• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Sabtu, Maret 21, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi Jamaludin GmSas | Medusa

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
14 Agustus 2021
in Sastra
1.6k 65
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Angin Rindu

Pada puisi kali ini, wajahmu
pada jatuh dari reranting.
Angin-angin rindu bertiup kencang dan
menggugurkan daun demi daun.

Hatiku tanah, yang lama-lama tak terlihat
ditutupi wajah-wajahmu yang pada tanggal.

Al Ikhsan, Desember 2020

Pasrah

Biarkan saja luka menganga
dan doa bekerja sekehendaknya.

Al Ikhsan, Januari 2021

Mengheningkan Kangen

Jika langit malam mengandung puisi
dan kepala puisi isinya cuma sepi,
pasti yang keluar dari mulut hanya kamu;
yang turun dari mata hanya rindu.

Al Ikhsan, Februari 2021

Setelah Rindu Lembur Semalaman

Apakah kau merasakan kesedihan rumput
yang sedang menjatuhkan manik demi manik embun setelah semalaman dipeluk dingin?

Apakah kau mendengar jerit embun
yang melesap ke bumi setelah tanggal atau mengering hilang walau bertahan di rerumputan?

Wajah kenangan menyerupa pagi yang berkabut,
matahari mengusirnya dengan lembut.

Apakah masih ada hari di hari ini?

Matahari pun mulai mengunyah bumi
: pertanda bahwa waktu tak pernah berhenti
untuk menunggumu tak sempoyongan lagi.

Al Ikhsan, Februari 2021

Bunga

Perempuan-perempuan pada ingin
menjadi sekuntum bunga yang wangi.
Para lelaki ingin sekali memetik bunga-bunga
dan tak mau jari-jarinya tertusuk duri.

Di suatu taman yang sepi dan sangsi,
ada banyak bunga yang mulai rontok
sebelum sempat wanginya terbeli.

Di suatu tempat di mana bunga
menjatuhkan tubuhnya, banyak sekali
kesakitan yang mengalir lewat ulu hati.

Pada waktu itu, tak ada suara,
kecuali percakapan sengit
yang membicarakan perihal sakit
dan penyesalan-penyesalan yang rumit.

Al Ikhsan, Maret 2021

Medusa

Di atas bumi yang megah ini,
medusa selalu bereinkarnasi
menjadi perempuan yang kita cintai.
Rambutnya yang wangi
dikutuk menjadi ular
yang mematuk hati laki-laki
di setiap denyut nadi.

Kita semua jangan berani-berani
masuk ke tubuhnya lewat mata.
Bisa-bisa kita ‘kan terjebak
dan membatulah segala watak.

Namun cinta seringkali dikelabuhi
oleh nafsu. Para perempuan dikejar-kejar
bukan untuk dicintai,
tapi hanya untuk dipenggal perasaannya
— mereka meninggal sebelum
sempat merasakan cinta.

Al Ikhsan, Mei 2021


Biografi Penulis
JAMALUDIN GmSas— adalah nama pena dari Jamaludin. Lahir di Pemalang, 20 Juli 1997. Ia adalah santri di Pondok Pesantren Al-Ikhsan Beji, Banyumas. Laki-laki pecinta kopi ini puisi-puisinya pernah disiarkan di laman: Koran Tempo, Pos Bali, Medan Pos, Tanjungpinang Pos, Radar Banyumas, Radar Cirebon, LP Maarif NU Jateng, Metafor.id, Kami Anak Pantai, dan lain-lain. Tersebar juga di beberapa antologi bersama. Facebook: Jamaludin GmSas. Instagram: @jamaludin-gmsas. Email: [email protected].


  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung - 16 Maret 2026
  • Puisi-puisi Roy Andika | Pada Suatu Malam - 14 Maret 2026
  • Cerpen Putri Oktaviani | Bagaimana Darso Menyesal - 14 Maret 2026
Tags: BudayaCerpenEsaiOpinipuisiSastra

Related Posts

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung

Oleh Redaksi Marewai
16 Maret 2026

Entah Buku Apa Namanya Aku pernah membaca tubuh bukuDan aku jatuh cinta pada manisnya kata pengantarBegitu syahduSesampai malam menemani...

Puisi-puisi Roy Andika | Pada Suatu Malam

Puisi-puisi Roy Andika | Pada Suatu Malam

Oleh Redaksi Marewai
14 Maret 2026

RANJANG akhir-ahkir ini aku sering kali melihat laki-laki paruh baya duduk depan jendela sambil melantunkan nyanyian kecil ninabobo, ninabobo...

Cerpen Putri Oktaviani | Bagaimana Darso Menyesal

Cerpen Putri Oktaviani | Bagaimana Darso Menyesal

Oleh Redaksi Marewai
14 Maret 2026

Sebelum diborgol, Darso teringat permintaan putra semata wayangnya yang ingin sekali pergi piknik di kaki gunung. Darso berpikir, boro-boro...

Puisi-puisi Son Lomri | Singaraja dalam Napas Tua

Puisi-puisi Son Lomri | Singaraja dalam Napas Tua

Oleh Redaksi Marewai
7 Maret 2026

Sambirenteng Desa Penyadap Tuak rumah kekasihku dibangun pagi hari. matahari jatuh di bukit sanghyang, setelah bukit ibu melukis langit...

Next Post

Cerpen Chalvin Pratama Putra | Pesan Sebelum Kematian Luis

Kilas Balik #1: Sejarah Singkat “Poenggasan” Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan/Kerinci

Kilas Balik #1: Sejarah Singkat "Poenggasan" Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan/Kerinci

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In