• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Rakit Kapalo Banda: Dulu Bawa Kayu Bakar, Kini Bawa Vino G Bastian

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
27 Agustus 2021
in Pelesiran
1.1k 46
0
Home Pelesiran
BagikanBagikanBagikanBagikan

Wisata Alam Kapalo Banda yang ada di Nagari Taram, Kabupaten 50 Kota sedang hits di kalangan wisatawan, khususnya lokal Sumatera Barat. Foto-foto cantik yang diambil di lokasi ini menghiasi banyak akun media sosial. Di tangan fotografer profesional, objek yang juga dikenal dengan singkatan Wakanda ini seakan menjadi ulnocked paradise yang menarik perhatian banyak orang.

Salah satu objek paling menarik di sini adalah rakit. Rakit di Wakanda adalah susunan puluhan bambu yang diikat sedemikian rupa sehingga bisa memuat penumpang di atasnya. Untuk menggerakkan rakit, seorang pengendara harus menggunakan sebilah bambu yang kuat. Bambu tersebut di hunuskan ke dasar sungai Compo (tempat biasa rakit-rakit darungkan-red). Begitu rakit bergerak, para penumpang biasanya akan bersorak karena memang tidak terbiasa menggunakan alat transportasi lama ini.

Yahdi, pengelola Wakanda menceritakan, dulunya rakit di Kapalo Banda hanya digunakan untuk membawa kayu bakar oleh masyarakat. “Kayu bakar di dapatkan dari hutan, lalu harus di bawa ke seberang sungai. Dengan rakit membawa kayu bakar menjadi lebih mudah dan bisa lebih banyak ketimbang di gendong,” sebut pelatih karate ini. Sejak dibuka tahun 2016 silam, Rakit sudah mulai diperkenalkan kepada wisatawan yang berkunjung ke Wakanda.

“Viralnya cepat sekali. Semua orang yang naik rakit kami pasti berpose untuk dipotret temannya dari pinggir sungai, atau di atas rakit itu,” sebut salah seorang pentolan Satuan Tenaga Konselor (SANAK) pariwisata Sumbar ini. Rakit-rakit ini dikelola secara pribadi. “Yang punya adalah masyarakat di sini. Jumlahnya ada 30 rakit. Hampir 30 orang pula yang mendapatkan manfaat dari menyewakan rakit,” sebutnya. Para pengelola Wakanda hanya menjadi fasilitator untuk memperkenalkan rakit-rakit tersebut kepada wisatawan.

Setiap rakit disewakan seharga 20 ribu, jika memakai pemandu sebagai operatornya dikenakan biaya tambahan Rp 10 ribu lagi. Jadi jika dalam satu hari 1 rakit disewa oleh satu kelompok pengunjung saja, total uang yang dihasilkan oleh susunan bambu bernama rakit ini berhasil mencapai Rp 900 ribu. Sementara kata Gio, Humas Wakanda, untuk hari libur satu rakit bisa disewa lebih dari 5 kali. “Jika dikalkulasikan kembali dengan jumlah minimal penyewaan bisa berjuta-juta rupiah hasilnya,” sebutnya.

Bukan orang biasa saja yang tertarik naik rakit di Wakanda, Artis-artispun tertarik. “Banyak artis lokal yang bikin video klip di sini. Selebgram pun tidak sedikit. Umumnya mereka tertarik untuk mengambil gambar di atas rakit,” cerita Gio. Artis nasional yang pernah mencoba keasyikan berakit ria di Wakanda antara lain Vino G Bastian. Sementara, artis lokal diantaranya Thomas Arya, Kintani dan Ratu Sikumbang.

“Vino suka sekali naik rakit waktu itu. Sampai ngulang 2 kali. Katanya seru ketimbang naik kapal pesiar,” sebut Gio. Rakit juga sangat digemari oleh pasangan yang mau membuat foto atau video preweding. “Katanya sih kesannya lebih romantis kalau pakai rakit,” terang Gio sambil tersenyum.

Wakanda hingga hari ini terus berkembang. Berkat pengelolaan yang baik dan disiplin Standar Operational Prosedure yang diterapkan pengelola, para pemuda lokal yang bekerja disini berhasil meraup penghasilan diatas Upah Minimum Regional tiap bulannya. Ini menggambarkan betapa pariwisata benar-benar berhasil mendatangkan manfaat hebat bagi ekonomi.

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • SERI – AJI MANTROLOT| Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano - 3 Februari 2026
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
Tags: BudayaCerpenEsaiPelesiranpuisiSastraWisata

Related Posts

PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris

PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris

Oleh Redaksi Marewai
10 Januari 2026

            Tanggal 10 Juni Mbak Ruth Priscilia menghubungi saya, menyampaikan pesan bahwa novel Leiden (2020-1920) lolos dalam kurasi Ubud...

Pelesiran: Arah Tutur | Abdullah Faqih

Pelesiran: Arah Tutur | Abdullah Faqih

Oleh Redaksi Marewai
7 Desember 2025

Arah Tutur Padang dengan semua penghuninya larut bersama malam yang dingin dan lembap. Adam, yang masih bayi acap kali...

PELESIRAN: Lentera dari Lengayang di Hulu Subayang – Yossar

PELESIRAN: Lentera dari Lengayang di Hulu Subayang – Yossar

Oleh Redaksi Marewai
17 November 2025

Di tengah rimbunnya hutan lindung Rimbang Baling, di sebuah desa terpencil bernama Aur Kuning, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten...

Muaro Paiti: Babak Kedua dan Memulun Ingatan Kolektif – Arif Purnama Putra

Muaro Paiti: Babak Kedua dan Memulun Ingatan Kolektif – Arif Purnama Putra

Oleh Arif P. Putra
1 November 2025

Perjalanan-perjalanan satu dekade terakhir yang saya lakukan kerap menemukan keajaiban-keajaiban, barangkali sebelumnya belum pernah terpikirkan. Bahkan, sebagian dari tempat...

Next Post
Puisi-puisi Rion Albukhari | Mengenang Tanah

Puisi-puisi Rion Albukhari | Mengenang Tanah

Cerpen Amplop Cokelat | Tommi Aswandi

Cerpen Amplop Cokelat | Tommi Aswandi

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In