• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi M.Z. Billal | Perempuan Pohon-Pohon

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
27 November 2022
in Sastra, Puisi
1.5k 99
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Perempuan Rindu

“sedikitnya, satu menit saja
ingin aku tersadai di pesisir
dada ibu. jadi perahu yang telah
sejak lama terombang-ambing
ombak pada samudera rindu.”

perempuan itu. ibu.
selalu memasuki tidurku
tapi tak pernah mampu kusentuh.
bahkan mengemas bayangannya saja
ke dalam netraku pun
adalah kemungkinan paling nisbi.

kini aku ingin pulang
ke masa kanak-kanak.
yang sejatinya tak pernah
cemas kehilangan dirimu.
terperangkap di sana lebih lama
dan menjadikan seluruh
kenangan bersamamu
sebagai puisi paling sendu
seumur hidupku.

“maka ibu, aku rindu.
rindu selalu berumur
lebih panjang, bukankah?
sampai aku tiada.
dan menjelma lagi
jadi perempuan rindu
di rahim ibu.”

Ruang Bercerita, 2022


Perempuan Kertas

di bukit  seberang
kau; perempuan kertas
yang menyimpan dengan baik banyak puisi
pada pembuluh kenangan yang mengalir
dalam tubuhmu.
puisi-puisi yang mengisahkan
bagaimana cinta bekerja untuk hati
yang patah. nyala kerdil pertahanan
lilin harapan pada malam sepi.
dan mekar pagi serupa
rimbun bunga-bunga mangga.

kau sadar betul;
kemungkinan besar untuk robek.
tapi kau telah terlatih
untuk menyempurnakan
koyak luka dalam satu belaian
lembut kasih sayang
yang mampu membinasakan
kesedihan panjang yang melekat
pada tubuhmu yang kertas

mata waktu
telah menjadi saksi yang diam
namun mengungkap
segala-galanya dan menutup
semua rahasia sebagai puisi-puisi
paling sembunyi.
yang kemudian kausemai
di ladang rindu.
tempat yang nyaman
untuk mengenang masa silam.

Ruang Bercerita, 2022


Perempuan Kopi

“bisakah kau terus
mainkan musiknya?” kau bilang begitu.
tak perlu banyak bicara
cukuplah irama yang akan larut
ke dalam gelas tembikar
di pojok meja; penuh kopi dan busa
yang tak pernah cemas
hilang kehangatan meski malam dingin
mengubah udara jadi bulir embun
dan kenangan-kenangan
tumbuh seperti deret lampu jalan
di kepala. lalu perciknya
gugur menjadi kata-kata indah
yang meresap hingga ke jantungmu;
tempat sepi di mana sebagian besar
sajak, rindu, dan kesedihan
bermukim lebih lama.

kau masih di sana; di coffeeshop
pusat kota. menyeruput seluruh
cahaya yang masuk ke dalam
kopimu yang tersisa separuh.
ada lirik-lirik lagu
yang mengusik dadamu.
seolah frank sinatra berdiri di sana
menyanyikan beberapa lagu cinta.
atau barangkali maya angelou
mengisahkan juang pelayaran
puisi-puisinya yang menyentuh
hati perempuan lain.
kau sungguh suka hal-hal
yang membuat semangatmu
menyala  hingga membakar langit
dini hari. tanpa perlu mencemaskan
hal-hal berat yang kemungkinan
terjadi esok hari.

sebab kau;
adalah perempuan kopi
yang menyeduh diksi
jadi puisi. pada malam-malam
ketika sinar lampu jalan kotamu
menari-nari tepat
di atas kepalamu.
dan rembulan perlahan terbenam
ke dalam segelas kopi pahit
yang amat kaunikmati.

Ruang Bercerita, 2022



Perempuan Bulan

perbatasan malam
adalah ruas jalan pulang.
bagi rindu yang dilimpahi
cahaya bulan penuh.

kau sendirian. seperti teteguk
hinggap di dahan kamboja putih
yang belajar merengkuh ribang
dan ketenangan fajar sadik
ke dalam dekapmu
yang hangat. seolah-olah kau
sudah menyiapkan harapan bagus
sebagai hidangan pembuka
langit pagi yang kesumba.

“aku masih cukup kuat
menanti di sini. menggambar tubuhku
jadi bulan atau seekor celepuk.
agar kau selalu ingat ke arah mana
sepasang kakimu harus pulang.”
kau bilang demikian,
kendati kau sebetulnya tahu
tidak ada yang akan pulang
ke peraduan kecuali
malam itu sendiri.

sebab tiada yang benar-benar
kesepian. termasuk kau yang kerap
lengang di antara keramaian siang.
ada dirimu dan malam
yang sebentar lagi datang.
juga bulan itu; kau.
yang tabah melimpahi
jalan pulang seseorang.

Ruang Bercerita, 2022


Perempuan Pohon-Pohon

kau tenang seperti angsana.
menyambut yang gugur
pada musim kering dengan lapang dada
dan memeluk yang semi
di bawah rinai dengan suka cita.

tiap lembar daunmu
adalah catatan pendek
untuk harapan yang panjang.

***

kau ramah seperti kersen
burung-burung kecil adalah teman baik.
saat pagi berlimpah cahaya
dan angin mengecup aroma
tubuhmu yang perawan.

kau mulai menari
menggapai-gapai langit biru
yang tentu saja tak akan pernah
bisa kau raih. tapi impianmu
telah sampai di sana.

***

kau rendah hati seperti pinus
dan tupai mecintaimu sebagai ibu.
orang-orang pergi ke dalam dirimu
untuk rehat dalam sulur-sulur
ketenanganmu yang harum.

bisikanmu adalah sepucuk doa
yang mengubah kesedihan
jadi sepasang lengan penuntun
jalan pulang.

***

kau tegar seperti bakau.
debur ombak ialah teman lama
yang datang dari jauh.
dan ikan-ikan di garis pantai
kerap patah hati
karena usia mereka lebih pendek
dari rindu yang tak bosan
berenang di sekitarmu.

kadang gelapnya laut
menakutimu seperti mimpi buruk.
tapi kau lebih percaya
dari sanalah kau datang;
kegelan paling sunyi itu.

Ruang Bercerita, 2022



Penulis, M.Z. Billal, lahir di Lirik, Indragiri Hulu, Riau. Menulis cerpen, cerita anak, dan puisi. Karyanya termakhtub dalam banyak antologi puisi bersama dan telah tersiar di berbagai media seperti Pikiran Rakyat, Haluan Padang, Riau Pos, Fajar Makassar, Kedaulatan Rakyat, kompas.id, ide.ide.id, bacapetra.co, magrib.id, dll. Cara Kerja Perasaan (2022, Penerbit Epigraf) adalah kumpulan puisi pertamanya. Bergabung dengan  komunitas menulis Kelas Puisi Alit (Kepul) dan Genitri.


  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • SERI – AJI MANTROLOT| Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano - 3 Februari 2026
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
Tags: CerpenMarewaipuisiSastra

Related Posts

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Oleh Redaksi Marewai
8 Januari 2026

Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah Judul              : Apa yang Tak Kau Dengar dari...

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Oleh Redaksi Marewai
1 Januari 2026

Selalu ia gambar, si al-a'war selama Tujuh ratus dua hari dan pikiranku Telah seluruhnya khatam untuk Masuk dan duduk-duduk...

Cerpen: Aralyn dan Simfoni Hujan – Ade Faulina

Cerpen: Aralyn dan Simfoni Hujan – Ade Faulina

Oleh Redaksi Marewai
8 Desember 2025

            Gadis itu sudah memutuskan untuk membenci hujan. Senandung hujan di atap rumahnya tak lagi menjadi sesuatu yang ia...

Cerpen: Matikau Elian – Ingik

Cerpen: Matikau Elian – Ingik

Oleh Redaksi Marewai
25 Oktober 2025

Senja baru saja mulai menebar warna jingga di ufuk barat, seorang anak laki laki bernama Elian, usianya belum genap...

Next Post
INI KATA KADIS PARIWISATA SUMBAR SOAL FESTIVAL PESONA TARAM

INI KATA KADIS PARIWISATA SUMBAR SOAL FESTIVAL PESONA TARAM

Ruang Kreativitas: Perspektif Made Bayak Menyulap Sampah Plastik | Muhamad Irfan

Ruang Kreativitas: Perspektif Made Bayak Menyulap Sampah Plastik | Muhamad Irfan

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In