• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Rayakan Hari Puisi Indonesia, Pura-Pura Penyair Luncurkan Buku Puisi Jilid 2

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
26 Juli 2021
in Sastra
1.4k 29
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Marewai, Yogyakarta– Senin, (26/07/21), bertepatan dengan hari lahir Chairil Anwar (Penyair Pelopor Angkatan ’45) sekaligus peringatan Hari Puisi Indonesia, Komunitas Pura-Pura Penyair meluncurkan buku (e-book) antologi puisi jilid 2 bertajuk “Doa Wanita Sibuk untuk Kekasih Jauhnya”. Buku digital yang judulnya dipinjam dari salah satu puisi milik Farizsa Putri Karimah ini menghimpun 60 judul puisi dengan tematik umum cinta, dan ditulis oleh 20 anggota Komunitas Pura-Pura Penyair.

Dari 20 anggota tersebut, 18 anggota berasal dari lintas daerah di Indonesia, 2 anggota lainnya berasal dari Malaysia. 18 anggota yang berasal dari Indonesia di antaranya: Tengku Putri (Medan), Tegar Satriani (Grobogan), T. Akbar (Bekasi), Sri Maullasari (Pati), Rumpun Rindu (Banyumas), RA (Banyuwangi), Nanadhyla (Langkat), Mohammad Fajar Eky (Nganjuk), Maylitha Demorezza (Indramayu), J.J. Ehak (Lampung), Farizsa Putri Karimah (Depok), Dian Rijal Asyrof (Brebes), Daffa Randai (Palembang), Arrum Ma’rifah (Yogyakarta), Anis Khoirunnisak (Jombang), Andrianie Lisa (Yogyakarta), Amaliya Khamdanah (Demak), dan Adilla W. Kirana (Kebumen). Sementara 2 anggota yang berasal dari Malaysia yaitu: Izzatimddis (Melaka) dan Ieraasaidin (Kedah).

Halnya dengan buku (e-book) antologi puisi jilid pertama yang berjudul Mengunci Ingatan, Daffa Randai selaku kurator memilih 3 puisi dari total 7 puisi yang dikirim masing-masing penulis.

“Dari 3 judul puisi terpilih, satu di antaranya merupakan puisi yang ditulis berdasar pada mitologi, legenda, sejarah, cerita, lagu, atau hal lain yang masih bersinggungan dengan daerah asal masing-masing penulis.” paparnya.

“Sementara sisanya, merupakan puisi cinta bebas. Maksud saya, bebas tanpa harus berdasar pada hal yang disebutkan sebelumnya.” sambung Presiden Komunitas Pura-Pura Penyair ini.

Daffa ketika ditanyai melalui pesan whatsapp menjelaskan, diluncurkannya buku digital ini bertujuan untuk turut memeringati sekaligus merayakan puisi. “Kita sudah punya satu hari, di mana puisi bebas dirayakan dengan cara kita masing-masing. Dan inilah cara Pura-Pura Penyair merayakan puisi. Meluncurkan e-book kedua sebagai arsip, sebagai bahan bacaan, yang bebas unduh melalui tautan di bio-instagram @purapurapenyair.” tulisnya.

Terkait pemilihan judul buku, ia menjelaskan mengapa Doa Wanita Sibuk untuk Kekasih Jauhnya menjadi tajuk dalam antologi kali ini. “Diakui atau tidak, pandemi covid-19 telah mengubah sebagian besar tatanan kehidupan manusia. Pembatasan aktivitas luar ruangan berdampak pada banyak hal, satu di antaranya ialah sulitnya melakukan interaksi secara langsung tanpa perantara media sosial. Kenyataan inilah yang jadi dasar pertimbangan kenapa Doa Wanita Sibuk untuk Kekasih Jauhnya dipilih sebagai judul utama buku (e-book) antologi puisi jilid 2. Kata kuncinya terletak pada: 1. Wanita Sibuk, 2. Kekasih Jauhnya, dan 3. Doa.” lanjutnya.

“Sesuai imbauan pemerintah, sebagian besar aktivitas dilakukan dari rumah, dan kita diminta untuk sebisa mungkin menjaga jarak demi memutus rantai penyebaran virus covid-19. Berpijak pada realitas ini, maka Wanita Sibuk bisa kita ilustrasikan sebagai kita yang sibuk mengerjakan aktivitas dari rumah, Kekasih Jauhnya sebagai kita yang terpaksa berjarak dengan orang yang kita cintai demi memutus rantai penyebaran virus covid-19, dan Doa sebagai kita yang harus saling mendoakan agar kita senantiasa terpelihara dalam kesehatan, kebaikan, dan terhindar dari segala hal buruk yang disebabkan oleh virus covid-19.” sambung Presiden Pura-Pura Penyair ini.

Terakhir, demi mempertahankan kontinuitas dan konsistensi, tahun 2021 ini, Komunitas Pura-Pura Penyair kembali mempersembahkan buku (e-book) antologi puisi jilid 2. Buku Jilid 2 ini akan diluncurkan pada 26 Juli 2021 dan bisa diunduh secara gratis melalui tautan yang tersedia di bio instagram @purapurapenyair dan di beberapa media online yang berelasi dengan Pura-Pura Penyair.

Berikut link unduh eBook:

https://drive.google.com/folderview?id=1qTVFdpAu35CYUhKAmt50uSGY6wLamLQn

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • SERI – AJI MANTROLOT| Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano - 3 Februari 2026
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
Tags: BudayaCerpenIndonesiaPenulispuisiSastra

Related Posts

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Resensi: Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah | Dandri Hendika

Oleh Redaksi Marewai
8 Januari 2026

Antara Kota dan Kampung, Pecundang di Negeri Orang, dan Narator yang Berpetuah Judul              : Apa yang Tak Kau Dengar dari...

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Puisi-Puisi Redi Aryanto | Mengkaji yang Haram

Oleh Redaksi Marewai
1 Januari 2026

Selalu ia gambar, si al-a'war selama Tujuh ratus dua hari dan pikiranku Telah seluruhnya khatam untuk Masuk dan duduk-duduk...

Cerpen: Aralyn dan Simfoni Hujan – Ade Faulina

Cerpen: Aralyn dan Simfoni Hujan – Ade Faulina

Oleh Redaksi Marewai
8 Desember 2025

            Gadis itu sudah memutuskan untuk membenci hujan. Senandung hujan di atap rumahnya tak lagi menjadi sesuatu yang ia...

Cerpen: Matikau Elian – Ingik

Cerpen: Matikau Elian – Ingik

Oleh Redaksi Marewai
25 Oktober 2025

Senja baru saja mulai menebar warna jingga di ufuk barat, seorang anak laki laki bernama Elian, usianya belum genap...

Next Post
Pelesiran: Air Terjun Timbulun Tujuah, Rekomendasi Kunjungan Dimasa PPKM

Pelesiran: Air Terjun Timbulun Tujuah, Rekomendasi Kunjungan Dimasa PPKM

Puisi-puisi  Fadhillah Hayati   | Di Simpang Empat

Puisi-puisi Fadhillah Hayati | Di Simpang Empat

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In