• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Maret 25, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Festival Sipak Rago Lubuk Palarik Dihelat, 35 Tim Akan Berlaga

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
26 Maret 2021
in Berita Seni Budaya, Budaya
1.3k 13
0
Home Budaya Berita Seni Budaya
BagikanBagikanBagikanBagikan

Padang, Marewai– Festival Sipak Rago Lubuak Palarik bakal dibuka hari ini. Sebanyak 35 tim akan berlaga pada perlombaan ketangkasan memainkan bola khas tradisi Melayu ini. Ketua panitia Khalil Chaniago mengatakan, perlombaan ini terselenggara atas kerjasama Komunitas Kupi Batigo dengan Pengurus Sipak Rago Pauh Sambilan. “Ajang ini akan memperebutkan piala bergilir Kupi Batigo dan Pengurus Sipak Rago Pauh Sambilan. Juga tersedia sejumlah hadiah lainnya bagi pemenang,” terang aktifis kebudayaan Kota Padang ini.

Sipak Rago kata Khalil adalah olahraga tradisi yang memang sudah lama dijaga di Pauh Sambilan. Sebagai permainan anak nagari, Sipak Rago bukan hanya soal ketangkasan, tetapi juga soal kerjasama tim. “Kami akan nilai banyak aspek nantinya. Termasuk dalam keindahan memainkan bola secara tim. Sebab, disini, seni bermain sipak rago memiliki daya tarik yang pastinya dinantikan penonton,” katanya. Secara lebih terperinci, aspek-aspek yang akan dinilai adalah sipak, singgang serta simpi rabah.

Mengingat tingginya animo peserta, Khalil mengatakan panitia akan menyelenggarakan festival selama tiga hari. “Menurut rencana, di saat penutupan kita juga akan gelar malam kesenian. Tentunya kesenian tradisi pula yang akan kita ketengahkan disini,” sebutnya.

Lokasi acara adalah di Lubuk Palarik, Kelurahan Gunuang Sarik, Kota Padang. Yulviadi Adek dari Kupi Batigo menjelaskan, penyelenggaraan acara di kawasan ini sekaligus sebagai penyemarak menjelang dibukanya cafe Kupi Batigo Cabang Lubuk Palarik. “Kami mengundang juri dari persatuan juri Sipak Rago Kota Padang. Mereka sudah sangat kompeten dan berpengalaman sehingga penjurian diharapkan akan berlangsung dengan adil,” Tuturnya.

Ke depan, Festival Sipak Rago Lubuk Palarik direncanakan akan digelar secara tahunan. “Ini adalah sebuah upaya untuk terus melestarikan permainan Sipak Rago. Selain menarik, permainan ini dapat menjadi ajang silaturahmi antar pemuda yang mencintai seni budaya warisan nenek moyang,” Sambungnya. Cafe Kupi Batigo Lubuk Palarik sendiri memang dikonsep sebagai sebuah sentra kreatif yang memperdekat jarak antara anak muda dengan budaya tradisi, khususnya budaya lama Pauh. (rilis-redaksi)

  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • Puisi-puisi Irawan Winata | Jumaat Agung - 16 Maret 2026
  • Puisi-puisi Roy Andika | Pada Suatu Malam - 14 Maret 2026
  • Cerpen Putri Oktaviani | Bagaimana Darso Menyesal - 14 Maret 2026
Tags: ArtikelBudayaEsaiPelesiranPunago RimbunSastra

Related Posts

Alienasi: Ketika Penonton Teater Kehilangan Arah Panggung | Irawan Winata

Alienasi: Ketika Penonton Teater Kehilangan Arah Panggung | Irawan Winata

Oleh Redaksi Marewai
10 Maret 2026

Ekosistem teater di Sumatera Barat, khususnya pada Maret 2025 ini, tampak seperti panggung yang lampunya padam sebelum pertunjukan dimulai....

Mendoa Puriang: Kue Suci di Bulan Rajab ala Muslim Keturunan India di Padang

Mendoa Puriang: Kue Suci di Bulan Rajab ala Muslim Keturunan India di Padang

Oleh Redaksi Marewai
23 Februari 2026

Memasuki bulan Rajab, dapur-dapur rumah mulai dipenuhi aroma rempah, kunda pun siap dihidangkan. Sementara lantunan kalimat-kalimat Allah terdengar dari...

Seni Tak Selalu Soal Kompetisi: Di Tengah Situasi Banjir 61 Siswa Kelana Gelar Karya

Seni Tak Selalu Soal Kompetisi: Di Tengah Situasi Banjir 61 Siswa Kelana Gelar Karya

Oleh Redaksi Marewai
15 Februari 2026

Sebanyak 61 siswa Kelas Nan Tumpah Akhir Pekan (Kelana Akhir Pekan) menggelar karya hasil pembelajaran Semester II (September–Desember 2025)...

Ke Rumah Nan Tumpah #10: Pameran Silotigo “Rukun Paksa/ Berakit-rakit ke Hulu Tinggal di Genangan” dan dan Gelar Karya Kelana Akhir Pekan

Ke Rumah Nan Tumpah #10: Pameran Silotigo “Rukun Paksa/ Berakit-rakit ke Hulu Tinggal di Genangan” dan dan Gelar Karya Kelana Akhir Pekan

Oleh Redaksi Marewai
5 Februari 2026

Dua bulan setelah banjir bandang dan galodo melanda 16 kabupaten kota di Sumatera Barat, Komunitas Seni Nan Tumpah menggelar...

Next Post
Puisi-puisi Joe Hasan | Setelah Membaca

Puisi-puisi Joe Hasan | Setelah Membaca

Teater Sumatra Barat Kembali Menggeliat; Catatan Workshop Teater UPTD Taman Budaya Sumatera Barat

Teater Sumatra Barat Kembali Menggeliat; Catatan Workshop Teater UPTD Taman Budaya Sumatera Barat

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In