• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Minggu, Maret 22, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi Abed Ilyas | Nyala Nyale

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
2 Oktober 2021
in Sastra
1.4k 76
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Hikayat Meru

I.
tiga abad lamanya
tiga puluh tiga desa
mendirikan tiga simbol
dewa-dewa di Cakranegara

II.
bersemayam jiwa gunung-gunung
dalam teduh tubuh Meru

III.
hari kelahiran
tubuh merah Agung
api kremasi
tubuh putih Rinjani
mengalir air penyucian
tubuh hitam Semeru
merahasiakan reinkarnasi

Nyala Nyale

                      jabut!

pesisir Mandalika
malam menua bulan ketiga

cahaya bintang merasuki
mata senter-senter
di tubuh-tubuh
membelah pasang ombak

konon seorang putri dicuri laut
jiwanya terbang jadi bintang
memberi tanda kedatangan
dalam penanggalan Sasak

raganya menjadi tanya dalam
mata-mata pemuda patah hati
pendar pada muka ombak
menuntunnya kembali
berwujud Nyale

Nyale selalu menyala
dalam hati rakyat sebagai cinta

Perang Topat

raraq kembang waru

pura Lingsar bakda asar
purnama ketujuh
penanggalan Sasak

tumpah ruah
seragam langkah
dibekali serapah

konon di tanah Sasak
dua musafir menabur cinta
dengan wujud berbeda
perwujudan langit
dan perwujudan bumi

sebelum pecah perang
lahirlah tradisi penangkal
perang penyatuan
perang Topat
prosesi
keberangkatan doa-doa
dalam tubuh-tubuh
memuliakan langit dan bumi

Ares

sebelum roah
tubuhku dicuri
dari tanah kebun

jantungku diiris
direndam kuah ragi
tangan diberkati

sebelum jamuan
aku disucikan
doa-doa kelaparan

Kelahiran Nama
                     
                     Medaq api

api penyucian padam
pada kering kelapa
di hadapan putih kepala

asap menjelma ruh angin
terbang menuju langit
sebagai sekumpulan doa

di hari ketujuh
telanjang tubuh bayi
diputar sembilan kali

tetangan tua
mengurai nama menjadi doa
di dalam mantra-mantra

Ngurisan

I.
telinga muda disesaki
gema selakaran

II.
lingkar kelapa terbelah
terisi doa, kuning beras
dan tujuh bunga rampe
gunting
gunting
gunting
tawaf tubuh bayi
tak sadar digunduli
tangan-tangan diberkati

III.
kerumunan anak bermata logam
mengeras di pekarangan
menunggu hamburan uang
dan kepulangan

Dilah Jojor

malam kedua puluh satu
menuju dua puluh sembilan
menggugurkan seribu bulan

sebelum tarawih
kapuk dan biji jarak
menyala di mata anak-anak
diarak-arak semarak

sujud berwujud
malam-malam ganjil
sebelum imsak
waktu Sasak


Biodata
Abed Ilyas lahir di Mataram, Lombok, 23 Agustus 1997. Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Mataram. Bergiat di Komunitas Akarpohon, Mataram, Nusa Tenggara Barat. Hp: 0878 6412 9937


  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung - 16 Maret 2026
  • Puisi-puisi Roy Andika | Pada Suatu Malam - 14 Maret 2026
  • Cerpen Putri Oktaviani | Bagaimana Darso Menyesal - 14 Maret 2026
Tags: Berita seni dan budayaBudayaCerpenEsaipuisiSastra

Related Posts

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Oleh Redaksi Marewai
16 Maret 2026

Entah Buku Apa Namanya Aku pernah membaca tubuh bukuDan aku jatuh cinta pada manisnya kata pengantarBegitu syahduSesampai malam menemani...

Puisi-puisi Roy Andika | Pada Suatu Malam

Puisi-puisi Roy Andika | Pada Suatu Malam

Oleh Redaksi Marewai
14 Maret 2026

RANJANG akhir-ahkir ini aku sering kali melihat laki-laki paruh baya duduk depan jendela sambil melantunkan nyanyian kecil ninabobo, ninabobo...

Cerpen Putri Oktaviani | Bagaimana Darso Menyesal

Cerpen Putri Oktaviani | Bagaimana Darso Menyesal

Oleh Redaksi Marewai
14 Maret 2026

Sebelum diborgol, Darso teringat permintaan putra semata wayangnya yang ingin sekali pergi piknik di kaki gunung. Darso berpikir, boro-boro...

Puisi-puisi Son Lomri | Singaraja dalam Napas Tua

Puisi-puisi Son Lomri | Singaraja dalam Napas Tua

Oleh Redaksi Marewai
7 Maret 2026

Sambirenteng Desa Penyadap Tuak rumah kekasihku dibangun pagi hari. matahari jatuh di bukit sanghyang, setelah bukit ibu melukis langit...

Next Post

Cerpen Ian Hasan | Platonika May

Merawat Ingatan: Pekan Kebudayaan Daerah Sumatra Barat dan Upaya menghidupkan Iklim Berkesenian

Merawat Ingatan: Pekan Kebudayaan Daerah Sumatra Barat dan Upaya menghidupkan Iklim Berkesenian

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In