• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Selasa, Agustus 25, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi Abed Ilyas | Nyala Nyale

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
2 Oktober 2021
in Sastra
2.4k 127
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Hikayat Meru

I.
tiga abad lamanya
tiga puluh tiga desa
mendirikan tiga simbol
dewa-dewa di Cakranegara

II.
bersemayam jiwa gunung-gunung
dalam teduh tubuh Meru

III.
hari kelahiran
tubuh merah Agung
api kremasi
tubuh putih Rinjani
mengalir air penyucian
tubuh hitam Semeru
merahasiakan reinkarnasi

Nyala Nyale

                      jabut!

pesisir Mandalika
malam menua bulan ketiga

cahaya bintang merasuki
mata senter-senter
di tubuh-tubuh
membelah pasang ombak

konon seorang putri dicuri laut
jiwanya terbang jadi bintang
memberi tanda kedatangan
dalam penanggalan Sasak

raganya menjadi tanya dalam
mata-mata pemuda patah hati
pendar pada muka ombak
menuntunnya kembali
berwujud Nyale

Nyale selalu menyala
dalam hati rakyat sebagai cinta

Perang Topat

raraq kembang waru

pura Lingsar bakda asar
purnama ketujuh
penanggalan Sasak

tumpah ruah
seragam langkah
dibekali serapah

konon di tanah Sasak
dua musafir menabur cinta
dengan wujud berbeda
perwujudan langit
dan perwujudan bumi

sebelum pecah perang
lahirlah tradisi penangkal
perang penyatuan
perang Topat
prosesi
keberangkatan doa-doa
dalam tubuh-tubuh
memuliakan langit dan bumi

Ares

sebelum roah
tubuhku dicuri
dari tanah kebun

jantungku diiris
direndam kuah ragi
tangan diberkati

sebelum jamuan
aku disucikan
doa-doa kelaparan

Kelahiran Nama
                     
                     Medaq api

api penyucian padam
pada kering kelapa
di hadapan putih kepala

asap menjelma ruh angin
terbang menuju langit
sebagai sekumpulan doa

di hari ketujuh
telanjang tubuh bayi
diputar sembilan kali

tetangan tua
mengurai nama menjadi doa
di dalam mantra-mantra

Ngurisan

I.
telinga muda disesaki
gema selakaran

II.
lingkar kelapa terbelah
terisi doa, kuning beras
dan tujuh bunga rampe
gunting
gunting
gunting
tawaf tubuh bayi
tak sadar digunduli
tangan-tangan diberkati

III.
kerumunan anak bermata logam
mengeras di pekarangan
menunggu hamburan uang
dan kepulangan

Dilah Jojor

malam kedua puluh satu
menuju dua puluh sembilan
menggugurkan seribu bulan

sebelum tarawih
kapuk dan biji jarak
menyala di mata anak-anak
diarak-arak semarak

sujud berwujud
malam-malam ganjil
sebelum imsak
waktu Sasak


Biodata
Abed Ilyas lahir di Mataram, Lombok, 23 Agustus 1997. Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Mataram. Bergiat di Komunitas Akarpohon, Mataram, Nusa Tenggara Barat. Hp: 0878 6412 9937


  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata - 4 Agustus 2026
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
Tags: Berita seni dan budayaBudayaCerpenEsaipuisiSastra

Related Posts

Kata Ruang: Strategi Mendang-Mending dalam Puisi | Dandri Hendika

Kata Ruang: Strategi Mendang-Mending dalam Puisi | Dandri Hendika

Oleh Dandri Hendika
7 Agustus 2026

Antara guru kulit terang dan guru lokal sawo matang ada jenjang tak kepalang. Gaji guru sawo matang merangkak-rangkak seperti...

RUBRIK KATA RUANG

Oleh Dandri Hendika
7 Agustus 2026

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Oleh Redaksi Marewai
11 Juli 2026

Pulang Kampung             Haris keluar dari bus angkutan antar kota. Langkahnya pelan menghentak seakan menumpahkan kekesalan di hatinya. Bagaimana...

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Oleh Redaksi Marewai
26 Juni 2026

KEPADA SHEI Aku senang membayangkan hal-hal yang indah. Kubayangkan matamu menjadi rumah paling megah: tempat di mana lelah perlahan...

Next Post

Cerpen Ian Hasan | Platonika May

Merawat Ingatan: Pekan Kebudayaan Daerah Sumatra Barat dan Upaya menghidupkan Iklim Berkesenian

Merawat Ingatan: Pekan Kebudayaan Daerah Sumatra Barat dan Upaya menghidupkan Iklim Berkesenian

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In