• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Selasa, Agustus 4, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Puisi-puisi Joe Hasan | Setelah Membaca

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
27 Maret 2021
in Sastra
2.2k 116
0
Home Sastra
BagikanBagikanBagikanBagikan

Warna Kental

warna-warna yang kental
malam abu-abu sudah
dapur kembali hidup
bunyi aluminium di gesek-gesek lincah
minyak tempias
lantai menangis tiba-tiba

ruangan tak ada yang kosong
nyamuk mencari rumahnya
sedang yang bayi mencari sesuap darah

tetesan gerimis
berisik tak mengenal waktu
apalah daya kami yang berdekam
memeluk selimut
seutuh bulan waktu di langit

kau memanggil
namaku berubah garang
mengapa sibuk pada malam hari
bukankah bunga itu sudah memberi maaf
aku lupa menegurnya
hingga menjelang tidur

(Bau-Bau,  Juli 2020)

Tak Ada Beda Untuk Hari Ini

rupanya tak ada yang beda untuk  hari ini
namun perayaan telah usai
di ruang yang gelap beremang
gaduh tak tertahankan
menghitung detik yang berkurang
di sana orang-orang menyimpan pedih

seorang bapak suka mendorong-dorong
mencolek kulit semua pendatang
matanya sakit
menunggu belas kasih tamu
dia hanya menonton saja
terlihat hatinya ingin memukul anak bawang
siapalah dia
kita akan bertemu tiap waktu

dan tidak ada yang beda utnuk hari ini
kan tetap menyebalkan
aku bersedia menolak terus
mereka tertawa-tawa riang
atas mati kita
yang datang lebih cepat

di kota nenek moyang
gadis kecil berdoa di atas pusara
untuk dikembalikan kenangannya
tanah basah oleh air mata
mengasihi mereka
yang sedang merayakan

(Surabaya,  Januari 2020)

Setelah Membaca 

setelah membaca selarik sajak
kuberani merasuki wajahmu
meski tengah malam gentar
angin cuap-cuap di jendela
kita tak lagi mau mendengar
sejak punya rumah sendiri

seolah hidup dalam sebuah kertas
lolongan anjing itu mengeja bulan
seperti ada yang di kejar
calon jenazah yang sekarat
di ranjang berbadan satu
tubuh lunglai tiarap tiada tara

setelah membaca sekian harap
pada orang-orang kasihan
air mata kering tiba-tiba
merasa percuma
sia-sia terlahir dari makhluk apa adanya
hening malam itu

tanda ketegangan di sebuah kamar
aku hanya bisa membaca
ngorok lelaki lelah
beradu dengan jentik dewasa
bercakap dalam bahasa sendiri
kehebatan siapa yang hakiki

setelah membaca sunyi malam
pada halaman puisi
enteng kujemput tidur
tanpa kau sekalipun

(Bau-Bau,  Agustus 2020)

Senyum Liar

kata-kata berbaris rapi
pada bibir muazin
hari masih padam
bersiap tuk mendengar
mengejek setiap alunan
kebencian kemarin pun tertata
apa bisa kumengulang
senyum liar yang dulu menghias

(Bau-Bau,  Agustus 2020)

Percakapan Malam

malam itu kita hanya bercakap
menghiasi layar hp masing-masing
sunyi berdentang tiba-tiba
mataku mencari buku hujan
yang lama berserakan
menimbang-nimbang
antara luka dan gerimis
keduanya sama kelabu
yang sering datang saat malam minggu
saat kita harusnya berkencan

alam memang punya tanda sendiri
cerdas sekali memilih waktu
dan malam itu percakapan kita terpotong
oleh dengkur lelaki muda
tampan tak berparas
manis seperti kata orang-orang
yakinlah tak ada dukun terpuja
saat kata-kata itu terlontar

mungkin kau meminang yang salah
kemarin adalah janji
mudah saja pengingkaran
bagi orang-orang maksiat
aku akan pulang
ke rumah percakapan malam
pusara mimpi memanggil

(Bau-Bau,  Juni 2020)


Joe hasan

Penulis, Joe Hasan, lahir di Ambon pada 22 Februari. Kini Berdomisili di Surabaya, Jawa Timur. Pecinta Olahraga Taekwondo. Beberapa puisinya pernah dimuat di berbagai media cetak dan online. Ikuti media sosialnya di; FB: Joe Nomor HP : 082248207003

— Setelah Membaca, Joe Hasan

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata - 4 Agustus 2026
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
Tags: ArtikelBudayaEsaiPelesiranPunago RimbunSastra

Related Posts

RUBRIK KATA RUANG

Oleh Dandri Hendika
4 Agustus 2026

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung

Oleh Redaksi Marewai
11 Juli 2026

Pulang Kampung             Haris keluar dari bus angkutan antar kota. Langkahnya pelan menghentak seakan menumpahkan kekesalan di hatinya. Bagaimana...

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Puisi-puisi Anugrah Gio Pratama | Kepada Shei

Oleh Redaksi Marewai
26 Juni 2026

KEPADA SHEI Aku senang membayangkan hal-hal yang indah. Kubayangkan matamu menjadi rumah paling megah: tempat di mana lelah perlahan...

Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen | Venari In Gehenna (2026)

Puisi-puisi Cahaya Daffa Fuadzen | Venari In Gehenna (2026)

Oleh Redaksi Marewai
18 April 2026

Venari In Gehenna (2026)             — Michelle Petrelll Aku memandangi lukisan anomali persis melihat api melawan gravitasi : alkisah...

Next Post
Teater Sumatra Barat Kembali Menggeliat; Catatan Workshop Teater UPTD Taman Budaya Sumatera Barat

Teater Sumatra Barat Kembali Menggeliat; Catatan Workshop Teater UPTD Taman Budaya Sumatera Barat

Launching Suara Minangkabau, Karya Rani Jambak

Launching Suara Minangkabau, Karya Rani Jambak

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In