• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Sabtu, Maret 21, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi Dandri Hendika | Rahim di Desember

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
5 April 2022
in Sastra
1.6k 103
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Panggung di atas bukit

Wajahku membatu melihat pria uzur dengan seonggok uban didagu
Tergesa-gesa seakan membawa dosa fira’un dipundaknya
Belum sempat berkodak di depan muka bukit cermin pagi ini, hanya mendengar siulan cempreng gagak yang congkak di atas batang anai
Dia membuang liur pada wajahku “gerakkan kaki malasmu,dewa sudah menunggu tubuh kita”
Tak peduli jelatang menggeli diselangkangan, tak peduli istri menjadi tanah
Pasca itu, telinga kami mendapat suara dipuncak bukit cermin “Tuhan, lihatlah dirimu penuh dengan kebohongan”
Bukit cermin sekarang bekerja untuk tangisan atap semesta

Rahim di Desember

Tubuhku sudah lelah telungkup tanpa benang sewindu ini
Tak ingin mendekam didalam tubuh wanita bertubuh pendek lagi, tak ingin tali pusar membelit kehidupan
Aku coba menendang keras perut buncit ibu yang kenyang dengan penderitaan
Ia terpaksa bangkit dari kapuk tipis, mengangkang sejenak dini hari
Ayahku  diselimuti daki tambang menyampaikan orasi dipagi buta
Seketika aku menggerutu “basuhlah aroma tubuh ini, aku siap mencicipi kepedihan”

Khotbah pengantar lindungan setan

Gorong-gorong persimpangan berlumut, atas jenjang, mengalir deras sungai tengku
Terpapar nyata kumuhnya badai purnama malam pertama
Si musuh tuhan melenggok ke dalam bangunan berkhubah, tempat para pendosa merengek atas kebohongannya
Kulit berukir tinta arang duduk bersila ditengah hamba-hamba pesakitan

Mulut latah, mata hitam, telinga sel sel besi,
berkumandang menyerukan takut kepada pencipta, ia pura pura lupa dengan pelacur di lipannya pagi ini
Bibir tebalnya melahirkan air ludah yang menjijikkan, telunjuk bengkok mengarah ke mana-mana
Gema suaranya membacakan ayat-ayat yang hanya diketahui anaknya,
di luar bumi mereka mengumpat “dia bukan malaikat kalian, dia wujud sempurna dari rupa iblis”


Dandri Hendika; lahir di Solok Selatan, 31 Desember 2003. Mahasiswa Universitas Andalas, program studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya. Bergiat di Sarang Tampuo, sebuah komunitas sastra di kota Padang.


  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung - 16 Maret 2026
  • Puisi-puisi Roy Andika | Pada Suatu Malam - 14 Maret 2026
  • Cerpen Putri Oktaviani | Bagaimana Darso Menyesal - 14 Maret 2026
Tags: BudayaCerpenMarewaipuisiSastra

Related Posts

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Oleh Redaksi Marewai
16 Maret 2026

Entah Buku Apa Namanya Aku pernah membaca tubuh bukuDan aku jatuh cinta pada manisnya kata pengantarBegitu syahduSesampai malam menemani...

Puisi-puisi Roy Andika | Pada Suatu Malam

Puisi-puisi Roy Andika | Pada Suatu Malam

Oleh Redaksi Marewai
14 Maret 2026

RANJANG akhir-ahkir ini aku sering kali melihat laki-laki paruh baya duduk depan jendela sambil melantunkan nyanyian kecil ninabobo, ninabobo...

Cerpen Putri Oktaviani | Bagaimana Darso Menyesal

Cerpen Putri Oktaviani | Bagaimana Darso Menyesal

Oleh Redaksi Marewai
14 Maret 2026

Sebelum diborgol, Darso teringat permintaan putra semata wayangnya yang ingin sekali pergi piknik di kaki gunung. Darso berpikir, boro-boro...

Puisi-puisi Son Lomri | Singaraja dalam Napas Tua

Puisi-puisi Son Lomri | Singaraja dalam Napas Tua

Oleh Redaksi Marewai
7 Maret 2026

Sambirenteng Desa Penyadap Tuak rumah kekasihku dibangun pagi hari. matahari jatuh di bukit sanghyang, setelah bukit ibu melukis langit...

Next Post
Puisi-puisi Putri Erline | Tidak Ada yang Perlu Diselamatkan

Puisi-puisi Putri Erline | Tidak Ada yang Perlu Diselamatkan

Puisi-puisi Diego Alpadani | Ia Memperkirakan Kisah Masa Depan

Puisi-puisi Diego Alpadani | Ia Memperkirakan Kisah Masa Depan

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In