• Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
  • Daftar
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai
No Result
View All Result
Redaksi Marewai
No Result
View All Result

Pelesiran (3): Urban Legend Laut Piaman, Dari Kancah-kancah Sampai Juhuang | Ajo Wayoik

Redaksi Marewai Oleh Redaksi Marewai
26 Januari 2021
in Pelesiran
1.1k 35
0
Home Pelesiran
BagikanBagikanBagikanBagikan

Selain bercanda, para nelayan Piaman yang mengantarkan para pemancing menuju spot-spot pemancingan juga kerap menceritakan sejumlah urban legend tentang laut yang konon termasuk menantang ini. Pak Sidi, salah seorang pemilik kapal yang kerap mengarungi perairan Tiku hingga Mentawai menceritakan bahwa di laut Piaman ada ikan besar yang dipercaya bersahabat dengan nelayan. Ikan itu disebut dengan nama kancah-kancah. “Semacam paus baik yang kemunculannya kerap saat musim ambu-ambu,” sebutnya kala menghantarkan rombongan penulis menuju Gosong Tigo.

Aktivis lingkungan Kota Pariaman, Tomy Tambijo menjelaskan kepada penulis bahwa kancah-kancah adalah hiu paus. Hiu jenis ini tidak mengkonsumsi daging seperti hiu kebanyakan. Biasanya ikan ini muncul di daerah timur Indonesia. Namun, memang banyak kesaksian tentang kemunculannya di kawasan perairan Katapiang dan sekitarnya. “Hiu ini juga merupakan indikasi bahwa laut masih lestari. Sebab ia mengkonsumsi jasad renik dalam jumlah banyak. Tentu hanya di laut yang sehat kebutuhannya bisa terpenuhi,” sebutnya.

Penulis sendiri, pernah benar-benar bertemu dengan kancah-kancah dalam perjalanan menuju pulau Pieh sekitar 5 tahun lalu. Kala itu, penulis tidak begitu paham dengan aturan di laut. Bahwa tidak boleh seseorang yang sedang mencari ikan menyatakan ketidakpuasannya dengan hasil tangkapan. Lantaran pancing penulis hanya disambar ikan-ikan kecil, penulis khilaf dan mengucapkan kekecewaan. Tungganai kapal yang penulis tumpangi bersama keluarga ketika itu memperingatkan dengan keras agar tidak mengeluh. “Beko kalua nan gadang tu lai, lai ndak takuik?” katanya. Tak lama, sebagian kawasan perairan di kejauhan tampak gelap. Penulis berdiri. “Itu nyo a tibo,” kata sang tungganai.

Benar saja, bagian yang gelap itu seperti ikan yang besarnya sebesar perahu payang. Pelan-pelan sirip punggungnya muncul. Hampir setinggi pintu! Tapi kancah-kancah sama sekali tidak mengganggu. Sejumlah nelayan mengatakan sifatnya hampir sama seperti lumba-lumba. Bahkan pernah ada kisah tentang kapal nelayan yang terbalik lalu di dorong ke tepi oleh makhluk raksasa itu. Ada lagi nama ikan Juhuang. Ini menurut para nelayan adalah pari raksasa. Menurut Dr. Taufik, seorang anggota Kito Fishing Club, pari ini adalah sejenis pari manta. “Menurut cerita teman yang kapalnya pernah dilarikan Juhuang, ikan ini berenang sangat cepat. Bila sauh kapal salah tambat, maka badan juhuanglah yang tersangkut. Juhuang akan bergerak bereaksi. Karena itu kapal ikut terbawa serta,” katanya. Kecepatan kapal yang terbawa sangat tinggi. “Kalau dimasukkan tanga ke air, maka akan terasa kecipakan air yang sangat kuat pertanda kapal bergerak sangat cepat,” katanya.Masih banyak kepercayaan masyarakat lokal tentang laut Piaman. Tapi dibalik itu, sesungguhnya ada pesan agar setiap generasi turut menjaga lingkungan laut.


Penulis, Ajo Wayoik


  • About
  • Latest Posts
Redaksi Marewai
ikuti saya
Redaksi Marewai
Redaksi Marewai at Padang
Redaksi Marewai (Komunitas Serikat Budaya Marewai) adalah Komunitas Independen yang menyediakan ruang bagi siapa saja yang mau mempublikasi tulisannya, sebuah media alternatif untuk para penulis. Kami juga banyak berkegiatan diarsip manuskrip dan video/film dokumenter, mengangkat sejarah dan budaya Minangkabau. Bebebapa dari karya tsb sudah kami tayangkan di Youtube Marewai TV.
Silakan kirim karyamu ke; [email protected]
Redaksi Marewai
ikuti saya
Latest posts by Redaksi Marewai (see all)
  • SERI – AJI MANTROLOT| Penggalan X: KABAU GADANG (Bagian VIII) | Dewang Kara Sutowano - 3 Februari 2026
  • BUKA TAHUN 2026, BAND STEVUNK DARI PADANG RILIS DUA LAGU BERNUANSA PROTES! - 23 Januari 2026
  • PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris - 10 Januari 2026
Tags: BudayaCaritoPunago RimbunSastra

Related Posts

PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris

PELESIRAN – Sebuah Catatan: Setelah UWRF, Apalagi yang Kau Cari? | Hasbunallah Haris

Oleh Redaksi Marewai
10 Januari 2026

            Tanggal 10 Juni Mbak Ruth Priscilia menghubungi saya, menyampaikan pesan bahwa novel Leiden (2020-1920) lolos dalam kurasi Ubud...

Pelesiran: Arah Tutur | Abdullah Faqih

Pelesiran: Arah Tutur | Abdullah Faqih

Oleh Redaksi Marewai
7 Desember 2025

Arah Tutur Padang dengan semua penghuninya larut bersama malam yang dingin dan lembap. Adam, yang masih bayi acap kali...

PELESIRAN: Lentera dari Lengayang di Hulu Subayang – Yossar

PELESIRAN: Lentera dari Lengayang di Hulu Subayang – Yossar

Oleh Redaksi Marewai
17 November 2025

Di tengah rimbunnya hutan lindung Rimbang Baling, di sebuah desa terpencil bernama Aur Kuning, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten...

Muaro Paiti: Babak Kedua dan Memulun Ingatan Kolektif – Arif Purnama Putra

Muaro Paiti: Babak Kedua dan Memulun Ingatan Kolektif – Arif Purnama Putra

Oleh Arif P. Putra
1 November 2025

Perjalanan-perjalanan satu dekade terakhir yang saya lakukan kerap menemukan keajaiban-keajaiban, barangkali sebelumnya belum pernah terpikirkan. Bahkan, sebagian dari tempat...

Next Post
Dinas Pariwisata Kota Pariaman Siap Dukung Kito Fishing Service

Dinas Pariwisata Kota Pariaman Siap Dukung Kito Fishing Service

Punago Rimbun: Langkah  Awal Jajakan Orang Rupik | Zera Permana

Punago Rimbun: Langkah Awal Jajakan Orang Rupik | Zera Permana

Discussion about this post

Redaksi Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Ruang-ruang

  • Budaya
  • Sastra
  • Punago Rimbun
  • Pelesiran
  • Carito

Ikuti kami

No Result
View All Result
  • Kirim Tulisan ke Marewai
  • Budaya
  • Carito
  • Sastra
  • Berita Seni Budaya
  • Pelesiran
  • Punago Rimbun
  • Tentang Marewai

© 2024 Redaksi Marewai

Welcome Back!

Sign In with Facebook
OR

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In