• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Selasa, Maret 24, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi Fitri Wijaya | Masa Kecil Santi

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
29 Juli 2023
in Sastra, Puisi
1.2k 77
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Tepi Sungai

Sekat-sekat dan ketiadaan cinta kemarin, mampukah menebus luka hari ini? 
Kerinduan menjulang meninggi di tepi sungai 
Bila angin kencang diterbangkan langit, kami menahan suara dan tangisan hati
Kata-kata tak berdaya, kaku menjemput akhir diri
Kepada malam-malam yang abu, kami menyimpan ringisan dan pinta
Tak lama setelah tulisan ini ada
Sungai-sungai akan keruh, rumah-rumah dalam genangan duka
Desa kami diambang bencana

Pasaman, 2023


Persembunyian

Aroma tanah andesit menguar dan selinap kepada mereka
Iming-iming dunia dan kekayaan lainnya membelah dada
Mereka kemudian dipulangkan pada keserakahan dan pongah jiwa
Mereka bersepakat dan susun rencana
Mereka siap didebat, tapi tak rela menaungi para bakal tunawisma
Angin membelok lalu meniup rambut pria topi kuning merona
Matanya, tangannya, kakinya, semua mencium andesit berkali-kali hingga senja
Besok, dia datang lanjutkan kembara
Besok, kami serang dia
Besok, kami dipecah oleh dia
Besok, bendungan berdiri, tanah-Nya diobrak-abrik sesuka dia

Pasaman, 2023


Ziarah

Sekali aku pulang, genteng rumah tak utuh lagi
Tempat pemakaman umum telah bersih pertanda ramadhan tiba, tanah berunduk ramai dikunjungi
Ziarah katanya sambil mematut menangisi
Wangi sekali tanah ini
Bila benar akan dialih fungsi, adakah bisa berkunjung kemudian hari? 
Menjenguk tanah warisan, kuburan, atau kembali turut merayakan tradisi

Pasaman, 2023


Dari dalam Tanah

Sungkan aku memandang matahari setelah mereka menggedor dan menabur janji
Mata jernihku terasa disadap dalam peti mati
Tak terbayang jika benar wacana itu tertancap di sini

Aku mengirimkan surat pada curah rinai Senin pagi
Entah sampai ke rimba paling tepi
Entah semuanya berubah kala mengendap dalam sepi
Kudengar ayahmu diundang ke televisi
Pucat pasi 
Pucat pasi para berdasi
Yang kita lihat dari layar adalah kejernihan nurani
Nurani ayahmu-sang pewaris sejati 

Pasaman, 2023


Masa Kecil Santi

Santi tak bisa menulis cerita yang kutanya setelah 2030
Pada lembaran foto ayah, Santi hanya mengenal kakeknya sebagai pahlawan
Tak bisa dia ceritakan keasrian desa, suasana keakraban, bahkan warga dengan keramahtamahan 
Santi, dia anakku yang punya paras menawan
Santi, ternyata ini sekadar mimpi
Setelah lebaran, meski air keruh disusul banjir bandang, aku tetap melangsungkan pernikahan
Datanglah menempuh jalan dan ruas-ruasnya yang masih bertahan

Pasaman, 2023


Tentang saya
Fitri Wijaya seorang guru di sekolah swasta dekat dari kampung halamannya. Sesekali ia menuliskan sajak juga cerpen. Sesekali pula karyanya dimuat. Ia aktif menulis di akun ig @diarihidupkita.


  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung - 16 Maret 2026
  • Puisi-puisi Roy Andika | Pada Suatu Malam - 14 Maret 2026
  • Cerpen Putri Oktaviani | Bagaimana Darso Menyesal - 14 Maret 2026
Tags: MarewaipuisiSastra

Related Posts

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Oleh Redaksi Marewai
16 Maret 2026

Entah Buku Apa Namanya Aku pernah membaca tubuh bukuDan aku jatuh cinta pada manisnya kata pengantarBegitu syahduSesampai malam menemani...

Puisi-puisi Roy Andika | Pada Suatu Malam

Puisi-puisi Roy Andika | Pada Suatu Malam

Oleh Redaksi Marewai
14 Maret 2026

RANJANG akhir-ahkir ini aku sering kali melihat laki-laki paruh baya duduk depan jendela sambil melantunkan nyanyian kecil ninabobo, ninabobo...

Cerpen Putri Oktaviani | Bagaimana Darso Menyesal

Cerpen Putri Oktaviani | Bagaimana Darso Menyesal

Oleh Redaksi Marewai
14 Maret 2026

Sebelum diborgol, Darso teringat permintaan putra semata wayangnya yang ingin sekali pergi piknik di kaki gunung. Darso berpikir, boro-boro...

Puisi-puisi Son Lomri | Singaraja dalam Napas Tua

Puisi-puisi Son Lomri | Singaraja dalam Napas Tua

Oleh Redaksi Marewai
7 Maret 2026

Sambirenteng Desa Penyadap Tuak rumah kekasihku dibangun pagi hari. matahari jatuh di bukit sanghyang, setelah bukit ibu melukis langit...

Next Post
Cerpen Ede Tea | Perempuan yang Melahirkan Banyak Puisi

Cerpen Ede Tea | Perempuan yang Melahirkan Banyak Puisi

Cerpen Putri Oktaviani | Wanita yang Pergi ke Mars

Cerpen Putri Oktaviani | Wanita yang Pergi ke Mars

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In