda tua dan merebah di atas tikar tipis
sore tak lama lagi akan datang
sesekali jilbabmu meliuk ikuti arah angin
petang rembang
hatiku merona
di bola matamu kuhidupkan lampu-lampu
yang lama merindu
segalanya berganti suka
sejak pukul satu kedatanganmu
rantau dan rumah kita telah nyala lagi
ke dekat teluk sejenak
mengadu rindu
menyimak kicauan camar
menanti selembar senja
kita kembali tertawa

Rimbo Binuang, 2023

Siulan Senja

jika senja, seseorang yang mencintaimu menutupkan jendela
memastikan aroma tubuhnya wangi untuk yang dicinta
jendela tertutup, tak sedemikian dengan jiwa lelaki baik
ia menemani  menyeduh teh hangat
yang diracik sedemikian rasa
di sisimu, dia bercerita
tak jeda
meski senja beringsut padam
rayakan hari sukacita
percikkan rasa suka di tiap sinarnya

Rimbo Binuang, 2023

=================
Tentang saya
Fitri Wijaya seorang guru di sekolah swasta dekat dari kampung halamannya. Sesekali ia menuliskan sajak juga cerpen. Sesekali pula karyanya dimuat. Ia aktif menulis di akun ig @diarihidupkita dan bisa dihubungi melalui Ignya @fitridanhurufnya.





  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • SERI – AJI MANTROLOT| Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano - 3 Februari 2026
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
Tags: MarewaipuisiSastra

Related Posts

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Oleh Redaksi Marewai
8 Januari 2026

Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah Judul              : Apa yang Tak Kau Dengar dari...

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Oleh Redaksi Marewai
1 Januari 2026

Selalu ia gambar, si al-a'war selama Tujuh ratus dua hari dan pikiranku Telah seluruhnya khatam untuk Masuk dan duduk-duduk...

Cerpen: Aralyn dan Simfoni Hujan – Ade Faulina

Cerpen: Aralyn dan Simfoni Hujan – Ade Faulina

Oleh Redaksi Marewai
8 Desember 2025

            Gadis itu sudah memutuskan untuk membenci hujan. Senandung hujan di atap rumahnya tak lagi menjadi sesuatu yang ia...

Cerpen: Matikau Elian – Ingik

Cerpen: Matikau Elian – Ingik

Oleh Redaksi Marewai
25 Oktober 2025

Senja baru saja mulai menebar warna jingga di ufuk barat, seorang anak laki laki bernama Elian, usianya belum genap...

Next Post
Puisi-puisi En. Aang MZ | Sudah Berapa Kali

Puisi-puisi En. Aang MZ | Sudah Berapa Kali

Cerpen Edna. S | Kisah Patah Hati Mazel dan Maiska

Cerpen Edna. S | Kisah Patah Hati Mazel dan Maiska

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In