• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
Selasa, Agustus 11, 2026
Redaksi Marewai
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Login
  • Daftar
  • Login
  • Daftar
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Teater Sumatra Barat Kembali Menggeliat; Catatan Workshop Teater UPTD Taman Budaya Sumatera Barat

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
27 Maret 2021
in Berita Seni Budaya
2.2k 116
0
Home Budaya Berita Seni Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan
Poto: Redaksi Marewai

Padang, Marewai– Sudah hampir 6 tahun belakangan ini kelompok teater di Sumatra Barat mati suri, atau lebih tepatnya tidak ada lagi pertunjukan teater yang dihelat secara kolektif. Baik itu berbentuk Festival maupun berbentuk Temu teater ataupun acara bersama dari kelompok-kelompok teater yang ada di Sumatra Barat. Alek Teater yang dulu jadi wadah pekerja seni teater Sumatra Barat, enam tahun belakangan ini sudah tidak terdengar lagi di panggung utama teater taman budaya Sumatra Barat. Sepanjang tahun 2020 – 2021, yang tercatat aktif menampilkan pementasan hanya beberapa kelompok teater saja. Pun itu di tempat alternatif, karena pembangunan/renovasi Gedung Teater Utama Taman Budaya Sumatra Barat belum rampung, sampai tulisan ini di rilis.


Beberapa tahun belakang yang masih aktif mementaskan pertunjukan diantaranya, Komunitas Seni Nan Tumpah KSNT) dan Teater Imam Bonjol. Pementasan kelompok ini memadukan aksi tontonan lansung dan virtual. Selama pandemi ini memang berpengaruh besar kepada kerja kreatif seniman, termasuk pekerja seni teater itu sendiri. Gelaran Temu Teater Komunitas teater kampus Se-Kota Padang yang biasa dihelat setiap tahun juga mendapat imbas dari pandemi yang belum usai ini. Dua tahun lalu yang penulis amati, terakhir kali Temu Teater yang dikemas lebih luas menjadi Temu Unit Kegiatan Seni Kampus se-Kota Padang berlansung di Politeknik ATI Padang. Setelah itu senyap.

Poto: Kegiatan Workshop


Pada tanggal 26 – 27 Maret 2021 ini, UPTD Taman Budaya Sumatra Barat Kembali mengadakan Workshop Teater dengan pokok Penyutradaraan dan Dramaturgi. Ini menjadi pemanasan menjelang Alek Teater 5 Taman Budaya Sumatra Barat yang direncanakan dihelat September 2021.
Hadir sebagai Narasumber tokoh-tokoh teater Sumatra Barat, diantaranya Mahatma Muhammad, S. Metron dan Dede Pramayoza. Workshop berlansung di lantai 2 Gedung Dinas Kebudayaan Sumatra Barat.

Acara ini diikuti oleh 22 Kelompok Teater yang ada di Sumatra Barat. Beberapa kelompok teater yang menjadi langganan Alek Teater sebelumnya ada Teater Rumah Teduh UKS Unand, Teater Oase UKKES UNP, Teater Langkah Unand, Teater Smansa SMA N 1 Padang, Teater Imam Bonjol UIN IB, Komunitas Seni Intro Payakumbuh, Teater Kuali Sawahlunto. Pada workshop kali ini hadir juga banyak pendatang baru seperti komunitas/ sanggar Umbuik mudo, Puti Bungsu, Bunga Tapakis, Komunitas Jiwa Raga, SMK 7 Padang, Margin X, Tuah Sakato, Sari Banilai Lawang, Teater Balai, Komunitas Hitam Putih, Teater Bandar Peran, Madewa Picture, Sanggar Baringin Sakti, Komunitas Gadabak dan beberapa pelaku seni di Sumatera Barat. Banyak kelompok teater yang dulu menjadi bagian dari Alek Teater tidak tampak hadir, atau mungkin berhalangan hadir diantaranya, Teater INS Kayutanam, Studio Merah Unand, Teater Ranah, Teater Ruang Bekas STKIP PGRI, Teater Serunai Laut, KST Nan Tumpah dan banyak lagi.


Semoga Workshop Teater Ini menjadi titik balik bagi komunitas-komunitas teater Sumatra Barat untuk kedepannya. Kembali tersajinya pertunjukan-pertunjukan menarik di panggung dan terjalin kembali silaturrahmi antar penggiat teater di Sumatra Barat. Untuk menghibur penikmat teater Sumatra Barat khususnya dan Indonesia Pada umumnya.

Redaksi Marewai.com

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata - 4 Agustus 2026
  • Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata - 17 Juli 2026
  • Cerpen Risnandar Tjia – Pulang Kampung - 11 Juli 2026
Tags: BudayaEsaiPelesiranPunago RimbunSastra

Related Posts

Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata

Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA” di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
4 Agustus 2026

"Menyaring Trauma, Tafsir Teatrikal Tya Setyawati atas Cerpen Yetti A.KA" di Gedung Manti Menuik, Ladang Tari Nan Jombang.Oleh: Irawan...

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung Teater | Oleh: Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
17 Juli 2026

Penonton Kontemporer dengan Kutukan Panggung TeaterOleh: Irawan Winata Barangkali panggung memiliki ruhnya sendiri. Sedari awal ia dibentuk, dihiasi tata...

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Naskah Drama “Dalam Kurung”, Doa Puitis dan Warisan Khazanah Ilmu Muhammad Ibrahim Ilyas | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
10 Juli 2026

Kepergian seorang maestro teater selalu menyisakan kekosongan yang sunyi, sebuah luka mendalam yang menggetarkan panggung pertunjukan. Bagi dunia seni...

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Kilau Aksara: Kilaunya Menyilaukan Para Penulis Muda Pada Cerita Rakyat Minangkabau | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
22 Juni 2026

Marewai-Padang, pada era digital yang efek negatifnya memahat kedalaman berpikir, sebuah oase literasi hadir di Kota Padang. Bertempat di...

Next Post
Launching Suara Minangkabau, Karya Rani Jambak

Launching Suara Minangkabau, Karya Rani Jambak

Cerpen Alif, Ba, Ta yang Tertinggal | Dwi Admayani

Cerpen Alif, Ba, Ta yang Tertinggal | Dwi Admayani

Discussion about this post

https://www.youtube.com/watch?v=8ZXqj3JpED4&t=123s
https://www.youtube.com/watch?v=7U42C5AxPMw&t=39s

© 2026 Redaksi Marewai

  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • KATA RUANG
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran

© 2026 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In